Kronik (2): Openbare Vergadering 1912, Muhammadiyah Resmi Dideklarasikan

 Kronik (2): Openbare Vergadering 1912, Muhammadiyah Resmi Dideklarasikan
Logo Muhammadiyah periode kepemimpinan KH Ibrahim. Poto: IBTimes.Id/Istimewa            

Forum permusyawaratan tertinggi pertama yang digelar Muhammadiyah disebut openbare vergadering. Digelar kurang lebih sebulan setelah pengajuan badan hukum kepada Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Kapan dan di mana momentum penting ini diselenggarakan? Bagaimana jalannya rapat umum terbuka pertama di Muhammadiyah ini? Siapa sajakah yang ditetapkan dalam struktur pertama Hoofdbestuur (sekarang Pimpinan Pusat) Muhammadiyah? Berikut ini ulasan historis IBTimes.Id.

Pelaksanaan Openbare Vergadering

Sumber Kiai Syuja’ (2010) menyebut bahwa openbare vergadering Muhammadiyah terjadi pada hari Sabtu malam Minggu akhir bulan Desember dimulai pukul 20.30. Dalam penelusuran dokumentasi Tim IBTimes.Id, minggu akhir bulan Desember 1912 jatuh pada tanggal 29 dan bertepatan dengan hari Minggu.

Pelaksanaan permusyawaratan tertinggi pertama di Muhammadiyah yang diselenggarakan malam hari hanya berlangsung selama 5 jam. Dimulai sejak pukul 20.30 dan berakhir 23.30 WIB. Dihadiri oleh tamu-tamu undangan khusus, seperti: Sri Sultan Hamengkubuwono VII, para pengurus Boedi Oetomo, dan para priyayi (Ngabehi) serta umat Islam di sekitar Yogyakarta.     

Peristiwa permusyawaratan tertinggi pertama di Muhammadiyah ini dilaksanakan di Loodge Gebouw Malioboro. Warga sekitar menyebut gedung ini dengan Loji Setan (sekarang Gedung DPRD DIY). Yaitu, pusat kegiatan kemanusiaan dari kelompok Freemason di Yogyakarta.  

Permusyawaratan Pertama Muhammadiyah

Openbere vergadering pertama dipimpin langsung oleh KH Ahmad Dahlan. Permusyawaratan berjalan lancar karena hanya berisi sosialisasi (deklarasi) berdirinya sebuah perkumpulan yang disebut Muhammadiyah. KH Ahmad Dahlan mempersilahkan kepada Dwijosewoyo, ketua Boedi Oetomo cabang Yogyakarta, untuk memberikan penjelasan Rechtpersoon Muhammadiyah yang masih berbahasa Belanda, kepada peserta rapat umum terbuka selama kurang lebih 30 menit.

Di akhir rangkaian seremoni openbare vergadering, KH Abdullah Siraj, Kiai Penghulu Pakualaman, memimpin doa untuk menyambut kelahiran organisasi Muhammadiyah. Dalam doanya, Kiai Abdullah Siraj berharap Muhammadiyah diberi usia yang panjang dan selalu dalam bimbingan dan perlindungan Allah SWT.

Baca Juga  Bupati Gresik menandatangani prasasti dibukanya Berlian Library Ramah Anak

KH Ahmad Dahlan yang memimpin rapat umum terbuka menutup seremoni dengan membaca surat Al-Fatihah. Tepat pukul 23.30, rapat umum terbuka selesai. Maka secara formal organisasi Muhammadiyah telah dideklarasikan pada malam Minggu pukul 23.30 tanggal 29 Desember tahun 1912 di Loji Setan.   

Struktur Pertama HB Muhammadiyah 1912

Berdasarkan Statuten pertama (1912), struktur Hoofdbestuur (HB) Muhammadiyah terdiri dari sembilan orang. Berikut ini struktur HB Muhammadiyah 1912 yang telah terbentuk:

  1. M.Ketibbamin, Haji Ahmad Dahlan.
  2. M.Pangulu, Abdoellah Sirat.
  3. R.Ketib Tjandana, Haji Ahmad.
  4. Haji Abdul Rahman.
  5. R.Haji Sarkawi.
  6. M.Gebayan, Haji Mohammad.
  7. R.Haji Djaelani
  8. Haji Akis (Anis)
  9. M. Carik, Haji Mohammad Fakih.

Penulis : Mu’arif

Riset    : Tim IBTimes

Editor  : Yahya & Nabhan


IBTimes.ID - Dihidupi oleh jaringan penulis dan editor yang memerlukan dukungan untuk bisa menerbitkan tulisan secara berkala. Agar kami bisa terus memproduksi artikel-artikel keislaman yang mencerahkan, silakan sisihkan sedikit donasi untuk keberlangsungan kami.

Transfer Donasi ke
Mandiri 137-00-5556665-3
A.n Litera Cahaya Bangsa

Avatar

RedaksiIB

https://ibtimes.id

IBTImes.ID - Beyond the Inspiration: Keislaman, Kemodernan, dan Keindonesiaan

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *