Khutbah Jumat: Islam itu Din wa Ni’mah, Bukan Din wa Daulah! - IBTimes.ID
Khutbah

Khutbah Jumat: Islam itu Din wa Ni’mah, Bukan Din wa Daulah!

2 Mins read

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ وَفَّقَ مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ بِفَضْلِهِ وَكَرَمِهِ، وَخَذَلَ مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ بِمَشِيْئَتِهِ وَعَدْلِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَلَا شَبِيْهَ وَلَا مِثْلَ وَلَا نِدَّ لَهُ، وَلَا حَدَّ وَلَا جُثَّةَ وَلَا أَعْضَاءَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا وَعَظِيْمَنَا وَقَائِدَنَا وَقُرَّةَ أَعْيُنِنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ،وَصَفِيُّهُ وَحَبِيْبُهُ. اَللّهُمَّ صَلِّ وسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بْنِ عَبْدِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَّالَاهُ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ. أَمَّابَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ الْقَائِلِ فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ: يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Khutbah Pertama

Jamaah Jumat yang Budiman

Al-Islam Din wa Daulah – Dalam tradisi Islam, belakangan definisi Islam yang popular yaitu Din wa Daulah (Agama dan Negara). Hal ini dikarenakan selama abad ke-20, para pemimpin Islamis, seperti Hasan al-Banna (pendiri Ikhwanul Muslimin di Mesir) menolak gagasan negara sekuler dan mempromosikan penyatuan agama dan negara.

Hasan Al-Banna (1906-1943) mempopulerkan gagasan bahwa Islam merupakan agama sekaligus negara, al-Islam din wa daulah adapun Mahmud Syaltut memiliki definisi Islam adalah Aqidah wa Syariah (akidah dan syariat).

Kira-kira, sejak kapan Din wa Daulah berkembang dalam budaya pemikiran Islam?

Jamaah Jumat yang Budiman

Dalam buku, Political Thought in Medieval Islam, Erwin Rosenthal ternyata salah mengaitkan satu perkataan kepada Nabi Muhammad: “Agama dan kekuasaan (sekuler) adalah sudara kembar”.

Dalam al-Iqtisad fi al-I’tiqad (Tak Berlebihan dalam Berkeyakinan) –yang dikutip Rosenthal– Ghazali memang menetapkan agama dan sultan sebagai saudara kembar. Namun Ghazali tidak merujuk hadis. Lalu, dari mana istilah agama dan kekuasaan sebagai saudara kembar?

Baca Juga  Khutbah Jumat Terbaru 2021: Kebebasan Beragama dalam Al-Quran

Jamaah Jumat yang Budiman

Menurut Ahmet T Kuru, Islam, Otoritarianisme, dan Ketertinggalan, kalimat “agama dan otoritas kerajaan adalah saudara kembar” merupakan pepatah terkenal, asal-susulnya bukan dari Nabi, malainkan “Persia Sasaniyah”.

Menurutnya, satu setengah abad sebelum Al-Ghazali, ahli sejarah Mas’udi mengutip terjemahan bahasa Arab suatu tulisan Sasaniyah dalam bukunya. Dalam narasi Mas’udi, pendiri Kerajaan Sasaniyah, Ardasyir I memberikan nasihat dalam wasiatnya:

“Agama dan kekuasaan kerajaan adalah saudara kembar, yang tidak bisa ada tanpa satu sama lain; karena agama merupakan dasar kekuasaan kerajaan dan kerajaan merupakan penjaga agama. Setiap bangunan yang tidak memiliki dasar, akan runtuh dan setiap bangunan yang tidak dijaga akan hancur” (Kuru, 15).

Sebelum Mas’udi, wasiat Ardasyir telah diterjemahkan dari Bahasa Persia Tengah ke Bahasa Arab beberapa kali: yang pertama pada abad ke-8. Singkatnya, asal-usul gagasan persaudaraan agama dan negara di dunia Muslim adalah teks Sasaniyah, bukan Islam.

Lalu, bagaimana seharusnya definisi Islam dalam Al-Qur’an?

Jamaah Jumat yang Budiman

Dalam QS Al-Maidah ayat 3, Allah berkalam:

…. اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًاۗ …..

“….Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu…”.

Berdasarkan ayat ini, dalam Fikih Akbar: Prinsip-Prinsip Teologis Islam Rahmatan Lil ‘Alamin , KH Hamim Ilyas menjelaskan bahwa definisi Islam adalah Din wa Ni’mah.

Din dimaknai sebagaisistem kepercayaan dan peribadatan, yaitu Rukun Iman dan Rukun Islam yang menjadi dasar spiritualitas dan moral untuk mewujudkan peradaban.

Adapun Ni’mah dimaknai sebagai al-Halah al-Hasanah (keadaan yang baik), sedangkan untuk mewujudkan kehidupan yang baik dibutuhkan sebuah “peradaban”.

Baca Juga  Buletin Jumat: Momen Syawalan Perekat Persaudaran

Dengan demikian, Din wa Ni’mah, dapat diperoleh makna Islam itu agama dan peradaban, bukan agama dan politik, kekuasaan, atau negara. Dan rujukan jelas dalam Al-Qur’an.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

Jamaah Jumat yang Budiman

Dengan memahami definisi Islam Din wa Ni’mah (agama peradaban), siapapun akan berpikir ulang untuk mengkampanyekan gagasan Islam sebagai agama politik. Bahwa untuk meraih kemajuan dan kebaikan hidup, Islam tidak harus menjadi agama politik dengan mendirikan negara Islam.

Karena itu, pada khutbah yang kedua ini, saya ingin mengutipseorang pemikir Mesir Gamal al-Banna, adik bungsu Hasan al-Banna. Yang kebetulan adik-kakak ini berseberangan pemikirannya.

Dalam Al-Islam Din wa Ummah wa Laysa Dinan wa Daulah (Islam adalah Agama dan Umat, Bukan Agama dan Negara), Gamal menjelaskan ayat-ayat Al-Qur’an yang menekankan bahwa Nabi Muhammad merupakan seorang utusan, bukan penguasa.

Gamal berpendapat, bahwa otoritas politik Rasulullah seharusnya tidak dijadikan model politik sekarang, karena pemerintahannya sangat berbeda dibanding negara modern, dalam hal pelembagaan kekerasan dan kapasitas lainnya di negara modern.

Tak seperti Hasan al-Banna, para pemikir Muslim yang mendukung pemisahan agama dan negara hanya berdampak kecil kepada politik Muslim. Sementara itu, pengaruh Gamal Al-Bana tidak bisa menandingi pengaruh kakaknya yang Islamis.

Karena itu gagasan Islam Din wa Ni’mah harus terus disuarakan oleh kita semua.

Baca Juga  Buletin Jumat: Teladan Kebangsaan Mbah Hasyim Asy’ari

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى

رَبنا أَدْخِلْنا مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنا مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لنا مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا

اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِى الأُمُورِ كُلِّهَا وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْىِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ. وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ. وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

عباد الله، إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفخشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون. فاذكروا الله العظيم يذكركم واشكروه على نعمه يزدكم

وادعوه يستجب لكم ولذكر الله أكبر

Konten ini adalah hasil kerja sama dengan Biro Humas, Data, dan Informasi Kementerian Agama Republik Indonesia

Editor: Yahya FR

Avatar
80 posts

About author
Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga
Articles
Related posts
Khutbah

Khutbah Jumat: Bahaya Mempersempit Agama

3 Mins read
اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ وَفَّقَ مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ بِفَضْلِهِ وَكَرَمِهِ، وَخَذَلَ مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ بِمَشِيْئَتِهِ وَعَدْلِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا…
Khutbah

Khutbah Jumat: Islam itu Agama Rahmat, Bukan Agama Laknat

3 Mins read
اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ وَفَّقَ مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ بِفَضْلِهِ وَكَرَمِهِ، وَخَذَلَ مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ بِمَشِيْئَتِهِ وَعَدْلِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا…
Khutbah

Khutbah Jumat: Islam Kaffah itu “Beragama yang Moderat”

2 Mins read
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ محمَّدًا…

Tinggalkan Balasan