Nurudin

Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Muhammadiyan Malang (UMM); kolomnis dan penulis puluhan buku. Ia juga seorang trainer kepenulisan.

Mengapa Mencatut dan Meneror Muhammadiyah?

IBTimes.ID – Persyarikatan Muhammadiyah sedang diuji. Ada pihak tertentu yang  mencatut nama dan meneror keluarga Muhammadiyah. Ini berkaitan dengan kasus teror yang dialami oleh  sekelompok mahasiswa Fakultas Hukum UGM (Constitusional Law Society/CLS) yang menyelenggarakan diskusi dengan mengangkat tema, “Meluruskan Pesoalan Pemberhentian Presiden Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan” (29/5/20). Yang menarik, teror itu menyeret keluarga Muhammadiyah. Berikut […]Read More

Menggelorakan Semangat #BersatuPerangiCorona

Muhammadiyah tetap konsisten terkait penanganan Corona Covid-19. Sejak awal munculnya virus ini kampanye dan penanganan nyata terus dilakukan dengan didukung hastag #BersatuHadangCorona. Di  tengah masyarakat dan himbauan untuk “damai” dengan Corona, Muhammadiyah tetap konsisten. Saat ini digelorakan  hastag #BersatuPerangiCorona. Tentu hastag yang dibangun itu tidak untuk gagah-gagahan atau mencari popolaritas. Muhammadiyah bukan partai politik yang […]Read More

Pandemi dan Geliat Penerbit Buku

Kebijakan sangat penting menyangkut pembangunan peradaban manusia di masa datang tapi sangat disepelekan adalah budaya membaca. Budaya membaca hanya bisa digenjot dengan lebih baik manakala disediakan bahan bacaan yang mencukupi. Diantara layanan penyedia itu adalah keberadaan penerbit buku. Mengapa ini menjadi penting? Karena penerbit buku di Indonesia selama ini dilematis. Ia memang disadari menyumbang pengembangan […]Read More

Sungguh, Saya Tidak Suka Kuliah Daring!

Tentu judul itu tidak mengada-ada. Saya benar-benar tidak suka kuliah daring. Karena, kuliah daring sangat menghambat saya bisa mengekspresikan keinginan dalam perkuliahan. Apa yang biasa saya lakukan untuk memberikan bekal pengetahuan di luar perkualiahan biasa tak tercapai. Kalau saya hanya mengajar sesuai kuliah manual, tentu tidak masalah. Misalnya, masuk kuliah, presensi, ceramah, lalu kuliah selesai. […]Read More

Lost your password? Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.