Pak AR dan Poligami: Mimpi Saja Takut!

 Pak AR dan Poligami: Mimpi Saja Takut!
Ilustrasi: Republika            

Poligami pernah jadi topik aktual yang menjadi perbincangan di IBTimes.Id beberapa waktu lalu. Ada yang vulgar merespon. Menerima dengan senang hati lewat komentar-komentar afirmatif. Ada pula yang vulgar menolak (tapi sebenarnya menolak dengan “berat hati”). Yang jelas komentar-komentar soal poligami antara pro dan kontra di akun jejaring media social IBTimes.Id cukup riuh.   

Mari kita belajar keteladanan dari sosok Pak AR, terutama soal poligami ini. Tentu saja, gaya Pak AR ketika merespon tawaran poligami sesuai dengan watak dan pembawaan beliau yang selalu mengundang senyum dan gelagak tawa. Seperti biasa, kisah Pak AR mendapat tawaran poligami ini dituturkan dengan lugas oleh Syukriyanto AR, salah seorang putra Pak AR, dalam buku Anekdot dan Kenangan Lepas Tentang Pak AR (2005).

Salah satu konsekuensi menjabat sebagai pegawai negeri, Pak AR harus rela meninggalkan keluarganya di Yogyakarta untuk ditempatkan bertugas di suatu daerah. Nah, ketika Pak AR menjabat sebagai Kepala Kantor Jawatan Penerangan Agama Propinsi Jawa Tengah, beliau tinggal di komplek Panti Asuhan Muhammadiyah di kampung Pindrikan, Jalan Sadewo Semarang, Jawa Tengah.

Konon, Pak AR dipinjami rumah sederhana ini. Dinding rumah masih terbuat dari bambu. Dinding dari anyaman bambu yang tidak rata menyisakan lobang-lobang kecil tempat keluar masuk angin. Ketika mengisahkan cerita ini, Syukriyanto AR menulis, “Karena dari lobang anyaman bambu angin mengalir terus siang malam, sehingga terasa isis” (eit, bukan ISIS Gerakan teroris ya! Tapi isis itu sejuk segar karena terpaan angin).

Singkat cerita, selama bertugas di Semarang, keluarga Pak AR tetap tinggal di Yogya. Nah, hal ini telah diketahui oleh orang banyak. Pada suatu hari, Pak AR diundang ceramah di daerah Jepara untuk pengajian Maulud Nabi Muhammad SAW. Di antara tokoh masyarakat yang hadir terdapat seorang Kiai yang memiliki pondok pesantren dengan santri yang cukup banyak.

Selesai ceramah memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW, Pak AR masih diminta jagongan (ramah-tamah) oleh Kiai tersebut. Pembicaraan antara keduanya kesana-kemari, lalu muncul pikiran nakal dan usil dari kiai tersebut.

“Pak Kiai AR,  ibu kan sedang tinggal di Yogya. Masak Pak Kiai bertahun-tahun sendirian tidak ada yang melayani. Mbok cari pendamping untuk yang di Semarang!”

Mendengar usul yang usil dari kiai tersebut, Pak AR masih tenang-tenang saja.

“Kalau perlu, saya yang carikan. Silahkan pilih salah satu santri saya,” kata Kiai itu menantang Pak AR.

Mau tahu apa jawaban Pak AR ketika mendengar tantangan kiai tersebut?

“Wah, terima kasih Kiai. Mimpi saja saya tidak berani!” spontan jawab Pak AR.

“Wah Kiai AR ini orang hebat, tetapi ternyata penakut!” timpal Kiai tersebut sambil tersenyum.

“Ya, memang dalam hal yang satu ini saya penakut, hehe… ”

Editor: Arif


IBTimes.ID - Dihidupi oleh jaringan penulis dan editor yang memerlukan dukungan untuk bisa menerbitkan tulisan secara berkala. Agar kami bisa terus memproduksi artikel-artikel keislaman yang mencerahkan, silakan sisihkan sedikit donasi untuk keberlangsungan kami.

Transfer Donasi ke
Mandiri 137-00-5556665-3
A.n Litera Cahaya Bangsa

Avatar

RedaksiIB

IBTimes.ID - Kanal Moderasi Islam

Related post

3 Comments

    Avatar
  • I simply want to mention I am new to blogging and site-building and absolutely savored you’re web-site. Almost certainly I’m going to bookmark your blog post . You really have outstanding writings. Thanks a bunch for sharing your web page.

  • Avatar
  • I was extremely happy to locate this web-site. I wished to thanks for your time for this terrific read!! I absolutely appreciating every little of it and I have you bookmarked to check out brand-new things you article.

  • Avatar
  • Ultimately, a problem that I’m passionate about. I have looked for data of this caliber for the previous various hours. Your site is greatly appreciated.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lost your password? Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.