PKO Muhammadiyah dalam Koran Belanda

 PKO Muhammadiyah dalam Koran Belanda

Ilustrasi. Sumber: IBTimes

Oleh: Arief Budiman Ch*

 

Sebuah arsip berita dari De Indische Courant (Koran Hindia) edisi Jawa Timur bertanggal 15 Februari 1924, diunggah didalam website penyedia arsip di Belanda (Delpher.nl). Isi berita koran tersebut menceritakan tentang pertemuan yang diselenggarakan oleh Bagian PKO Muhammadiyah pada hari Sabtu Malam. Menarik membahas PKO Muhammadiyah dalam koran Belanda.

Tidak disebutkan tanggal berapa, kemungkinannya adalah tanggal sebelum berita dimuat. Ditulis dalam koran tersebut bahwa tanggal 15 Februari 1924 adalah hari Jumat (Vrijdag), jadi kemungkinan acara tersebut diselenggarakan pada tanggal 9 Februari atau 2 Februari 1924, atau bisa juga di hari-hari Sabtu pada bulan Januari 1924.

PKO Muhammadiyah dalam Koran Belanda

Pertemuan tersebut diselenggarakan dalam rangka publikasi kepada khalayak umum tentang kegiatan Bagian PKO Muhammadiyah. Seperti diketahui dalam sejarah, Klinik PKO Moehammadiyah telah berdiri di Mataram (Yogyakarta) pada tahun 1923, disusul di Surabaya pada tahun itu juga. Sementara, Bagian PKO HB Moehammadiyah dengan ketuanya Haji Syoedjak, bersama Bagian Pengajaran, Bagian Tabligh dan Bagian Taman Pustaka, telah dideklarasikan berdirinya pada 17 Juni 1920.

Pertemuan malam tersebut mengundang berbagai utusan organisasi lain dan dari kalangan pers. Tujuannya untuk menyampaikan laporan aktivitas Bagian PKO Moehammadijah beserta laporan keuangannya. Harapannya, dengan demikian akan semakin didapatkan kepercayaan serta dukungan dari masyarakat umum. Selain itu, dilakukan juga upaya penggalangan dana untuk aktivitas Bagian PKO.

Pertemuan dibuka oleh Presiden Hoofd Bestuur (Pimpinan Pusat) Moehammadijah saat itu, Haji Ibrahim, yang menyampaikan sekedar kata sambutan untuk menyapa segenap hadirin pada pertemuan malam tersebut. Setelah itu, Haji Ibrahim menyerahkan kepada Haji Fachrodin (wakil presiden H.B. Moehammadijah) untuk memimpin acara selanjutnya.

Dalam acara itu disampaikan laporan, bahwa PKO Moehammadijah bertujuan untuk memberi dukungan dan pertolongan bagi masyarakat umum yang membutuhkan serta memperbaiki kehidupan sosial masyarakat.

Selama setahun menjalankan kegiatan, Bagian PKO telah memberikan bantuan kepada 204 orang. 153 orang dirawat di klinik PKO Moehammadijah. Sebanyak 88 orang, terdiri 60 pria dan 28 wanita, ditempatkan di Rumah Miskin (armenhuis). Sedangkan Panti Asuhan (weezengesticht) mengasuh sebanyak 21 anak yang berusia antara 5 sampai 10 tahun.

Biaya berobat di klinik PKO sebesar 10 sen, sedang biaya rawat inap per hari sebesar f 2 (2 gulden). Namun demikian, klinik PKO memberikan perawatan kesehatan gratis kepada orang yang tidak mampu. Dr. Somowidijo menjadi kepala klinik.

Dari Curiga Menjadi Percaya

Pada mulanya, masyarakat menaruh curiga terhadap kegiatan klinik PKO Moehammadijah ini, namun lambat-laun seiring berjalannya waktu kecurigaan itu berangsur hilang. Sehingga setiap harinya ada sekitar 70 sampai 80 orang mengunjungi klinik PKO Moehammadijah untuk berobat rawat jalan.

Bagian PKO Moehammadijah telah memberikan bantuan keuangan kepada 174 orang asing dan migran (orang dalam perjalanan) yang membutuhkan, tanpa membedakan pangkat, status, atau agamanya. Termasuk di antara mereka antara lain adalah orang-orang Kristen dari Ambon.

Sultan Yogyakarta memberikan subsidi (bantuan) sebesar NLG 1200 (1200 gulden) dan Raja Paku Alam memberi subsidi sebesar NLG 300 (300 gulden) untuk operasional PKO selama setahun. Adapun total penerimaan bantuan dana untuk PKO selama setahun itu adalah sebesar NLG 13.764.61, termasuk didalamnya adalah bantuan dari kalangan orang-orang China yang tinggal di Yogyakarta. Pada pertemuan malam itu diadakan pengumpulan dana, dan diperoleh sebanyak f 6.533,96. Dewan pengurus PKO Moehammadijah terdiri dari 37 anggota, 12 di antaranya sebagai dewan harian.

