Islam Enteng-entengan (9): Cara Ziarah Kubur Menurut Rasulullah

 Islam Enteng-entengan (9): Cara Ziarah Kubur Menurut Rasulullah
Ilustrasi: IBTimes.Id            

Oleh: Pak AR

Seorang hamba Allah mengaku bernama Today dari Kutoarjo bertanya kepada Pak AR tentang tatacara ziarah kubur menurut Rasulullah. Berikut ini pertanyaannya: “Bagaimana cara berziarah kubur menurut tuntunan Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wasallam?”

***

Pak AR menjawab:    

Tentang ziarah kubur ini, sesungguhnya Rasulullah pernah melarang. Yaitu ketika orang-orang yang berziarah kubur itu meminta-minta kepada yang sudah meninggal (yang diziarahi itu), supaya terkabul maksudnya. Seperti laris dagangannya, dapat jodoh, lulus ujian, naik pangkat, dikasihi atasan dan sebagainya. Baru kemudian setelah orang-orang mengerti dan faham tentang:

              –   Siapakah manusia itu; siapakah Allah itu.

              –   Bagaimanakah orang hidup itu, dan bagaimana nanti sesudah mati; kemana ruhnya setelah meninggalkan jasadnya; apakah benar orang yang sudah mati itu kelak akan dibangunkan/dihidupkan lagi?

              –   Apakah benar besuk akan ada hari Kiamat?

              –   Apakah benar orang yang beriman, menjalankan shalat, bersedekah, memberi pertolongan kepada sesama,  akan masuk sorga?

              –   Apakah benar orang yang mencuri, merampok, korupsi meskipun tidak terbukti, orang yang berzina dengan tetangganya, dengan iparnya sendiri, dengan ibu tirinya yang rnasih muda, dengan pembantu rumah tangganya sendiri, atau bahkan dengan rnenantunya sendiri, meskipun sudah mau sama mau, saling rela, juga akan disiksa.

              –   Apakah benar bahwa yang dinamakan sorga dan neraka itu benar-benar ada? Apakah itu bukan penipuan?

              –   Apakah orang-orang yang iri, dengki, sombong, angkuh, takabur, suka merendahkan orang miskin, orang desa, orang gunung, orang bodoh dan rakyat biasa; tidak mau menerima saran/nasehat dari rakyat kecil karena kecilnya, apakah orang yang demikian itu kelak juga akan mendapat siksa, meskipun ia tergolong orang pandai, berpangkat, berkuasa, anak-anaknya semua jadi sarjana, dokter, ahli hukum dan sebagainya?

Rasulullah kemudian mengizinkan orang berziarah kubur lagi kepada leluhurnya yang sudah meninggal.

***

Orang-orang telah mengerti bahwa berziarah kubur kepada leluhurnya itu tidak untuk meminta-minta kepada yang sudah meninggal, bahkan dapat memberi peringatan kepadanya bahwa:

              –   Kakeknya yang dulu adalah prajurit yang gagah berani, ahli perang, tidak termakan senjata, juga meninggal;

              –   Pamannya yang pedagang kaya-raya, dagangannya bermacam-macam, usahanya beraneka-rupa: gula, teh, rempah-rempah, beras, semen, minyak dan lain-lain, yang omsetnya tiap hari berkuintal-kuintal, juga dapat mati.

Apalagi dirinya yang bukan prajurit ahli perang, bukan pedagang/pengusaha sukses, tentu dan pasti akan meninggal juga. Oleh karena itu, marilah kita supaya tekun beribadah kepada Allah, gemar beramal shalih, berbuat baik kepada sanak keluarga, kepada tetangga dan kepada masyarakat pada umumnya.

Sumber: buku Tanya Jawab Enteng-entengan karya Pak AR. Pemuatan kembali di www.ibtimes.id lewat penyuntingan.

Editor: Arif


IBTimes.ID - Dihidupi oleh jaringan penulis dan editor yang memerlukan dukungan untuk bisa menerbitkan tulisan secara berkala. Agar kami bisa terus memproduksi artikel-artikel keislaman yang mencerahkan, silakan sisihkan sedikit donasi untuk keberlangsungan kami.

Transfer Donasi ke
Mandiri 137-00-5556665-3
A.n Litera Cahaya Bangsa

Avatar

RedaksiIB

https://ibtimes.id

IBTImes.ID - Beyond the Inspiration: Keislaman, Kemodernan, dan Keindonesiaan

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *