back to top
Senin, Agustus 10, 2026

Sembilan Praktik Baik PRM Donorejo, dari Kaderisasi hingga Kemandirian Dakwah

Lihat Lainnya

IBTimes.ID Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Donorejo membawa sejumlah praktik baik dalam ajang Lomba Cabang, Ranting, dan Masjid Unggulan Muhammadiyah Jawa Tengah yang berlangsung di Desa Belimbingrejo, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, 8–9 Agustus 2026. Dalam kesempatan tersebut, PRM Donorejo menjadi salah satu dari sembilan ranting finalis se-Jawa Tengah sekaligus mewakili LPCR Kabupaten Magelang.

Keikutsertaan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan inovasi gerakan yang dikembangkan di tingkat ranting. Ketua PRM Donorejo, Lovita Ivan Hidayatullah, menyebut capaian tersebut sebagai kesempatan untuk memperkuat semangat kebersamaan.

“Alhamdulillah, dengan penuh syukur dan semangat kebersamaan, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Donorejo bisa mewakili LPCR Kabupaten Magelang dalam Lomba Cabang, Ranting, serta Masjid Unggulan Muhammadiyah Jawa Tengah,” ungkap Lovita.

Menurutnya, ranting tidak cukup hanya aktif secara struktural. Ranting harus mampu melahirkan kader, melibatkan jamaah, menjalankan program, dan memberikan manfaat nyata. Semangat itu dirangkum dalam tagline “SESARENGAN – BERGERAK – BERDAMPAK.”

Sembilan Kekuatan Gerakan PRM Donorejo

Dalam ajang tersebut, PRM Donorejo memaparkan sembilan nilai utama yang menjadi bagian dari praktik gerakannya.

Pertama, kaderisasi integratif melalui keterlibatan PRA, PRPM, PRNA, ‘Aisyiyah, dan Angkatan Muda Muhammadiyah. Kedua, pengelolaan UKL Lazismu yang menghimpun sekitar Rp500–800 juta per tahun untuk mendukung kebermanfaatan sosial.

Ketiga, penguatan jamaah dan kemakmuran masjid. Dengan lebih dari 480 KK jamaah, berbagai kegiatan seperti Kajian Malam Jumat, Ahad Pagi, pembinaan ideologi Muhammadiyah, dan kajian pemuda terus dihidupkan.

Baca Juga:  Dubes RI untuk Malaysia Berkurban Sapi Jumbo melalui Muhammadiyah Malaysia

Keempat, pengembangan lima amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan, mulai PAUD, TK, SD, MI, hingga MTs. Kelima, gerakan peduli lingkungan melalui pembagian bibit tanaman, jambanisasi, Hidram, serta pendidikan mengaji setiap hari selepas Magrib.

Keenam, musyawarah ranting dari rumah ke rumah yang digelar setiap selapanan dengan melibatkan sekitar 60 anggota. Ketujuh, pengembangan AUM ekonomi melalui usaha seperti Kontermu dan Madumu.

Kedelapan, penguatan infrastruktur dakwah berupa kantor, aula, dan dua mobil dakwah. Kesembilan, proyeksi pengembangan gerakan melalui pembebasan lahan, pendataan dan masifikasi anggota melalui E-Masa, serta penguatan kaderisasi.

Bagi PRM Donorejo, kompetisi tingkat Jawa Tengah tidak semata-mata berorientasi pada predikat juara. Forum tersebut menjadi ruang untuk saling belajar sekaligus mengevaluasi gerakan yang telah berjalan.

“Perjalanan ini bukan sekadar tentang lomba dan bukan pula sekadar tentang mengejar predikat juara. Ini adalah momentum untuk berbagi praktik baik, mengevaluasi diri, memperkuat gerakan, dan menunjukkan bahwa Ranting Muhammadiyah mampu hadir dan memberi dampak nyata,” ujarnya.

Lovita menegaskan bahwa seluruh proses telah diupayakan secara maksimal, sementara hasil akhirnya diserahkan kepada Allah SWT.

“Tugas kita adalah berikhtiar dengan sebaik-baiknya. Hasil bukan wilayah kesombongan kita, melainkan wilayah ketetapan Allah. Maka bergeraklah dengan sungguh-sungguh, berjuanglah dengan ikhlas, dan terimalah hasil dengan tawakal,” tuturnya. (NS)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru