Hijrah Rasulullah (2): Sebuah Romantika Kisah - IBTimes.ID
Tarikh

Hijrah Rasulullah (2): Sebuah Romantika Kisah

2 Mins read

Kisah Hijrah Rasulullah

Dalam Sebuah hadis panjang diriwayatkan oleh Bukhari (dalam Shahih Bukari) dari Aiysah RA meriwayatkan kisah hijrah Rasulullah. Kisah tersebut bisa dibaca dalam kitab Shahih Bukhari no. 3616.

Persiapan Hijrah

Abu Bakar juga bersiap-siap hendak berangkat menuju Madinah. Tetapi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadanya: “Diamlah kamu di tempatmu, sesungguhnya aku berharap semoga aku mendapat izin (untuk berhijrah) “. Abu Bakar berkata: “Sungguh demi bapakku sebagai tebusan, apakah benar Tuan mengharapkan itu?”. Beliau bersabda: “Ya benar”. Maka Abu Bakar berharap dalam dirinya bahwa dia benar-benar dapat mendampingi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam berhijrah. Maka dia memberi makan dua hewan tunggangan yang dimilikinya dengan dedaunan Samur selama empat bulan. Ibnu Syihab berkata, ‘Urwah berkata, ‘Aisyah radliallahu ‘anha berkata;

Pada suatu hari di tengah siang ketika kami sedang duduk di rumah Abu Bakar, tiba-tiba ada orang yang berkata kepada Abu Bakar; “Ini ada shallallahu ‘alaihi wasallam datang pada waktu yang sebelumnya tidak pernah beliau datang kepada kami pada waktu seperti ini”. Maka Abu Bakar berkata; “Bapak ibuku menjadi tebusan untuk beliau. Demi Allah, tidaklah beliau datang pada waktu seperti ini melainkan pasti ada urusan penting”.

‘Aisyah radliallahu ‘anha berkata; shallallahu ‘alaihi wasallam datang kemudian meminta izin lalu beliau dipersilakan masuk. Beliau masuk dan berkata kepada Abu Bakar; “Perintahkan orang-orang yang ada di rumahmu untuk keluar”. Abu Bakar berkata; “Mereka itu dari keluarga tuan juga, bapakku sebagai tebusanmu, wahai Rasulullah”. Beliau lalu berkata; “Sungguh aku telah diizinkan untuk keluar berhijrah”. Abu Bakar bertanya; “Apakah aku akan menjadi pendamping, demi bapakku sebagai tebusanmu, wahai Rasulullah?”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Ya benar”. Abu Bakar berkata; “Demi bapakku sebagai tebusanmu, ambillah salah satu dari unta tungganganku ini”.

Baca Juga  Anomali Perilaku Hijrah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; “(Harus) dengan harga” ‘Aisyah radliallahu ‘anha berkata; Maka kami mempersiapkan untuk keduanya dengan baik dan kami buatkan bagi keduanya bekal makanan yang kami simpan dalan kantung kulit. Sementara Asma’ binti Abu Bakar memotong kain ikat pingganngnya menjadi dua bagian lalu satu bagian digunakan untuk mengikat kantung kulit itu. Dari peristiwa inilah kemudian dia dikenal sebagai Dzatin Nithaqain (Wanita yang mempunyai dua potongan ikat pinggang).

Bersembunyi di Gua Bukit Tsur

‘Aisyah radliallahu ‘anha melanjutkan; –

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan Abu Bakar sampai di gua di bukit Tsur. Mereka bersembunyi disana selama tiga malam. ‘Abdullah bin Abu Bakar, seorang pemuda yang cerdik lagi cepat tanggap ikut bersama keduanya bermalan disana. Pada waktu sahur (akhir malam) dia keluar meninggalkan keduanya dan pada pagi harinya dia berbaur dengan orang-orang Quraisy seperti layaknya orang yang bermalam di Mekah.

Tidaklah dia mendengar suatu rahasia yang dapat memperdaya keduanya melainkan dia akan mengingatnya hingga dia datang menemui keduanya dengan membawa kabar ketika hari sudah mulai gelap. Dan ‘Amir bin Fuhairah, mantan budak Abu Bakar menggembalakan kambing untuk diperah susunya dan diberikan kepada keduanya sesaat setelah berlalu waktu ‘Isya’.

Maka, keduanya dapat bermalam dengan tenang, dengan mendapat susu segar, yaitu susu hasil perahan kambing itu hingga Amir bin Fuhairah menggiring kambing-kambing tersebut untuk digembalakan saat menjelang pagi. Dia melakukan ini pada setiap malam selama tiga malam persembunyian itu.

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan Abu Bakar mengupah seseorang dari suku Bani ad Diil, yaitu suku keturunan Bani ‘Abdu ‘Adi sebagai pemandu jalan. Orang itu adalah orang yang mengerti tentang jalur perjalanan. Orang ini telah ikut bersumpah dengan keluarga Al ‘Ash bin Wa’il as Sahmiy dan juga dia adalah seorang yang beragama dengan agamanya orang-orang Kafir Quraisy. Namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan Abu Bakar menpercayainya dan menyerahkan kedua unta tunggangannya dan membuat perjanjian dengannya untuk membawa kembali unta tunggangan tersebut di gua Tsur setelah tiga malam pada waktu shubuh di malam ketiga.

Baca Juga  Nabi Tidak Lupa Diri!
Editor: Yahya FR
Avatar
22 posts

About author
Majelis Pustaka PCM Semin
Articles
    Related posts
    Tarikh

    Kisah Ijazah Nama “Haji Achmad Dachlan” Oleh Gurunya, Sayyid Abu Bakar

    3 Mins read
    Guru dalam “kerata basa” atau pepatah Jawa adalah ”tiang kang digugu lan ditiru” atau orang yang dijadikan panutan dan yang diikuti segala…
    Tarikh

    Serat Cebolek: Ketib Anom Kudus Menegakkan Syariat

    4 Mins read
    Alkisah, ulama-ulama Pantura marah karena ada seorang tokoh agama dari Tuban, Haji Mutamakin atau Haji Cebolek mempelajari Serat Dewaruci dan mengajarkan ilmu…
    Tarikh

    Agar Kekayaan dan Kekuasaan Tetap Berlimpah dan Kokoh

    1 Mins read
    Hipotesis nya adalah: Jika kekayaan dan kekuasaan digunakan untuk menolong, maka kekayaan akan semakin berlimpah kekuasaan akan semakin kokoh. Sepasang suami istri…