back to top
Senin, September 14, 2026

PP Muhammadiyah Bekali dan Lepas Kader Penerima Beasiswa ke Maroko

Lihat Lainnya

IBTimes.ID – Pendidikan di luar negeri menjadi salah satu cara memperluas cakrawala keilmuan dan pengalaman generasi muda. Bagi kader penerima beasiswa Muhammadiyah ke Maroko, perjalanan akademik tersebut juga menjadi bagian dari proses kaderisasi untuk mengenal tradisi keilmuan, kebudayaan, dan peradaban Islam secara lebih luas.

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melepas para kader penerima beasiswa studi ke Maroko pada Sabtu (12/9/2026) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Sebelumnya, para penerima beasiswa mendapatkan pembekalan sebagai persiapan sebelum menjalani kehidupan akademik di negeri tujuan.

Ketua PP Muhammadiyah Syafiq A. Mughni mengingatkan agar kesempatan tersebut tidak hanya digunakan untuk mengejar capaian akademik, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan kader.

“Manfaatkan kesempatan ini untuk mengambil manfaat sebanyak-banyaknya selama berada di luar negeri. Jadikan keberadaan Anda di Maroko sebagai bagian dari proses kaderisasi Muhammadiyah,” ujar Syafiq.

Para kader penerima beasiswa Muhammadiyah ke Maroko juga didorong untuk tidak membatasi pengalaman belajar hanya di ruang kelas. Mereka diminta memanfaatkan keberadaan para pengajar, kekayaan manuskrip, koleksi buku perpustakaan, hingga kebudayaan Maroko sebagai sumber pengetahuan.

Maroko dari Bahasa hingga Peradaban

Cecep Taufikurrohman dari Tim Beasiswa Luar Negeri PP Muhammadiyah menilai Maroko memiliki kekayaan sejarah dan peradaban yang penting untuk dipelajari. Karena itu, para kader juga diminta memperluas kemampuan bahasa selama berada di sana.

Baca Juga:  Audit Nasional Pesantren Tua, Pemerintah Fokus pada Bangunan Berusia di Atas 100 Tahun

“Kalau pulang hanya bisa bahasa Arab, maka rugi. Di sana juga digunakan bahasa Inggris dan Prancis. Selain mengikuti pembelajaran, manfaatkan keberadaan kalian untuk mempelajari banyak hal,” pesannya.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman kader penerima beasiswa Muhammadiyah ke Maroko diharapkan lebih luas daripada sekadar memperoleh gelar. Penguasaan bahasa, pemahaman budaya, dan kemampuan membaca konteks sosial menjadi bekal untuk menghadapi dunia yang semakin terhubung.

Cecep juga mengingatkan bahwa kesempatan tersebut merupakan amanah dari Allah, PP Muhammadiyah, dan kampus. Setelah menyelesaikan studi, para kader diharapkan kembali sebagai ulama pencerah sekaligus membawa pengetahuan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pulang Membawa Ilmu dan Pengalaman

Selama berada di Maroko, para kader penerima beasiswa Muhammadiyah ke Maroko juga didorong untuk membantu Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Maroko secara proporsional. Sebaliknya, PCIM Maroko diharapkan turut mendampingi mereka dalam proses adaptasi.

Mewakili keluarga penerima beasiswa, salah seorang orang tua menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan sekaligus memohon doa dan bimbingan.

“Kami tidak dapat membalas seluruh kebaikan ini. Semoga Allah membalasnya di kemudian hari,” ungkapnya.

Keberangkatan kader Muhammadiyah ke Maroko pada akhirnya bukan sekadar perpindahan tempat belajar dari Indonesia menuju Afrika Utara. Di sana terdapat kesempatan untuk membaca tradisi keilmuan Islam, mengenal peradaban, membangun jejaring, dan memperluas perspektif.

Baca Juga:  Gotong Royong Perkuat Pendidikan, Kemendikdasmen Satukan Berbagai Mitra melalui Gerakan PSPB

Dengan pembekalan tersebut, PP Muhammadiyah berharap para kader mampu menjadikan pengalaman di Maroko sebagai investasi pengetahuan sekaligus modal pengabdian ketika kembali ke Indonesia.

Kader penerima beasiswa Muhammadiyah ke Maroko tidak hanya diharapkan pulang membawa ijazah, tetapi juga membawa wawasan baru untuk memperkuat dakwah dan peran Muhammadiyah di masa depan. (NS)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru