Virus Corona Ubah Total Kebiasaan Orang Indonesia - IBTimes.ID
Perspektif

Virus Corona Ubah Total Kebiasaan Orang Indonesia

3 Mins read

Masyarakat dunia saat ini sedang mengalami musibah non-bencana alam. Tersebarnya Covid-19 atau virus corona membuat sebagian aktivitas di dunia terhenti dan bursa saham pun terjun bebas. Indonesia pun terkena dampak dari Covid-19 ini sehingga rupiah terus melemah mencapai harga 16 ribu rupiah per US Dollar.

Virus Corona dan Covid-19

Covid-19 atau Coronavirus Disease-2019 pertama kali muncul di Wuhan, China pada Desember 2019. Covid-19 menjadi nama resmi virus corona diumumkan oleh World Health Organization (WHO) di Swiss pada hari selasa, 11 Februari 2020. Penamaan tersebut diberikan oleh Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus (Tagar.id).

Penderita Covid-19 dapat mengalami gejala flu seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan dan sakit kepala, atau gejala penyakit infeksi pernapafan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak nafas, dan nyeri dada. Covid-19 ini juga bisa menyebabkan gangguan pada pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian (Cr. Merry Dame Cristy Pane dalam Alodokter.com, 2020).

Saat ini sudah 152 negara yang terkonfirmasi terkena Covid-19 ini. Ada 197.168 kasus dengan korban meninggal sebanyak 7.905 serta pasien sembuh sebanyak 80.840 orang. Karena kasus Covid-19 ini sudah ada 8 negara yang menyatakan mengunci (Lockdown) wilayahnya secara nasional. Di antaranya Spanyol, Malaysia, Italia, Prancis, Denmark, Irlandia, Belanda dan Belgia (Kompas.com).

Kondisi Indonesia

Juru bicara pemerintah untuk Covid-19 mengatakan sejauh ini (19/3) Korban meninggal menjadi 25 Orang. Pasien positif bertambah menjadi 309 kasus positif serta 15 orang sudah sembuh dan dibolehkan pulang.

Covid-19 ini sangat berdampak untuk seluruh sektor di Indonesia. Baik sosial, ekonomi dan bahkan politik semua terkena dampak dari penyebaran wabah covid-19 ini. Secara sosial sangat terlihat perubahan di Indonesia, mulai dari diliburkan seluruh lembaga pendidikan, pelarangan berkumpul di tempat umum hingga himbauan untuk beribadah di rumah.

Baca Juga  Ketidakhadiran Mendikbud di Tengah Pandemi Covid-19

Tentu ini diluar kebiasaan masyarakat Indonesia yang banyak berinteraksi di luar rumah. Terutama banyaknya kontak fisik yang dilakukan masyarakat Indonesia baik sekolah, bekerja dan juga kegiatan lain yang berbasis masyarakat terbiasa dengan berkumpul di suatu tempat.

Sektor ekonomi pun tak lepas dari perubahan, seluruh destinasi wisata di Indonesia mengalami penurunan pengunjung. Maskapai penerbangan mengalami penurunan penumpang terutama setelah Arab Saudi menutup dan menunda kegiatan ibadah umrah. Yang paling parah, pada 19 Maret 2020 siang hari data Jakarata Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menyatakan nilai tukar Dollar AS terhadap Rupiah berada di Level Rp. 15.712. Bahkan sempat menyentuh angka 16 ribu rupiah.

Selain itu, Indeks Harga Saham Gabungan (ISHG) menurut data Perdagangan Bursa Efek Indonesia mencapai angka 4.113,65 atau turun sebesar 5%. Tentu ini akan mengguncang perekonomian Indonesia karena beberapa sektor ekonomi mengalami pelemahan.

Selanjutnya adalah sektor politik. Keributan sektor politik di media sosial semakin banyak karena Covid-19 ini, banyak yang mengkritik kebijakan pemerintah pusat yang lamban. Sedangkan di DKI Jakarta kritik terhadap Gubernur DKI Jakarta terus muncul karena di anggap mendahului kebijakan pemerintah pusat.

Semakin naik angka kasus Covid-19 yang drastis tiap harinya menyebabkan kondisi Indonesia dalam kepanikan. Harga masker dan hand sanitizer melambung tinggi, bahkan banyak yang menimbun komoditas pangan karena khawatir Covid-19 ini akan berlangsung lama.

Perubahan Masyarakat Pasca Covid-19

Perubahan sosial menurut Selo Soemardjan merujuk pada perubahan lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang berpengaruh pada sistem sosialnya. Perubahan ini mencakup nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku.

Sedangkan menurut Parsudi Suparlan perubahan sosial merupakan wujud perubahan dalam struktur sosial dan pola hubungan sosial. Termasuk didalamnya ialah sistem politik, sistem kekuasaan, hubungan keluarga, dan kependudukan.

Baca Juga  Omnibus Law dalam Kacamata Aksiologi

Covid-19 berhasil merubah perilaku masyarakat khususnya masyarakat Indonesia, selain himbauan pemerintah, masyarakat juga memiliki kepanikan jika pola perilaku mereka tidak berubah, beberapa diantaranya pola perilaku masyarakat yang akan berubah total saat dan pasca wabah Covid-19 selesai adalah:

Pertama, pola hidup sehat. Pasca menyebarnya Covid-19 banyak imbauan baik dari pemerintah ataupun organisasi masyarakat serta lembaga swadaya masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat seperti memakai masker ketika keluar rumah, sering mencuci tangan serta memperbanyak minum vitamin.

Himbauan ini untuk mencegah penyebaran Covid-19 dan juga membentuk sistem imun tubuh yang kuat untuk menghadapi virus corona tersebut. Bahkan saat ini di seluruh fasilitas umum melakukan cek suhu tubuh dan diwajibkan mencuci tangan saat memasuki dan menggunakan fasilitas umum tersebut.

Kedua, pola pendidikan jarak jauh. Semenjak ada imbauan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI agar sekolah dan perguruan tinggi menetapkan pembelajaraan di rumah selama dua pekan, banyak Sekolah dan Perguruan Tinggi yang belum siap sehingga banyak menggunakan aplikasi media sosial dan juga aplikasi gratis lainnya.

Bagi beberapa perguruan tinggi telah mempunyai Website e-Learning sehingga tidak terlalu kaget dengan adanya instruksi belajar dari rumah ataupun konsep pendidikan jarak jauh (PJJ). PJJ ini cukup efektif untuk kondisi-kondisi tertentu.

Pasca Covid-19 kemungkinan besar akan banyak Perguruan Tinggi dan sekolah yang menyiapkan dan menerapkan PJJ melalui Website e-learning. Kemudahan yang didapat sangat banyak terutama bagi mahasiswa dan dosen yang tidak bisa hadir di kampus namun tetap bisa mengakses pelajaran melalui e-learning.

Ketiga, efek Covid-19 ini bisa merubah kebiasaan masyarakat Indonesia perihal interaksi sosial. Karena saat ini ada imbauan untuk menghindari kontak secara langsung dan juga gerakan diam di rumah, sehingga mau tidak mau interaksi dilakukan lebih banyak melalui media sosial. Tentu jika ini berlangsung lama akan terjadi perubahan sosial.

Baca Juga  Halalbihalal Virtual di Tengah Pandemi

***

Adanya Covid-19 tentu tidak diinginkan oleh seluruh masyarakat, namun Covid-19 ini akan berdampak banyak terhadap kehidupan sosial masyarakat selain beberapa hal yang penulis sebutkan. Semoga wabah Covid-19 ini cepat teratasi di seluruh dunia, khususnya di Indonesia.

Editor: Nabhan

Avatar
15 posts

About author
Ketua PW IPM Jawa Barat. Sekretaris Democracy and Electoral Empowerment Partnership Kabupaten Bekasi. Follow @fath_rsan
Articles
Related posts
Perspektif

Belajar Menjadi Warga Negara dari Syekh Ali Jaber

3 Mins read
Beberapa waktu lalu secara serentak dalam satu hari banyak orang mengunggah status WhatsApp (WA) yang sama, ucapan belasungkawa meninggalnya ulama Syekh Ali…
Perspektif

Apa Saja Tantangan yang Dihadapi Islam?

2 Mins read
Terdapat tantangan-tantangan yang dihadapi Isalm hari-hari ini. Antara lain ada salah satu fenomena yang menyedihkan dalam perspektif Islam. Bahwa masyarakat menganggap berpenampilan…
Perspektif

Gratis, Syarat Sekolah Tinggi Filsafat Muhammadiyah

3 Mins read
Setelah membaca dua tulisan sahabat saya Ode Ketua IMM Cabang Malang Raya dan Rosyid pegiat Kader Hijau Muhammadiyah Malang saya jadi tergugah…

Tinggalkan Balasan