Arus Utama Kajian Islam Internasional - IBTimes.ID
Perspektif

Arus Utama Kajian Islam Internasional

3 Mins read

Islam Internasional | Pemikiran keislaman pada era kontemporer ini cukup kompleks. Coraknya cukup beragam. Corak seperti ini dapat diketahui dan dibaca oleh orang ketika media sosial berkembang juga jamahan keakraban internet yang sudah marak.

Informasi keislaman dengan sekejap mata dan sentuhan jari sudah dapat diperoleh dengan singkat. Ada informasi yang padat juga singkat, tergantung pada sisi penyajian. Begitu pula, dalam khazanah pemikiran Islam, dengan sangat cepat bisa merambat dan menyebar pada jantung informasi internet. Kompleksitas informasi menuntut kecerdasan dalam memahaminya sehingga informasi yang diterima menjadi utuh.

Kajian Islam Internasional Menarik Dikaji

Islam sudah menyebar di beberapa belahan dunia. Bukan hanya di jazirah Arab, India, dan Melayu. Islam menjadi agama masyarakat di negara-negara Eropa dan Amerika, juga di wilayah lainnya.

Perkembangan yang luar biasa ini bukan sekedar peningkatan jumlah pemeluk. Pemikiran keislaman pun menjadi bidang kajian yang banyak menarik perhatian, bukan hanya pada perguruan tinggi di Timur Tengah, tapi di beberapa perguruan tinggi di Barat.

Ragam kajian terbagi menjadi dua bagian besar. Pertama, berhubungan dengan thinking (pemikiran). Kedua, berhubungan dengan studi kawasan.

Pada pemikiran keislaman, ragam kajiannya cukup beragam. Ada yang khusus pada tafsir, hadis, fikih, ushul fikih, teologi Islam, filsafat Islam, dan tauhid. Pemikiran pada bidang ilmu ini menunjukkan berbagai artikel atau buku berbahasa asing yang masuk ke Indonesia juga ke belahan dunia lain.

Tidak hanya itu, hasil risetnya dapat dijamah langsung melalui situs. Setiap orang dapat dengan mudah untuk menjamahnya khususnya untuk kepentingan akademik. Namun, tentu kemampuan membaca bahasa asing mutlak diperlukan.

Selain terbagi pada beberapa bidang tertentu, ada pula kajian dengan pola terintegrasi yang biasanya dinamakan Islamic Studies. Kajian keislaman ini merujuk pada ragam kajian atau konsentrasi pada satu program studi.

Baca Juga  Setelah Dwiwindu Bom Bali (2): Radikalisme Bisa Dirasionalkan?
***

Selain itu, ada pula kajian kawasan. Kajian ini merujuk pada dimensi peta kewilayahan, sosiologis, kultural, dan historis. Kajian ini mengungkap beragam aksentuasi keislaman yang ada pada kawasan tertentu. Sisi demografis dan politik, tak luput dari kajian ini. Studi kawasan ini menawarkan informasi beragam hal keislaman terutama pada keempat dimensi di atas.

Kita sering mendengar Islam di Melayu, Islam di Eropa, Islam di Amerika, atau merujuk langsung pada negara, misalnya Islam di Inggris, Nigeria, atau negara lainnya. Penamaan seperti ini merujuk pada kawasan tertentu yang memiliki muatan informasi mengenai keislaman.

Dari dua hal besar di atas, yang cenderung teoritik, ada sisi kajian yang perlu dipahami teliti, yaitu isu isu aktual keislaman di belahan dunia lain. Mengingat hari ini, informasi di tempat yang jauh, bisa langsung disaksikan dalam waktu yang sama secara langsung.

Informasi yang terjadi bisa mencuat menjadi trending topic. Tentu hal ini, bukan sekedar alur informasi melainkan ketajaman dalam membaca juga mencari informasi yang valid. Itupun kalau dijadikan kajian, bukan hanya bacaan informatif.

Mempelajari Islam di dunia internasional menjadi tuntutan dalam memahami perkembangan Islam. Ia akan mengantarkan pemahaman tentang denyut nadi muslim dan yang mengitarinya di beberapa belahan dunia.

Bukan hanya wawasan, bahwa itu terjadi di dunia Islam, tetapi menjadi referensi untuk melihat karakteristik keislaman. Lebih lanjut, ia dapat diteropong melalui kajian historis dan sosiologis.

Arus Utama Kajian Islam Internasional

Terdapat beberapa hal yang dapat diajukan dalam KII. Pertama, komponen konten. Kedua, komponen gradasi pengetahuan.

Pada komponen konten, isinya cukup beragam. Mulai dari informasi kekinian, berita yang sedang tren, juga kajian yang fokus pada dimensi keislaman di dunia internasional. Isu ini tidak hanya informatif atas apa yang terjadi, bisa juga diarahkan pada isu yang diduga kuat berhubungan dengan Islam di Indonesia.

Baca Juga  Tiga Pondok Pesantren Muhammadiyah di Kalimantan Timur, Calon Ibukota Negara

Pada sisi gradasi pengetahuan, KII dapat diarahkan pada pemahaman, analisis, dan evaluasi. Pemahaman ditunjukkan untuk penguasaan pada sisi faktual dan konseptual objek KII.  Setiap kajian memiliki definisi dan konsep yang saling berhubungan.

Analisis berisi mengenai upaya menguraikan, memetakan, menghubungkan, dan membedakan antara komponen satu dengan yang lainnya. Gradasi ini memerlukan tinjauan yang tajam bukan sekedar definisi dan konsep penting. Analisis menghendaki eksplanasi yang mendalam terhadap ragam informasi dan konsep yang tersajikan pada isu keislaman.

Evaluasi berhubungan dengan melihat kembali pengaruh atau kesesuaian pemikiran luar terhadap keislaman di Indonesia. Evaluasi ini melihat alur informasi yang menyebar dan ragam teks yang datang yang perlu pemaknaan dan menghubungkannya dengan lokalitas yang ada.

Lebih nyata lagi, apabila upaya KII ini mendatangi langsung lokus kajian. Sehingga hasilnya menjadi lebih valid, dengan ragam bentuk kegiatan, bisa studi lapangan, studi banding, atau bahkan penelitian. Tentu, kemampuan bahasa asing mutlak diperlukan.

Wallahu A’lam

Print Friendly, PDF & Email
Avatar
20 posts

About author
Pembelajar Keislaman, Penulis Beberapa buku, Tim Pengembang Kurikulum PAI dan Diktis
Articles
Related posts
Perspektif

Bolehkah Menjual Daging Kurban?

2 Mins read
Menurut Jumhur Ulama Salaf, menjual daging atau bagian kurban hukumnya adalah makruh mendekati haram. Dalam artikel Fiqih Kurban, maksud dari bagian kurban…
Perspektif

Cara Menjaga Kesehatan Hewan Qurban

2 Mins read
Umat Islam merayakan hari raya Idul Adha setiap tahun, biasa dikenal sebagai hari raya Qurban. Hari raya Idul Adha adalah hari besar…
Perspektif

Bagaimana Pendidikan yang Ideal itu?

4 Mins read
Kemajuan suatu bangsa bergantung kepada kualitas masyarakatnya. Bangsa Indonesia memiliki jumlah penduduk lebih dari 250 juta jiwa yang harus dikelola dengan bijaksana…

Tinggalkan Balasan