HOS. Cokroaminoto: Sosialisme Islam adalah Sosialisme Terbaik
Filsafat

HOS. Cokroaminoto: Sosialisme Islam adalah Sosialisme Terbaik

3 Mins read

Manusia merupakan makhluk yang diberikan insting oleh Allah untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan. Akan sangat kewalahan jika manusia melakukan seluruh aktivitas sendirian, mulai dari permasalahan kecil sampai permasalahan yang besar. Bahkan seorang raja yang memiliki kekuasaan pun dia tidak bisa hidup sendiri tanpa prajurit atau masyarakatnya.

Seperti yang dikatakan Suparlan (1993) bahwa hidup bersosial pada hakikatnya adalah syarat dasar untuk tetap melangsungkan kehidupan. Sehingga Dari sini akan melahirkan paham sosialisme.

Apa itu Sosialisme?

Menurut etimologi, sosialisme berasal dari bahasa latin “sosius” yang artinya sahabat, teman. Sedangkan menurut terminologi, sosialisme merupakan suatu paham yang mengutamakan pertemanan atau persahabatan dengan cara hidup memikul tanggung jawab atas perbuatan satu sama lain.

Sosialisme, di dalam Encyclopedia of Social History di definisikan sebagai sebuah pergerakan atau sebuah teori organisasi sosial yang menginginkan kepemilikan atau pengontrolan secara bersama sama terhadap produksi dan kontribusi.

Awal mula sosialisme muncul ketika adanya reaksi terhadap berkembangnya industrialisme dan kapitalisme pada abad 19-20. Karl Marx tidak setuju dengan perlakuan kaum borjuis terhadap kaum buruh. Kaum buruh diperlakukan seperti “sapi perah” yang hanya dimanfaatkan untuk kaum borjuis. Sehingga kaum miskin yang tertindas mengembangkan gerakan pembebasan dari ketertindasan ekonomi maupun politik.

Meskipun sosialisme tetap saja hadir untuk mensejahterakan rakyat, tapi di sisi lain sosialisme akan menimbulkan suatu dampak permasalahan yang baru ketika HAM tidak dijalankan dengan baik. Seperi terbatasnya hak milik perorangan yang pada akhirnya muncul suatu gerakan dengan teori teori baru berdasarkan perlindungan hak individu atau sejenisinya.

Menurut HOS Cokroaminoto, sosialisme bisa menjadi sempurna apabila tujuan hidup dari tiap-tiap manusia tidak hanya untuk mengejar keperluan dan kesenangan biasa. Ia menulis:

“Sosialisme bisa menjadi sempurna apabila tujuan hidup dari tiap-tiap manusia tidak hanya untuk mengejar keperluan dan kesenangan biasa, ialah keperluan dan kesenangan yang ada di dalam dunia ini, tetapi tiap-tiap manusia hendaklah juga mengejar tujuan hidup yang lebih tinggi (kehidupan akhirat).”

(HOS Cokroaminoto, 1963: 72).

Sosialisme dalam Islam Menurut HOS Cokroaminoto

Pemahaman tentang sosialisme berdasarkan Islam pertama kali dirumuskan oleh HOS Cokroaminoto. Buku yang diterbitkan pada bulan November 1924 dengan judul “Islam dan Sosialisme” menjadi karya yang paling monumental pada masa itu. Cokroaminoto tidak pernah alergi dengan soialisme. Namun sebaliknya beliau berterima kasih pada Karl Marx dan Friedrich Engels. Sebab mereka sudah merangsang dirinya tentang pemikiran kesatuan sosialisme yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Sallahu Alaihi Wassalam.

Cokroaminoto berpendapat bahwa sosialisme dibagi menjadi 3 yaitu kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan.

  1. Kemerdekaan
    Setiap orang memiliki kebebasan terhadap hak dirinya sendiri sehingga orang Islam tidak harus takut kepada siapapun atau apapun, melainkan diwajibkan hanya takut kepada Allah saja. Hal ini sesuai dalam Q.S Al Fatihah ayat : 5 yang berbunyi “Hanya kepada engkaulah kami menyembah dan hanya kepa engkaulah kami memohon pertolongan“.
  2. Persamaan
    Dalam pergaulan hidup bersama, Islam mengajarkan kepada umatnya untuk tidak membeda-bedakan derajat seseorang baik miskin atau kaya, pejabat atau rakyat jelata. Bagi Allah, semua itu sama. Namun yang membedakan diantara mereka hanya satu, yakni ketakwaan mereka kepada allah. Hal ini sesuai dengan Q.S Al Hujurat 13 yang berbunyi: “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan. Kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.”
  3. Persaudaraan
    Setelah mengetahui akan pentingnnya persamaan dalam menggapai tujuan hidup, yakni mencari ridha Allah, maka akan muncul dari setiap individu rasa persaudaraan yang kuat di antara mereka. Ibaratkan tubuh manusia ketika ada anggota badan yang tersakiti maka anggota tubuh yang lainnya ikut mersakannya. Rasa cinta di antara mereka seperti rasa cinta di antara saudara yang sebenarnya.
    “Dari Abi Musa dari Nabi SAW., beliau bersabda, “Sungguh (sebagian) mukmin kepada (sebagian) mukmin lainnya seperti bangunan, yang menguatkan sebagian dengan sebagian lainnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Baca Juga  KHA Dahlan: Amal Saleh atau Materialisme Historis?

Meskipun cokroaminoto menerima sebagian poin-poin ajaran sosialisme yang diajarakan oleh Karl Marx, akan tetapi ia sangat mengkritik ajaran Karl Marx yang menyatakan bahwa segala sesuatu berasal dari benda, oleh benda, dan kembali ke benda. Cokroaminoto meyakini bahwa segala sesuatu berasal dari Allah, oleh Allah, dan akan kembali kepada Allah. Sosialisme dalam Islam tidak akan mengungkiri keberadaan tuhan.

Maka dengan itu HOS Cokroaminoto menyimpulkan di dalam bukunnya Islam dan Sosialisme sebagai berikut:

“Bagi kita orang Islam, tidak ada sosialisme atau rupa-rupa isme yang lain-lainnya yang lebih baik, lebih elok, dan lebih mulia, selain sosialisme yang berdasarkan Islam, itu saja.”

Demikian HOS Cokroaminoto menyimpulkan.

Editor: Yusuf

Related posts
Filsafat

Jürgen Habermas: Tidak Ada Identitas yang Tak Tergoyahkan

10 Mins read
Saat musim panas bergumul dengan petani dan peternak daerah sekitar Staufen dan Bollsweil, Freiburg, sempat juga mencatat wawancara majalah Philomag edisi khusus…
Filsafat

Keutamaan Etika atas Metafisika: Inti Filsafat M. Amin Abdullah

3 Mins read
Tulisan ini merupakan kelanjutan dari artikel Kritik M. Amin Abdullah terhadap Etika Al-Ghazali. Inti dari argumen artikel ini, Amin Abdullah menilai etika…
Filsafat

Kritik M. Amin Abdullah terhadap Etika Al-Ghazali

5 Mins read
Amin Abdullah – Al-Ghazali adalah ulama yang fenomenal dalam sejarah intelektual Islam. Mengapa demikian, hal ini karena Al-Ghazali dinilai sebagai tokoh yang…

Tinggalkan Balasan