IBTimes.ID – Pemerataan kualitas pendidikan terus menjadi perhatian pemerintah, terutama bagi sekolah-sekolah yang berada di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Melalui Revitalisasi Sekolah Pulau Miangas, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menghadirkan wajah baru bagi SMK Negeri 2 Talaud yang selama lebih dari dua dekade menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana.
Program Revitalisasi Sekolah Pulau Miangas menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendidikan bermutu bagi seluruh anak Indonesia tanpa memandang letak geografis. Berdiri sejak 2004, SMK Negeri 2 Talaud merupakan satu-satunya sekolah kejuruan di Pulau Miangas yang melayani kebutuhan pendidikan masyarakat di pulau terluar Indonesia tersebut.
Selama bertahun-tahun, sekolah ini harus menjalankan kegiatan belajar mengajar dengan berbagai keterbatasan, mulai dari ruang kelas yang mengalami kerusakan, atap bocor, instalasi listrik yang tidak layak, hingga fasilitas sanitasi yang minim. Kondisi tersebut akhirnya berubah setelah sekolah memperoleh bantuan revitalisasi senilai lebih dari Rp997 juta.
Kepala SMK Negeri 2 Talaud, Patriarti G. Urendeng, mengatakan bahwa bantuan tersebut dimanfaatkan untuk merehabilitasi tiga ruang kelas Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHPi), satu laboratorium komputer, ruang UKS, toilet, serta ruang Bimbingan Konseling.
“Puji syukur setelah 21 tahun berdiri, sekolah kami akhirnya mendapat bantuan revitalisasi dengan dana lebih dari Rp997 juta. Kemudian, dana itu diperuntukkan untuk rehabilitasi tiga ruang kelas Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHPi), satu ruang laboratorium komputer, satu ruang UKS, satu unit toilet, dan satu ruang BK,” ungkap Patriarti dengan penuh bangga.
Fasilitas Meningkat, Kepercayaan Masyarakat Ikut Tumbuh
Menurut Patriarti, Revitalisasi Sekolah Pulau Miangas tidak hanya memperbaiki bangunan sekolah, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan kejuruan di wilayah tersebut.
“Hebatnya hasil revitalisasi ini adalah selain mengubah fisik sekolah kami, juga mengubah stigma para orang tua menjadi lebih percaya menyekolahkan anaknya di sini. Dalam dua tahun terakhir kami mendapatkan jumlah murid yang masuk lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya,” paparnya.
Perubahan itu juga dirasakan para orang tua. Maria Awalla mengungkapkan, “Sekarang fasilitas ruang kelas, toilet, dan beberapa lainnya sudah jauh lebih baik. Kami sebagai orang tua tentunya percaya bahwa sekolah bisa menjadi tempat yang bisa mengantarkan putra putri kami meraih masa depannya.”
Sementara itu, siswi kelas XI jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga, Alfia Lalala, turut menyampaikan kegembiraannya. “Senang sekali sekarang ada fasilitas baru di sekolah kami. Kami merasa senang di sekolah. Terima kasih, Pak Presiden dan Pak Menteri,” katanya.
Saat meninjau langsung Revitalisasi Sekolah Pulau Miangas, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam menghadirkan layanan pendidikan terbaik hingga wilayah terluar Indonesia.
“Semoga seluruh bantuan yang diberikan baik berupa pembangunan sarana prasarana dan peralatan digital menjadi bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto dan wujud nyata upaya membangun generasi Indonesia yang hebat, unggul, cerdas, dan berkarakter,” tutup Mendikdasmen saat berada di Pulau Miangas, Rabu (5/8).
Melalui Revitalisasi Sekolah Pulau Miangas, pemerintah berharap semakin banyak sekolah di kawasan 3T memperoleh layanan pendidikan yang layak sehingga setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik. (NS)