Pada malam itu, Hadji Soedjak menyampaikan kuliah atau ceramah tentang “kewajiban manusia untuk memberikan pertolongan kepada kaum yang lemah (dhuafa)”, sementara Dr. Soemowidigdo memberikan ceramah tentang menjaga kebersihan sebagai upaya pencegah utama dari semua jenis penyakit. Pemberitaan PKO Muhammadiyah dalam Koran Belanda ini pun menjadi bukti bahwa PKO Muhammadiyah telah dikenal khalayak pada tahun 1924.

 

Berikut adalah teks lengkap dari berita tersebut:

De PKO

De Indische Courant; Oost Java Editie, 15-02-1924

De „Penoeloeng Kasangsaraan Oemoem”, in het kort P. K. 0., als onderafdeeling van _de Perserikatan Moehammadijah hield volgens „Mataram” Zaterdagavond een algemeene vergadering, waartoe afgevaardigden van verschillende andere vereenigingen en de pers waren uitgenoodigd. Het streven van deze vereeniging mag zeker in ruimeren kring worden bekend gemaakt, daar ze alleszins steun verdient. Het doel is: steun te verleenen in den algemeenen nood en verbetering te zoeken voor de algemeene maatschappelijke toestanden. In de eerste plaats hoort hiertoe de verspreiding van godsdienstig onderwijs en het verschaffen van hulp aan onvermogende zieken en behoeftigen.

Nadat de voorzitter, Ibrahim, die tevens president is van het H. B. van „Moehammadijah”, alle aanwezigen welkom had geheeten, droeg deze verder het woord over aan den leider van den avond, den hadji Fachroedin, die onder-voorzitter der vereeniging is.

Uit het voorgelezen jaar- en financieel verslag putten we het volgende: De kliniek en polikliniek der P. K. O. verleenden aan 204 menschen hulp in het afgeloopen jaar, terwijl momenteel nog 153 menschen onder behandeling zijn. In het armenhuis werden 60 mannen en 28 vrouwen ondergebracht, terwijl 21 kinderen van 5 tot 10 jaar in het weezengesticht werden opgenomen. De behandeling in de kliniek kost tien cent per keer, en verpleging per dag f 2. Onvermogenden betalen evenwel niets. Aan het hoofd der kliniek staat dr. Somowidijo. Stond het publiek aanvankelijk wantrouwend tegenover kliniek en polikliniek, thans heeft dat wantrouwen plaats gemaakt voor vertrouwen, zoodat 70 tot 80 menschen per dag de polikliniek bezoeken.

De P. K. O. verleende financiêele steun aan 174 behoeftige vreemdelingen en doortrekkenden, zonder onderscheid te maken over rang en stand, noch godsdienst. Daaronder bevonden zich o.a. Ambonsche Christenen. Vermelding verdient, dat Z. H. de sultan eene subsidie van f 1200 en het hoofd van het Pakoe Alamsche Huis f3OO per jaar toezegde. De ontvangsten over het afgeloopen jaar bedroegen: f 13.764.61. Veel steun mocht de Vereeniging ondervinden van Chineesche zijde. De gehouden passer malem bracht f 6533.96 op. Het bestuur bestaat uit 37 leden, waaronder 12 het dagelijksch bestuur vormen.

Hadji Soedjak hield nog een lezing over „de menschelijke verplichting, om steun te verleenen aan misdeelden”, terwijl dr. Soemowidigdo eene lezing hield over hygiène als voornaamste voorbehoedmiddel tegen alle soorten ziekten.

 

*) Anggota Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah. Saat ini bergabung dalam Tim Pendirian Museum Muhammadiyah. Sehari-hari berperan sebagai editor merangkap perancangg grafis dan penjelajah big data.

Avatar

RedaksiIB

IBTimes.ID - Kanal Moderasi Islam

Related post

3 Comments

    Avatar
  • I simply want to mention I’m very new to blogging and site-building and certainly loved you’re web blog. Almost certainly I’m planning to bookmark your site . You absolutely have tremendous posts. Bless you for sharing with us your web site.

  • Avatar
  • When I initially commented I clicked the -Notify me when brand-new comments are added- checkbox and now each time a comment is added I obtain 4 e-mails with the exact same comment. Is there any way you can eliminate me from that service? Thanks!

  • Avatar
  • House Lawyers… […]just below, are some totally unrelated sites to ours, however, they are definitely worth checking out[…]…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lost your password? Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.