back to top
Selasa, Agustus 4, 2026

PWM Papua Barat Sukses Gelar Baitul Arqam, Teguhkan Dakwah Islam Berkemajuan di Tanah Papua

Lihat Lainnya

IBTimes.ID – Penguatan ideologi dan kaderisasi menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan gerakan Muhammadiyah. Melalui Baitul Arqam Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Papua Barat, PWM Papua Barat meneguhkan komitmennya membangun kader yang memiliki pemahaman ideologis kuat, berintegritas, serta siap menggerakkan dakwah Islam Berkemajuan di Bumi Cenderawasih.

Rangkaian Baitul Arqam PWM Papua Barat berlangsung secara maraton di tiga lokasi, yakni Universitas Muhammadiyah Papua Barat (17–19 Juli 2026), Universitas Muhammadiyah Teluk Bintuni (23–25 Juli 2026), dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Fakfak (24–26 Juli 2026).

Kegiatan tersebut melibatkan ratusan peserta yang berasal dari unsur pimpinan Persyarikatan, dosen, tenaga kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah, pengelola Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), hingga organisasi otonom Muhammadiyah se-Papua Barat.

Untuk memastikan kualitas pengkaderan, Baitul Arqam PWM Papua Barat menghadirkan tim instruktur dari Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang dipimpin Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, MPA. Kegiatan ini juga diperkuat oleh instruktur nasional yang bertugas di Papua.

Ketua PWM Papua Barat, Dr. Ir. H. Mulyadi Djaya, M.Si., menyampaikan bahwa kehadiran jajaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah menjadi suntikan semangat bagi kader di Papua dalam memperluas syiar Islam Berkemajuan.

“Tantangan dan peluang dakwah di Papua masih sangat membentang. Saya ucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak-bapak Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kehadiran PP Muhammadiyah akan semakin menambah semangat kami untuk mensyiarkan Islam berkemajuan di Bumi Cenderawasih”, ujarnya.

Baca Juga:  Benarkah Ahmad Khozinudin itu "Nasrudin Joha"? Berikut Klarifikasinya

Menyiapkan Kader yang Produktif dan Berintegritas

Dalam Baitul Arqam PWM Papua Barat, peserta memperoleh materi mengenai Ideologi Muhammadiyah, pengembangan wawasan, sosial kemanusiaan, hingga kepemimpinan organisasi. Seluruh materi disampaikan melalui pendekatan pembelajaran orang dewasa sehingga peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga berdiskusi mengenai tantangan dakwah di Papua dan menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang aplikatif.

Sekretaris PWM Papua Barat, Syamsul Inay, menegaskan bahwa keberhasilan kaderisasi tidak diukur dari banyaknya materi yang diterima, melainkan dari perubahan sikap dan kontribusi nyata setelah pelatihan.

“Di Muhammadiyah tidak ada waktu untuk sibuk mencari kesalahan. Waktu kita terlalu berharga untuk digunakan bersungguh-sungguh menjadi produktif, bermanfaat bagi umat, bangsa, dan persyarikatan,” tegas Syamsul.

Melalui Baitul Arqam PWM Papua Barat, para peserta diharapkan mampu menerjemahkan nilai-nilai ideologi Muhammadiyah ke dalam berbagai bidang pengabdian, mulai dari pendidikan, pelayanan sosial, hingga pembangunan masyarakat yang inklusif.

Keberhasilan penyelenggaraan Baitul Arqam PWM Papua Barat di tiga wilayah sekaligus menjadi bagian dari komitmen Muhammadiyah dalam memperkuat sistem kaderisasi di kawasan timur Indonesia.

Dengan kader yang memiliki ideologi kokoh, kepemimpinan yang matang, dan semangat pengabdian, Muhammadiyah optimistis dapat terus menghadirkan dakwah yang mencerahkan sekaligus memberi solusi bagi masyarakat Papua Barat. (NS)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru