back to top
Senin, Juli 6, 2026

Milad ke-24 Lazismu: Integrasi Menguatkan Dampak

Lihat Lainnya

IBTimes.ID – Tepat pada hari ini, 4 Juli 2026, Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sadaqah Muhammadiyah (Lazismu) memperingati hari jadinya yang ke-24. Sejak didirikan pada 4 Juli 2002, Lazismu terus berupaya mengokohkan komitmennya dalam pemberdayaan umat. Pada milad tahun ini, Lazismu mengusung tema “Integrasi Menguatkan Dampak”, sebuah langkah strategis untuk menyatukan gerak langkah kelembagaan demi menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujaddid Rais, menegaskan bahwa integrasi di dalam tubuh Lazismu merupakan manifestasi dari nilai-nilai spiritual dan perintah agama untuk merapikan barisan.

“Integrasi adalah sunnatullah. Terinspirasi dari tauhid yang menjadi pondasi kesatuan ketuhanan, kesatuan penciptaan, kesatuan kemanusiaan. Integrasi menautkan setiap hierarki kelembagaan Lazismu di bawah satu kesatuan sistem,” ungkap sosok yang akrab disapa Pak Rais di Jakarta pada Senin (6/7).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dengan tata kelola yang baik dan barisan yang terorganisir, amanah umat dapat dituntaskan dengan maksimal. Integrasi ini bermakna Satu Sistem, Satu Gerak, Satu Tujuan, di mana seluruh aktivitas Lazismu—mulai dari penghimpunan, pengelolaan, penyaluran, hingga pelaporan ZISKA—kini terhubung dalam satu arah kebijakan nasional.

Langkah ini memastikan bahwa Lazismu di tingkat pusat, wilayah, dan daerah tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling menguatkan. Sinergi ini juga diperluas melalui kolaborasi dengan mitra internal (MLO) maupun eksternal Muhammadiyah, seperti Kemenag, Baznas, dan NGO.

Baca Juga:  IBTimes dan Lazismu Galang Donasi Bareng untuk Cegah Corona

“Integrasi data dan teknologi akan mempercepat pengambilan keputusan, memudahkan pelaporan, serta meningkatkan akuntabilitas dan kepercayaan publik. Muaranya, bagaimana seluruh integrasi proses ini memberikan kebermanfaatan dan menguatkan dampak yang luas bagi upaya pemberdayaan umat dan kemanusiaan—khususnya pengentasan mustahik menjadi muzakki—serta pembelaan terhadap kaum mustadh’afin yang menanti kiprah Lazismu lebih luas lagi di usianya yang ke-24 ini,” tegas Pak Rais.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama Lazismu, Barry Adhitya, memaparkan bahwa arah kebijakan ini merupakan mandat langsung dari Rencana Strategis (RENSTRA) Lazismu 2025-2030.

“Sesuai amanat RENSTRA Lazismu 2025-2030, kami bertekad menghadirkan ekosistem ZISKA yang terintegrasi, berdampak dan berkelanjutan,” ujar Pak Barry.

Memasuki usia 3 windu, Lazismu menaruh fokus utama pada penguatan tata kelola, perancangan program yang membawa perubahan nyata dan berkelanjutan, serta peningkatan profesionalitas Amil.

“Integrasi pikiran, perencanaan, dan tindakan Lazismu seluruh Indonesia berbasis teknologi akan semakin menguatkan dampak ZISKA bagi masyarakat dan mampu menghadirkan layanan terbaik,” pungkasnya.

Peringatan Milad ke-24 ini menjadi momentum bagi Lazismu untuk memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat. Semoga Allah Swt senantiasa meridai dan memberkahi segenap langkah perjuangan Amil Lazismu di seluruh penjuru tanah air dan mancanegara dalam menghadirkan keadilan sosial dan kesejahteraan umat.

(MS)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru