back to top
Jumat, Juni 19, 2026

Puncak Bulan Buya Syafii Maarif 2026: MAARIF Institute Gelar Malam Budaya dan Peluncuran Buku di Museum Nasional Jakarta

Lihat Lainnya

IBTimes.ID – MAARIF Institute resmi menutup rangkaian perayaan Bulan Buya Syafii Maarif 2026 dengan menggelar acara puncak “Malam Budaya” dan peluncuran buku di Museum Nasional Indonesia, Kamis (18/6/2026).

Acara ini menjadi penutup rangkaian Bulan Buya Ahmad Syafii Maarif yang telah digelar sejak Mei hingga Juni 2026. Sebelumnya, kegiatan serupa berlangsung di Yogyakarta bersama Kiniko Art dan di Padang Panjang bersama Talago Bumi.

Melalui kegiatan ini, MAARIF Institute menegaskan komitmennya untuk terus merawat dan menghidupkan warisan pemikiran Ahmad Syafii Maarif. Upaya tersebut dilakukan agar keteladanan moral Sang Guru Bangsa tetap relevan bagi generasi mendatang.

Acara yang berlangsung di ruang Theater Museum Nasional dimulai pada pukul 19.00 WIB. Kegiatan dibuka dengan penampilan Tari Nandak Ajer khas Betawi yang dibawakan oleh siswa-siswi SMA Muhammadiyah 4 Depok.

Direktur Eksekutif MAARIF Institute, Andar Nubowo, Ph.D., menegaskan bahwa Bulan Buya Ahmad Syafii Maarif merupakan wujud komitmen MAARIF Institute dalam merawat warisan pemikiran Buya Syafii. Ia menilai gagasan-gagasan Buya perlu terus dihidupkan agar tetap relevan bagi bangsa.

“Penting bagi kita untuk menjaga nilai Buya Syafii Maarif yaitu progresif, menghargai pluralisme dan kemanusiaan yang universal.” ujar Andar

Selanjutnya, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A., menyampaikan sambutan. Ia menegaskan bahwa Bulan Buya Ahmad Syafii Maarif bukan bertujuan mengultuskan Buya, melainkan menginspirasi masyarakat melalui keteladanan tokoh besar yang lahir dari Sumpur Kudus.

Baca Juga:  Haitamy el-Jaid Wafat: NU Tulen, Pembuat Ilustrasi Majalah Muhammadiyah

“Seorang sosok tidak hanya dilihat dari kedalaman pemikirannya tetapi juga tata dan perilakunya.” Paparnya

Dalam helatan Malam Budaya ini, MAARIF Institute juga meluncurkan buku “Buya Syafii di Mata Orang Biasa”. Peluncuran buku ditandai dengan penandatanganan replika buku secara simbolis oleh para tamu undangan. Mereka terdiri atas perwakilan keluarga, narasumber, kontributor, serta sejumlah kolega Buya Ahmad Syafii Maarif.

Buku ini merupakan cerita orang biasa tentang orang biasa. Buku ini memuat sekilas kenangan dari sejumlah saksi hidup yang pernah berinteraksi dengan Buya Syafii di berbagai fase kehidupannya. Kisah-kisah tersebut berasal dari Sumpur Kudus di Sumatera Barat, Jakarta, hingga Yogyakarta yang menjadi tempat Buya menghabiskan sebagian besar hidupnya.

Buku tersebut kemudian diserahkan secara simbolis oleh Direktur Eksekutif MAARIF Institute kepada beberapa tamu undangan, diiringi sesi foto bersama.

Puncak dari Malam Budaya adalah Pidato Kebudayaan yang disampaikan oleh Menteri Kebudayaan Indonesia, Prof. (HC) Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc. Beliau menyampaikan bahwa Syafii Maarif adalah orang yang sederhana pikirannya yg lurus antara kata dan pikirannya yang patut kita sebut sebagai Guru Bangsa.

“Pak Syafii juga sangat menghormati budaya dan bangsanya, dimana bisa kita jadikan teladan yang dirawat oleh Maarif Institute untuk menjaga pikiran dan teladan” ujar Fadli Zon saat Malam Budaya Bulan Buya Syafii Maarif.

Baca Juga:  Angka Kematian Jemaah Haji Indonesia Meningkat, Jemaah Diimbau Tetap Jaga Kesehatan

Fadli Zon mengingatkan bahwa ada pasal 32 dalam Undang-Undang Dasar 1945 yaitu “Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.”

Lebih lanjut, belia menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara mega diversity bukan hanya diversity yang harus menjadi aset negara. Kita punya warisan benda maunpun non benda baik yang tangible heritage maupun intangeble heritage yang harus kita catat.

Beliau juga menegaskan di Bulan Buya Ahmad Syafii Maarif tersebut bahwa menjaga budaya banhsa ini juga sesuai dengan pemikiran Buya Syafii Maarif dalam menjaga bangsa.

Momen reflektif ini kemudian dilanjutkan dengan Pembacaan Puisi oleh David Krisna Alka, serta testimoni dari sejumlah tamu undangan yang masing-masing berbagi kenangan dan refleksi mendalam tentang Buya Syafii Maarif di mata mereka. Testimoni ini merupakan penutup dari rangkaian acara yang diselenggarakan. (NS)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru