IBTimes.ID – Prahara di Timur Tengah tak kunjung usai. Di lini massa misalnya, berita-berita tentang Palestina hampir setiap hari muncul. Baik video, foto dan cerita-cerita lainnya sampai ke telinga kita sebagai warga Indonesia. Peristiwa penyerangan terhadap Gaza menjadi cerita masyarakat internasional yang disampaikan dengan sudut pandang kemanusiaan.

Sampai sekarang Gaza mengalami krisis baik obat-batan yang dapat menurunkan kualitas kesehatan warga Palestina di saat kesehatan mereka tidak dalam kondisi yang semestinya. Belum lagi prahara yang menimpa Yaman. Berdasarkan informasi hari ini, Indonesia menutup sementara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Sana’a, Yaman. Alasan penutupan KBRI karena konflik di negara itu.

Dalam laporannya, Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan WNI di Yaman telah direlokasi ke tempat yang lebih aman.  Masalah keamanan menjadi pertimbangan penting agar tidak ada WNI yang masih berada di wilayah konflik bersenjata itu. KBRI juga mengimbau kepada WNI untuk tidak masuk ke daerah Yaman, imbaun ini diberlakukan hingga saat ini sejak kabar ini gencar diberitakan di media massa dalam negeri.

Kabar duka juga datang dari saudara-saudara kita yang berada di desa Rohingya, Myanmar. Dalam laporannya Australian Strategic Pollicy Institute (ASPI) mengabarkan pemerintah Myanmar masih menghancurkan desa-desa yang ada di Rohingya. Dari laporan satelit itu juga menemukan bukti bahwa pembakaran desa-desa di wilayah itu masih terus berlanjut hingga tahun ini.

Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pernah menyebutkan bahwa tindakan kekerasan yang dilakukan militer Myanmar, pada Agustus 2017 menyisakan kepediahan yang mendalam. Kondisi tersebut sulit untuk mewujudkan harapan bagi warga Rohingya untuk dapat hidup yang bermartabat dan aman.  Sementara dalam kesempatan yang sama, di Indonesia kita masih hidup dalam rasa aman kendati hiruk-pikuk politik menyita perhatian banyak orang. Masih ada asa bagi warga Indonesia untuk berbagi kepedulian kepada saudara-saudara kita yang ada di Myanmar, Palestina, dan Yaman.

Lazismu sebagai lembaga amil zakat nasional, dalam program kemanusiaannya, mendorong agar ketiga negara itu menjadi perhatian serius. PR Manager Lazismu, Nazhori Author, mengatakan, tahun ini dalam program “Qurban Untuk Kemanusiaan” distribusi kurban juga akan disalurkan ke luar negeri. “Khususnya di kawasan yang dilanda konflik sosial seperti Yaman, Palestina dan Rohingya.

Di tahun-tahun sebelumnya, lanjut Author, Lazismu telah memberikan bantuan dalam program kemanusiaan yang dilaksanakan atas nama Muhammadiyah Aid. Seperti layanan ksehatan di Cox’s Bazar, Bangladesh untuk warga Rohingya sebagai misi kemanusiaan, jelas Author.

Begitu juga bantuan kemanusiaan ke Palestina masih terus digalang sejak Ramadhan kemarin. Maka momentum Idul Adha tahun ini, tambah Author, Lazismu berupaya memujudkan misi kemanusiaan melalui program Qurban Untuk Kemanusiaan, dengan menyalurkan hewan kurban yang dihimpun dari para donator dan muzaki.

Ada beberapa alasan, menurut Author, Lazismu ingin memberikan yang terbaik dalam penyaluran hewan kurban selain di dalam negeri terutama di kawasan 3T (terluar, terdepan, dan tertinggal) serta kantong-kantong kemiskinan baik di desa dan di kota.
Agar penyaluran hewan kurban merata, tidak terkonsentrasi di wilayah tertentu, Lazismu juga menyalurkan di luar negeri, yakni di Myanmar, Palestina dan Rohingya. Lazismu bersama Muhammadiyah Aid yang tergabung dalam Indonesian Humanitarian Alliance (IHA) telah mempersiapkan agenda itu agar saudara-saudara kita di sana turut merasakan kebahagiaan di saat merayakan Idul Adha. (Lazismu)

1 komentar

Tinggalkan balasan

mohon berikan komentar anda
mohon untuk menuliskan nama anda