- Advertisement -spot_img

AUTHOR NAME

Irwanto Al-Krienciehie

62 KIRIMAN
0 KOMENTAR
Alumnus Program Pascasarjana (PPs) IAIN Kerinci Program Studi Pendidikan Agama Islam dengan Kosentrasi Studi Pendidikan Karakter. Pendiri Lembaga Pengkajian Islam dan Kebudayaan (LAPIK Center). Aktif sebagai penulis, aktivis kemanusiaan, dan kerukunan antar umat beragama di akar rumput di bawah kaki Gunung Kerinci-Jambi. Pernah mengikuti pelatihan di Lembaga Pendidikan Wartawan Islam “Ummul Quro” Semarang.

Menganut Agama, Memperjuangkan Kemanusiaan

Kalau agama hanya dipahami sebagai “gincu”, maka jangan heran apabila pemeluk agama hanya sibuk pada ritual ibadah mahdah yang mereka rasa langsung bertemu Tuhan...

Restorasi Makna Keislaman (2): Ketulusan dalam Beragama

Sebelumnya, telah dibahas restorasi makna keislaman melalui semangat Islam Wasathiyah. Jadi menurut M. Din Syamsuddin, hakikat Islam, kerahmatan, dan kesemestaan (rahmatan lil ’alamin), berhubungan...

Restorasi Makna Keislaman (1): Membangun Kultur Islam Wasathiyah

Islam tidak cukup hanya dipahami pada pengertian yang sempit. Akan tetapi, harus dikembangkan restorasi makna keislaman pada pemahaman yang lebih subtansial dan esensial. Keislaman...

Pemikiran Jalaludin Rakhmat (2): Eksitasi Teologi Menyelamatkan Kemanusiaan

Pembahasan pada bagian sebelumnya telah menyinggung beberapa pemikiran Jalaludin Rakhmat. Selain itu, diulas pula pendapat Jalaludin Rakhmat tentang peran agama di era modern. Pada...

Pemikiran Jalaludin Rakhmat (1): Peran Agama di Era Modern

Semasa kuliah di STAIN Kerinci, ada beberapa pemikiran Jalaludin Rakhmat yang saya baca dari beberapa bukunya. Seperti: Islam Alternatif: Ceramah-ceramah di Kampus; Islam Aktual;...

Beragama Secara Substansial, Bukan Simbolik Belaka!

Keteguhan Iman Era Kelimpahan Moderenitas, industrialisasi, dan globalisasi, tidak mungkin dianggap “terdakwa” yang kehadirannya menggerus iman penganut agama; kedatangannya membuat pemeluk agama lalai menjalankan ritual...

Latest news

- Advertisement -spot_img