back to top
Senin, Mei 4, 2026

Muhammadiyah dan World Meditation Foundation Perkuat Dialog Perdamaian Lintas Iman

Lihat Lainnya

IBTimes.ID – Muhammadiyah terus memperkuat peran globalnya dalam mendorong perdamaian lintas iman melalui dialog dan kolaborasi internasional. Hal ini terlihat saat Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional (LHKI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menerima kunjungan delegasi World Meditation Foundation di Kantor Pusat PP Muhammadiyah, Jakarta, Ahad (3/5).

Pertemuan ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan perspektif lintas iman. Hal ini penting dalam membangun kesadaran, empati, serta kerja sama kemanusiaan di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Muhammadiyah menilai bahwa dialog lintas agama merupakan langkah penting dalam menciptakan dunia yang lebih damai dan berkeadaban.

Sekretaris LHKI PP Muhammadiyah, Yayah Khisbiyah, menegaskan bahwa kolaborasi lintas iman harus terus diperkuat sebagai bagian dari upaya bersama menghadapi berbagai tantangan global.

Lintas Iman Jadi Jembatan Perdamaian Global

Dalam dialog tersebut, delegasi World Meditation Foundation memaparkan pendekatan meditasi berbasis ilmiah sebagai sarana meningkatkan kesehatan fisik dan mental, sekaligus memperkuat kesadaran diri. Praktik ini dinilai mampu menumbuhkan ketenangan batin serta mendorong terbentuknya masyarakat global yang lebih welas asih.

Ven. Miao Hai menjelaskan bahwa meditasi memiliki peran penting dalam membangun konsentrasi, empati, dan kebijaksanaan. Ia menilai, di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan, manusia membutuhkan keseimbangan batin agar tetap memiliki kejernihan dalam berpikir dan bertindak.

Sementara itu, dalam perspektif Islam, konsep spiritualitas memiliki kesamaan nilai dengan praktik meditasi. Bunyan Saptomo menjelaskan bahwa dzikir menjadi salah satu bentuk latihan kesadaran dalam Islam.

Baca Juga:  Memanas, Jepang Tempatkan Rudal untuk Cegah Drone dari China

Dzikir tidak hanya dimaknai sebagai pengucapan lafaz, tetapi juga sebagai upaya menghadirkan ketenangan hati, kesadaran diri, serta kedekatan dengan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Muhammadiyah menyambut baik pertemuan ini sebagai langkah konkret dalam memperkuat dialog lintas iman yang inklusif dan produktif. Nilai-nilai seperti empati, kemaslahatan, dan persaudaraan kemanusiaan menjadi titik temu yang dapat dikembangkan bersama.

Yayah Khisbiyah juga mendorong agar dialog ini tidak berhenti pada pertemuan semata, tetapi dilanjutkan dengan program kolaboratif yang berdampak nyata, khususnya dalam isu perdamaian, kesehatan mental, dan penguatan spiritualitas.

Menurutnya, di tengah arus globalisasi yang cepat, ruang-ruang dialog lintas agama dan budaya menjadi semakin penting untuk menjaga harmoni sosial. Praktik spiritual seperti meditasi, dzikir, dan refleksi dinilai dapat menjadi jembatan untuk membangun manusia yang lebih sadar, bijaksana, dan berkontribusi bagi perdamaian dunia.

Melalui kolaborasi lintas iman yang berkelanjutan, Muhammadiyah berharap dapat terus mengambil peran aktif dalam menciptakan tatanan global yang damai, inklusif, dan berkeadilan. (NS)


Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru