Katanya, Muhammadiyah itu serius. Terlalu serius, bahkan. Rapatnya serius, pengajiannya serius, sampai ada seloroh yang bilang, “Jangan-jangan buat ketawa aja harus lewat musyawarah mufakat dulu?”
Tapi, benarkah demikian? Bukankah kalau semua hal harus selalu ditanggapi dengan dahi berkerut, kita jadi kehabisan ruang untuk sekadar mengambil jeda?
Pertanyaan inilah yang dijawab dengan sangat apik lewat buku Anekdot Mematahkan Mitos Muhammadiyah Tidak Lucu. Lahir dari rahim Medkom Kantor PP Muhammadiyah, serial yang awalnya wara-wiri di Instagram, Facebook, dan TikTok ini kini hadir dalam bentuk cetak. Bukan sekadar ikut-ikutan tren, buku ini adalah cara baru bercerita tentang sisi lain tradisi intelektual persyarikatan yang ternyata menyimpan banyak ruang untuk canda, ironi, dan kelucuan-kelucuan tak terduga.
Kisah ini dibuka dengan sebuah artikel viral yang mengklaim bahwa anak-anak Muhammadiyah itu kurang nongkrong, mentok-mentok cuma kumpul buat rapat dan pengajian, dan berujung pada diagnosis: Muhammadiyah defisit humor. Tentu saja, klaim ini bikin panas. Rapat darurat malam itu menjadi titik awal pembuktian tiga sekawan ini untuk menghancurkan apa yang mereka sebut sebagai mitos atau bahkan fitnah!
Membaca Buku Mematahkan Mitos Muhammadiyah Tidak Lucu rasanya seperti sedang mengintip obrolan warung kopi anak-anak aktivis. Penulisnya berhasil membawa kisah keseharian yang terasa sangat dekat. Mulai dari debat receh antar kader, keresahan sosial, sampai momen-momen overthinking yang biasanya cuma disimpan di kepala masing-masing.
Hebatnya, semua keresahan itu dikemas dengan sangat ringan dan nyeleneh, tanpa sedikit pun menanggalkan identitas Muhammadiyah yang rasional dan berkemajuan. Komedi yang disajikan bukan tipe slapstick yang memaksa Anda tertawa terbahak-bahak sampai sakit perut. Sebaliknya, ini adalah jenis humor satir yang akan membuat Anda tersenyum simpul, terdiam sejenak, lalu bergumam dalam hati, “Wah, ini gue banget, nih.”
Bagi kamu kader persyarikatan, buku ini adalah cermin untuk menertawakan diri sendiri dengan cara yang elegan. Dan bagi kamu yang berada di luar persyarikatan, buku ini adalah pintu masuk paling menyenangkan untuk mengenal wajah Muhammadiyah yang lebih rileks, hangat, dan sangat manusiawi.
Identitas Buku
Judul Buku: Mematahkan Mitos Muhammadiyah Tidak Lucu
Penulis: Ilham Ibrahim
Editor: Adam Qodar
Design Cover: Alnindya Nugrahani dan Daffa Amru Rahmanta
Jumlah Halaman: 220 halaman
Penerbit: PT Litera Cahaya Bangsa
Tahun Terbit: 2026


