back to top
Rabu, Februari 18, 2026

Perjalanan yang Patah

Lihat Lainnya

Wardi, S.Pd, MA
Wardi, S.Pd, MA
Majelis Pustaka PCM Semin

Hebohnya laut tak seheboh hatiku ketika mendengar wartamu
Gemparnya beliung tak segempar hatiku menerima undanganmu
Datanglah padaku pada ufuk pagi sebelum mentari unjuk gigi
Bawalah selimutmu meski belum selesai  kausulam dengan dua rakaat pagi
Jangan sesali sakitmu karena kita akan safari jauh tak sehari, seminggu, sebulan
bersama menari atas keabadian ranjang tapa duka suka kita nanti

Kasih ya Habib
Heboh laut tak seheboh hati  ketika kau lepas tanganmu
Keluarlah kau ke rumah muasal mu, sejatinya rumahmu bukan di batu ini
Jika usai nanti ku telepon kau atau ku jemput kau jangan  bebani aku beban yang tak ku mengerti dosa salahmu

Pecahnya bumi lebih berkeping hatiku ketika kalbu ini beringsut pergi ke rumah jati
Sendiri dalam kutuk bara api – bumiawi tak seindah surgawi – petir api membawaku lari
Laa ilaha illa Allah Muhammadar Rasulullah
Petir api, nerakawi tak seindah duniawi
Kakiku lumpuh melepuh, perutku nyeri, mual, aduh, ku buang segala isi
Mataku: berlaksa kunang berseliwer diri

Kasih ya Habib, gandenglah aku tapi kau jauh sekali tak sudiku lagi
Aku terhempas ke laut biru, api
Dada terhempas leher terpatah
Tangan lepas menggapai-gapai
Tak ada papan tergapai

Lelah
Kasih aku tak berdaya di bara dusta
Perjalananku patah
Pada hari tak ada jemput, jual beli, tak ada saudara, tak jua stafaat

Baca Juga:  Moderasi Beragama: Bukan Ekstrem Kanan dan Kiri

Laa ilaha illa Allah Muhammadar Rasulullah

Jatingarang, November 2021

Editor: Saleh

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru