#NGAJILITERASIi: Dua jebolan Muhammadiyah Asal Bangka Belitung - IBTimes.ID
Video

#NGAJILITERASIi: Dua jebolan Muhammadiyah Asal Bangka Belitung

3 Mins read
Oleh : Al bawi *

#NgajiLiterasi merupakan agenda rutin yang dilaksanakan dalam waktu satu bulan sekali dengan pelbagai isu yang diangkat mulai dari membedah buku, diskusi jurnal, bedah film hingga membahas isu-isu yang sedang hangat dibicarakan.  #NgajiLiterasi merupakan kolaborasi antara Serikat Taman Pustaka, PP IPM dan PP Nasyiatul Aisyiyah, kolaborasi ini merupakan bentuk ikhtiar para pegiat literasi untuk tetap menjaga napas keilmuan dalam tubuh Muhammadiyah dengan lintas ortom. Pada #NgajiLiterasi kali ini (22/11) bertempat di lantai 2 Gedoeng Muhammadiyah membahas dua buah buku yang menarik untuk di bedah secara mendalam yaitu buku Orang-Orang Biasa karya Andrea Hirata dan buku Chef Academica karya Ali Audah dengan empat narasumber antara lain Dede Dwi Kurniasih dari PP Nasyiatul Aisyiyah, AS Rijal seorang Mahasiswa S3 Ilmu Budaya UGM, Arif Jamali Muis seorang Penulis dan juga Ali Audah selaku penulis buku Chef Academica.

Dalam kesempatan #NgajiLiterasi ini, Ali Audah selaku penulis buku Chef Academica asal Bangka Belitung memberikan kata pengantar dalam diskusi tentang bagaimana para terpelajar mengalami kelemahan berpikir untuk membangun narasi hingga mengungakp tesis ilmiah untuk dikembangkan menjadi teori hingga paradigma, kemudian mempertajam spirit berpikir yang lebih komprehensif untuk mencapai harapan besar cakrawala ilmu pengetahuan yang dimana Indonesia akan tertinggal apabila khazanah berpikir kita tidak mendalam dan luas.

AS Rijal seorang Mahasiswa S3 UGM ilmu Budaya mengatakan buku Chef Academica dan buku Andrea Hirata tentang Orang-Orang Biasa merupakan bentuk sastra populer yang harus menari perhatian bagi generasi muda, karena dalam hal ini sastra dan filsafat menjadi jauh jaraknya kepada para pembaca muda khususnya generasi Z yang menganggap sastra dan filsafat adalah barang kuno. Kedua buku ini juga menjadi energi baru yang dimana Andrea Hirata yang Asli Bangka Belitung yang juga pernah mengenyam pendidikan di Muhammadiyah membawa kembali spirit Laskar pelangi namun dibuku yang satu ini Andrea membawa dengan  sudut pandang yang berbeda yaitu dengan menghadirkan tokoh-tokoh biasa saja tidak sukses dan tidak mapan penuh dengan musibah  yang merupakan kebalikan dari tokoh-tokoh Laskar Pelangi yang sukses di kemudain hari.

Baca Juga  Tujuh Obat Kesusahan Hidup

***

Penulis buku Chef Academica mencoba warna baru dalam membahas isu filsafat mulai dengan judul BAB seperti menu makanan, dengan menawarana pembahasan pendidikan dan filsafat untuk bisa diterima oleh seluruh kalangan mulai dari pelajar hingga akademisi di perguruan tinggi. Kemudian, ada beberapa hal menarik yang disampaikan oleh Dede Dwi Kurniasih dari PP Nasyiatul Aisyiyah mengatakan dalam buku ini penulis seperti sedang bermasak, sehingga narasi yang dibangun bisa dirasakan kenikmatanya dengan gurih dan renyah untuk dibaca. Dalam hal ini juga Mbak Dede sapaan akrabnya mengatakan obsesi filsafat akan melekat pada meja makan kita atas dasar bagian dari keseharian kita yang dalam hal ini membiasakan berpikir filsafat menjadi bagian dari kehidupan.

dalam kedua buku ini memiliki pendekatan yang sama yaitu tetnang orang yang biasa saja dengan hidup sederhana bahkan hidup susah untuk menghidupi anaknya, dan seluruh permasalahan kehidupan yang begitu kompleks akan terselesaikan apabila gorengan, kopi atau teh sudah tersedia di meja, itulah mengapa dalam buku Andrea Hirata yang menawarkan permasalahan orang-orang pada umumnya akan bisa diselesaikan oleh buku Ali Audah tentang memotong permasalahan itu dengan menikmati kehidupan dan menyederhanakan sebuah masalah kehidupan. Dan juga problematika kehidupan akan bisa diselaikan dengan orang yang tepat pula sehingga seluruh persoalan hidup akan menjadi lebih berwarna.

Dua jebolan Muhammadiyah asal Bangka Belitung kurang lebih seperti itu yang disampaikan oleh Pak Arif Jamali Muis hal ini membuat para peserta tersadar ternyata kedua buku ini merupakan karya anak Bangka Belitung yang juga pernah mengeyam bangku sekolah Muhammadiyah. Pak Arif kemudian menyebutkan kedua buku ini walau berbeda mulai dari cara penjualan hingga karakteristik isi buku akan tetapi memiliki kesamaan kerangka  berpikir yaitu membuka cakrawala berpikir kita tentang cara pendidikan yang digunakan Muhammadiyah tentang bagaimana tolong menolong tentang bersyukur atas hidup hinggga belajar menuntut ilmu yang tidak pernah berhenti melalui kritik Andrea Hirata tentang ketimpangan sosial ini mengajak kita untuk melihat fenomena yang terjadi di Indonesia atas ketidak adilan dalam menjalankan roda kehidupan. Kedua buku ini juga menjaga nilai-nilai agama yang lebih sosial, kritis dan terbuka dan juga kedua buku ini bisa disebut sebagai buku pendidikan karakter yang bisa kita ambil nilai-nilai yang terkadung didalamnya melalui pengangkatan fenomena yang terjadi.

Baca Juga  Ustaz Fathur Menjawab: Umat Islam Disudutkan, Masjid Lockdown, Mengapa Pasar Tidak?

***

Kedua buku ini menjadi refleksi bersama kader muda Muhammadiyah yang hari ini jarang mengakat isu sastra dan filsafat di kolaborsikan dengan isu sosial yang terjadi dilingkungan kita, kedua buku ini juga merupakan jawaban atas persoalan dan permasalahan yang berkembang dengan pendekatan orang-orang biasa dalam sudut pandang manusia umum tetapi luar biasa dalam sudut pandang filsafat dan juga hal biasa akan menjadi sederhana pabila tidak di kaji, tetpai hal biasa akan menjadi penemuan apabila di kaji melalui pendekatan filsafat. Sebuah harapan besar pegiat literasi dan kader Muhammadiyah untuk bisa melihat realitas yang ada.

*Anggota PP IPM Arif Jamali Muis

Avatar
1026 posts

About author
IBTimes.ID - Kanal Moderasi Islam. Sebuah media online yang berprinsip pada wasathiyah Islam dengan memadukan doktrin keislaman, perkembangan sains mutakhir, dan nilai keindonesiaan.
Articles
    Related posts
    Video

    Gus Baha Ceramah di Depan Rektor & Dosen UMM Malang

    1 Mins read
    Rektor bersama para dosen UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) berkesempatan mengujungi kediaman KH Bahaaudin Nursalim yang dikenal dengan Gus Baha dalam rangka Ngaji…
    Video

    Bolehkah Dana Kurban Dikonversi Menjadi Dana Dhuafa?

    1 Mins read
    Idul Adha tahun ini agak berbeda, karena masyarakat sedang mengalami masa pandemi yang diakibatkan oleh virus covid-19. Pandemi ini mengakibatkan banyak orang…
    Video

    Korban Corona Tembus 100,000 Jiwa, Imam Shamsi Ali Kumandangkan Azan di Kota New York

    1 Mins read
    Pada Selasa (26/5) siang , 1:15 bersamaan dengan masuknya waktu shalat Zhuhur di kota New York, Imam Shamsi Ali, Imam/Direktur Jamaica Muslim…

    Tinggalkan Balasan