IBTimes.ID – Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) dan Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) Malaysia menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Sports Central, Volleyball and Basketball, International Islamic University Malaysia (IIUM) Gombak, Selangor, Minggu (23/8/26).
Upacara tahun ini menjadi salah satu penyelenggaraan terbesar yang digelar PCIM dan PCIA Malaysia. Hampir 1.000 warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias.
Jumlah tersebut juga tercatat sebagai salah satu kehadiran peserta dan tamu undangan terbanyak dalam sejarah penyelenggaraan upacara kemerdekaan oleh PCIM dan PCIA Malaysia.
Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur. Duta Besar RI untuk Malaysia berhalangan hadir dan mengutus sejumlah pejabat KBRI Kuala Lumpur, yakni Wakil Duta Besar RI Kuala Lumpur/Diplomatic and Consular Mission (DCM) Danang Waskito, Kepala Fungsi Pensosbud Fery Iswandi, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Ahmad Romandhoni, Atase Riset Brigjen Pol. Tofik Ismail, Minister Counsellor Ahmad Baihaqi, serta Octavin Dewi Zulaicha.
Danang Waskito bertindak sebagai Inspektur Upacara. Ia sekaligus membacakan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan memimpin pembacaan Pancasila yang diikuti seluruh peserta.
Dalam amanatnya, Danang menyampaikan pesan penting kepada seluruh WNI yang berada di Malaysia, termasuk keluarga besar Muhammadiyah. Ia mengajak masyarakat Indonesia untuk terus membangun kualitas diri, baik secara jasmani maupun rohani.
“Membangun jiwanya, membangun raganya. Sehat mental, sehat badan,” pesannya.
Danang juga menekankan pentingnya mencintai bangsa dan negara Indonesia tanpa syarat. Menurutnya, kecintaan terhadap tanah air tidak boleh bergantung pada kondisi bangsa saat ini, tetapi harus diwujudkan melalui kontribusi nyata untuk membangun Indonesia.
“Cintai bangsa dan negara kita, Indonesia. Mencintai tanpa syarat. Hubbul wathan minal iman,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa Indonesia dibangun dari kondisi yang tidak mudah. Karena itu, setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan dengan berbagai hal positif dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.
Pada kesempatan tersebut, Danang juga menyampaikan apresiasi kepada PCIM dan PCIA Malaysia atas konsistensi dalam menyelenggarakan peringatan kemerdekaan serta memperkuat semangat kebangsaan warga Indonesia di Malaysia.
“Semoga senantiasa diberikan kesehatan, keberkatan, dan kemauan untuk menjadi lebih baik di masa mendatang,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan persembahan seni dan budaya. Penampilan angklung anak-anak Sanggar Bimbingan Belajar Kepong, Paduan Suara Seruni, serta atraksi Pencak Silat Tapak Suci Putra dan Putri Muhammadiyah berhasil memeriahkan suasana sekaligus memperkuat semangat nasionalisme peserta.
Acara ditutup dengan berbagai perlombaan khas 17-an dan ramah tamah antarwarga Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan rasa cinta tanah air, sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat Indonesia di Malaysia.
(MS)


