Gambaran Malam Lailatul Qadar - IBTimes.ID
Fatwa

Gambaran Malam Lailatul Qadar

1 Mins read

Tanya:

Setelah saya selesai tarawih dan mengikuti pengajian rutin, saya menyelesaikan bacaan Al-Quran agar selesai. Tetapi sesudah makan sahur belum juga selesai, tinggal satu juz. Namun saya lupa menyelesaikan satu juz tersebut, tiba-tiba saya dapat melihat sesuatu yang ajaib dan kejadian itu selesai setelah saya mendengar azan.

Melihat pandangan itu, badan saya lunglai dan perasaan takut dan ngeri, dan apalagi, saya tak mampu menceritakannya. Apakah ini dapat dimaksud pada pengertian Lailatul Qadar? Karena memang pada waktu itu bertepatan tanggal 27 Ramadhan? Apakah itu rahmat bagi saya ataukah teguran dari Allah? Doa-doa apa yang dibaca pada waktu itu mengharapkan mendapat Lailatul Qadar? (Penanya: Saparuddin Sari, NBM. 492632. Pimp. SMP Muh. Jl. Samudra No. 33 Kotaagung Lampung Selatan).

Jawab:

Tidak ada keterangan dalam Al-Quran maupun Hadits yang menggambarkan kejadian-kejadian seperti yang Anda alami itu sebagai suasana di malam Lailatul Qadar. Karena itu, Saudara tidak usah mengambil kesimpulan bahwa seperti itu Lailatul Qadr. Juga tidak usah menduga-duga yang lain apakah itu rahmat atau peringatan Allah.

Tetapi yang jelas, bahwa Allah itu Maha Kuasa. Segala yang diberikan kepada manusia sebagai hamba-Nya merupakan ujian untuk menguji siapakah manusia yang baik amalnya. Seperti tersebut dalam Al-Quran surat Al-Mulk ayat 2 dan ayat 40 surat An-Naml yang memberi gambaran tuntunan bagaimana seharusnya orang yang mengalami hal-hal yang menakjubkan. Seperti dialami oleh Nabi Sulaiman AS, maka Nabi Sulaiman berucap: “Haadza min fadli rabbiy liyabluwaniy asykuru am akfur.” Artinya, “Ini dari anugerah Tuhanku untuk mengujiku, apakah aku tergolong orang yang bersyukur atau yang ingkar.”

Dan selanjutnya perlu diingat bahwa ujian Allah itu ada kalanya berupa yang menyenangkan, ada kalanya pula berupa sesuatu yang menyusahkan. Sebagaimana disebutkan dalam ayat 15 dan 16 surat Al-Fajr. Yang penting, sesuatu yang menyenangkan jangan menjadikan orang lupa diri, dan sesuatu yang menyusahkan jangan membuat orang hilang kesabaran dan menjadikan putus asa.

Baca Juga  Hukum Berobat Dengan Minyak Ular Piton

Adapun doa dalam beribadah menyongsong adanya Lailatul Qadar ialah memperbanyak doa: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anniy. Demikian berdasar riwayat Ahmad dan Ibnu Maajah dan At-Tirmidzy, ketika Aisyah bertanya kepada Nabi tentang doa apa yang dibaca ketika menghadapi Lailatul Qadar.

Sumber: Tim Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Fatwa-fatwa Tarjih: Tanya Jawab Agama 1.

Editor: Arif

Related posts
Fatwa

Hukum Memelihara Anjing Menurut Muhammadiyah

2 Mins read
IBTimes.ID – Kendati tidak berkiblat pada satu mazhab secara khusus, Muhammadiyah tetap memiliki manhaj (lajur beragama) yang disusun secara hati-hati, musyawarah dan…
Fatwa

Fatwa Muhammadiyah: Hukum Shalat Jumat Online

4 Mins read
IBTimes.ID – Ibadah Jum‘at online adalah khutbah dan shalat Jum‘at yang dilaksanakan secara online atau dalam jaringan (daring) melalui aplikasi telekonferensi video,…
Fatwa

Lebih Dulu Mana Antara Membayar Hutang dan Memberi Sumbangan?

3 Mins read
Dalam buku Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) disebutkan tentang Pedoman Hidup Islami dalam kehidupan bermasyarakat, yang antara lain memberi tuntunan tentang;…

Tinggalkan Balasan

Mari Kolaborasi
Mari Berkolaborasi bersama kami "IBTimes.ID - Cerdas Berislam" dan para kontributor lainnya untuk memproduksi narasi Islam yang mencerahkan.
Donasi dapat melalui Bank Mandiri 137-00-5556665-3 a.n Litera Cahaya Bangsa