IBTimes.ID – Perdamaian tidak selalu lahir dari perundingan formal antarnegara. Ia juga tumbuh dari perjumpaan, kerja sama, dan kemauan untuk membangun hubungan antarmanusia di tengah keberagaman. Semangat tersebut kembali terlihat ketika Global Peace Foundation berkunjung ke Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Jakarta Pusat, Kamis (17/9).
Kunjungan tersebut bukan sekadar pertemuan kelembagaan. Hubungan antara Muhammadiyah dan Global Peace Foundation telah terjalin melalui berbagai forum dan kegiatan yang membawa agenda perdamaian dunia serta penguatan hubungan antarmanusia.
Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni, mengatakan Global Peace Foundation beberapa kali melibatkan Muhammadiyah dalam berbagai pertemuan yang mendorong perdamaian dunia.
“Beberapa kali mereka mengundang Muhammadiyah dalam bermacam pertemuan yang umumnya mengajak kita semua untuk membangun perdamaian di dunia ini, membangun hubungan yang baik antarmanusia tanpa membeda-bedakan agama, suku bangsa, dan adat istiadat,” ujar Syafiq.
Bagi Muhammadiyah, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kerja perdamaian membutuhkan ruang perjumpaan yang melampaui batas agama, suku, bangsa, maupun adat istiadat. Karena itu, komunikasi ini menjadi salah satu ruang untuk memperluas kerja sama yang berorientasi pada kehidupan bersama yang damai.
Dari Kampanye Anak Muda hingga Kerja Sama Global
Jejak kolaborasi Global Peace Foundation juga menyentuh kawasan Asia, termasuk Indonesia. Salah satu program yang pernah dilakukan adalah kampanye perdamaian yang melibatkan generasi muda. Pelibatan anak muda menjadi penting karena mereka memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran mengenai kehidupan bersama di tengah masyarakat yang beragam.
“Beberapa program juga dilaksanakan di Asia, termasuk Indonesia. Mereka pernah punya program untuk mengajak anak muda dalam semacam peace campaign yang dilaksanakan beberapa tahun yang lalu,” ungkapnya.
Pengalaman tersebut membuka kemungkinan bagi Muhammadiyah dan Global Peace Foundation untuk mengembangkan bentuk kolaborasi baru. Perdamaian tidak hanya ditempatkan sebagai gagasan, tetapi diterjemahkan melalui program yang menyentuh masyarakat dan generasi muda.
Dalam kunjungan terbaru itu, kedua pihak juga membicarakan sejumlah program yang berpeluang dilaksanakan pada masa mendatang.
“Hari ini mereka berkunjung ke Kantor PP Muhammadiyah untuk membicarakan beberapa program yang akan dilaksanakan pada masa-masa yang akan datang,” katanya.
Pertemuan ini sekaligus memperlihatkan bahwa kerja Muhammadiyah bersama Global Peace Foundation dapat terus berkembang melalui agenda kemanusiaan, perdamaian, dan hubungan lintas identitas.
Pada akhirnya, generasi muda memiliki ruang untuk menjadikan kolaborasi sebagai bagian dari upaya merawat perdamaian yang berangkat dari hubungan antarmanusia. (NS)


