back to top
Selasa, Oktober 13, 2026

Munas Seabad Tarjih Muhammadiyah Akan Bahas Fikih Lansia hingga Kedaulatan Pangan

Lihat Lainnya

IBTimes.ID – Musyawarah Nasional (Munas) XXXIII Tarjih Muhammadiyah dijadwalkan berlangsung pada 5–7 November 2026 di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Jawa Timur. Forum tersebut akan mengkaji lima materi utama, di antaranya fikih lanjut usia dan fikih kedaulatan pangan.

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP), Muhammadiyah Prof Ustadi Hamsah mengatakan, rangkaian kegiatan munas juga akan diisi dengan penelusuran sejarah Muhammadiyah di Kota Surabaya melalui program Muhammadiyah Heritage Walk.

“Kami juga akan menyelenggarakan Muhammadiyah Heritage Walk, yaitu kegiatan penelusuran jejak sejarah KH Mas Mansur di Surabaya, termasuk kunjungan ke tempat-tempat yang berkaitan dengan kehidupan dan perjuangan beliau, serta ziarah ke makam beliau,” ujarnya dilaporkan Muhammadiyah.or.id (12/10).

Munas yang mengangkat tema “Satu Abad Tarjih: Meneguhkan Akidah, Memperindah Akhlak, Menguatkan Ibadah, dan Memberdayakan Umat untuk Peradaban Berkemajuan” itu akan dihadiri peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.

Ustadi menjelaskan, terdapat lima materi pokok yang menjadi pembahasan dalam munas tersebut. Kelimanya meliputi Fikih Lanjut Usia, Fikih Kedaulatan Pangan, Risalah Akidah Islam Muhammadiyah, Risalah Akhlak Islam Praktis, serta pengembangan Himpunan Putusan Tarjih, termasuk kajian mengenai hukum taṡwīb.

Pembahasan Fikih Lanjut Usia diarahkan untuk merumuskan tuntunan Islam yang berkaitan dengan pelayanan, perlindungan, serta pelaksanaan ibadah bagi masyarakat lanjut usia.

Adapun Fikih Kedaulatan Pangan akan menyoroti sejumlah persoalan strategis, mulai dari penguatan kemandirian pangan, pemerataan akses terhadap pangan, peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan, hingga pemanfaatan teknologi serta perlindungan terhadap kelompok rentan.

Baca Juga:  Alissa Wahid: Empat Faktor Penyebab Meningkatnya Kasus Intoleransi di Indonesia

Di luar agenda persidangan, panitia juga merencanakan dua seminar nasional. Seminar pertama mengangkat isu kedaulatan pangan yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Sementara itu, seminar kedua membahas Manhaj Tarjih dan Ijtihad Muhammadiyah, dengan menelusuri pemikiran KH Mas Mansur hingga relevansinya terhadap berbagai persoalan kebangsaan kontemporer.

Ustadi berharap, penyelenggaraan munas dapat menghasilkan lebih dari sekadar keputusan di bidang keagamaan. Menurut dia, forum tersebut diharapkan turut memperkuat kontribusi Majelis Tarjih dalam mengembangkan pemikiran Islam yang terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan mampu menjawab berbagai persoalan kemanusiaan.

Sementara itu, Rektor Umsura, Prof Mundakir menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada kampusnya untuk menjadi tuan rumah Munas XXXIII Tarjih Muhammadiyah.

“Atas nama pimpinan universitas, kami mengucapkan terima kasih atas dipilihnya Umsura sebagai tuan rumah Munas XXXIII Tarjih Muhammadiyah. Insyaallah, kami telah menyiapkan berbagai kebutuhan penyelenggaraan dengan sebaik-baiknya untuk menyambut seluruh peserta dari berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.

Mundakir menilai Munas Tarjih merupakan forum strategis untuk mempertemukan pemikiran keislaman, tradisi akademik, kemajuan ilmu pengetahuan, dan kebutuhan nyata masyarakat.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Umsura telah menyiapkan sejumlah kebutuhan penyelenggaraan, antara lain fasilitas persidangan, layanan bagi peserta, dukungan teknologi informasi, serta publikasi kegiatan.

“Harapannya, kegiatan ini tidak hanya memperkuat tradisi intelektual Muhammadiyah, tetapi juga menghasilkan gagasan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Baca Juga:  UU Haji Baru Resmi Berlaku, Umrah Mandiri Kini Diperbolehkan dengan Lima Syarat Utama

(MS)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru