Avatar

Yahya Fathur Rozy

Mahasiswa Ilmu Alquran dan Tafsir (IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta, Mahasantri Pondok Hajjah Nuriyyah Shabran angkatan 2016.

Dinamisme Makna Jihad: Antara Makna Kombatif dan Non-Kombatif

Tulisan saya kali ini merujuk pada suatu masterpiece berupa sebuah buku karya Asma Afsaruddin berjudul Tafsir Dekonstruksi Jihad & Syahid ( Mizan, 2018 ). Asma merupakan seorang guru besar di bidang Studi Islam dan Bahasa Arab di Universitas Notre Dame, Amerika Serikat. Fokus kajiannya di ranah pemikiran keagamaan dan politik Islam serta studi gender. Terma […]Read More

Hermeneutika: Ulasan Ringkas Dan Hukum Menggunakannya

Pesan Allah berupa Al-Qur’an yang terdokumentasikan dalam wujud mushaf Utsmani, menjadi pedoman hidup seluruh umat Islam yang meyakininya sebagai kitab suci yang penuh dengan pesan, hikmah dan hidayah-Nya. Upaya yang dicurahkan dalam penggalian rangkaian pesan Allah yang bersemayam di dalamnya sudah dimulai sejak kisaran 13 abad yang lalu, yaitu pada masa Dinasti Umayyah. Model upaya […]Read More

Haruskah Ar-Ruju’ Ila Al-Qur’an Wa As-Sunnah?

“Bapak dan ibu sekalian, segala kemaksiatan dan kemunduran umat islam saat ini tidak lain dan tidak bukan, disebabkan oleh kelalaian kita terhadap perintah-perintah Allah SWT di dalam al-Qur’an dan pedoman-pedoman yang telah dicontohkan oleh baginda Nabi Muhammad SAW, maka solusi dari semua itu ialah ar-Ruju’ ila al-Qur’an wa as-Sunnah (kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah)“.  Begitulah […]Read More

Inilah Persamaan Muhammadiyah dengan Jokowi

Berdasarkan pengamatan subjektif saya sebagai kader Muhammadiyah, ormas tempat saya bernaung ini sebenarnya mirip-mirip dengan Jokowi. Kayak misalnya, Jokowi punya spirit mulia yang termanifestasikan dalam jargon andalannya “Kerja, Kerja, Kerja”. Pun demikian Muhammadiyah. Meski organisasi yang didirikan KH. Ahmad Dahlan ini secara eksplisit tidak cantumkan jargon tersebut dalam AD/ART atau pun khithah-nya, tapi jika kita amati dan […]Read More

Ibnu Katsir: Mufassir Multidisiplin

Ibnu Katsir ialah seorang Mufassir yang pastinya sangat familiar di telinga umat Islam. Nama asli beliau adalah Imad ad-Din Abu al-Fida Ismail Ibn Amar Ibn Katsir Ibn Zara’ al-Bushra al-Dimasiqy. Kata “al-Dimasiqy” yang tertera dalam namanya, menunjukkan bahwa beliau terlahir di kota Damaskus. Tepatnya di daerah Mijdal dalam wilayah Bushra (Basrah). Ia dilahirkan pada tahun […]Read More

Debat Tahunan, Perbedaan Pendapat tentang “Ucapan Selamat Natal”

Setiap memasuki akhir bulan Desember, tepatnya pada hari-hari di mana tanggal 25 Desember semakin dekat, selalu saja muncul anually debate (debat tahunan).Tak lain dan tak bukan ialah issu tentang boleh tidaknya mengucapkan “Selamat Natal” dari seorang Muslim kepada umat Kristen/Katolik. Isu yang seringkali membuat gaduh umat beragama. Sering juga membuat polarisasi antar umat beragama yang […]Read More

Lost your password? Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.