Jalan Juang Ki Bagus Hadikusumo

 Jalan Juang Ki Bagus Hadikusumo

Ilustrasi. Sumber: Tirto.ID

Belajar sepanjang hayat sebuah frase yang tepat melekat pada peserta seminar nasional dan launching film Jalan Juang Ki Bagus Hadikusumo. Peserta antusias mengikuti pemaparan materi dari para pembicara. Seminar dan launching merupakan kegiatan pamungkas, setelah sebelumnya diselenggarakan Festival Ki Bagus Hadikusumo berupa lomba-lomba edukatif; pidato, story telling, mading 3D, vlog, dan cipta puisi.

Ketua BKS Sleman, Hasanudin M.Pd menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan upaya menggali nilai-nilai kejuangan Ki Bagus Hadikusumo sebagai tokoh muhammadiyah yang juga sebagai pahlawan nasional dalam menggagas ideologi Indonesia utamanya dalam sidang BPUPKI dan umumnya dalam frame khasanah kesilaman dan nasionalisme.

Hadir sebagai pembicara dalam seminar tersebut ialah Prof Syafii Maarif, Prof Munir Mulkhan dan Farid Setiawan. Buya menekankan Ki Bagus punya kemauan keras untuk mengubah dirinya sebagai orang pemikir, budaya bacanya tinggi sehingga pendapat-pendapat beliau didasarkan atas keyakinan yang kuat. Sejalan dengan hal tersebut menurut Prof Munir Mulkhan beranggapan bahwa Ki Bagus merupakan Sang Idealis yang objektif. Sementara itu, Farid mengatakan ada tiga tradisi besar warisan Ki Bagus; membaca, menulis, dan dokumentasi, seyogyanya tradisi intelek tersebut wajib dilestarikan generasi bangsa ke depan.

Kegiatan yang berlangsung di ruang Baroroh UNISA Yogyakarta (30/11/19) ini digagas oleh BKS SMP Muhammadiyah Sleman bekerjasama dengan Majelis Dikdasmen PDM Sleman serta Direktorat Sejarah Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI. Acara tersebut berlangsung khidmat dan mencerahkan. Panitia berharap kerjasama ini dapat terus ditingkatkan agar semakin banyak nilai-nilai dari para tokoh Muhammadiyah dan bangsa dapat digali lagi sehingga nasionalisme dan religiutas anak bangsa kian terpupuk.

Reporter: Aris

RedaksiIB

https://ibtimes.id

IBTimes.id Kanal Islam Berkemajuan. Menyajikan wacana keislaman, keindonesiaan dan kemanusiaan untuk menenebarkan perdamaian dan mengokohkan kebhinnekaan.

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *