Rasyid Sang Pencerah Dari Bumi Timur Indonesia Yang Menginspirasi

 Rasyid Sang Pencerah Dari Bumi Timur Indonesia Yang Menginspirasi

Ilustrasi. Sumber: CNN Indonesia

Oleh: Samaludin

Berbicara tentang para tokoh yang berkiprah dalam berbagai bidang tentunya banyak sekali mulai dari tokoh terkenal sampai dengan tokoh yang terlupakan. Jika kita telusuri kiprah para tokoh, banyak sekali yang berkiprah dalam membangun Indonesia.

Bahkan ada yang terkenal sampai keluar negeri dengan masing-masing prestasi yang mereka torehkan. Salah satu contoh tokoh yang namanya banyak digaungkan adalah tokoh pendidikan Indonesia yang tanggal lahirnya selalu diperingati sebagai hari pendidikan Nasional. Yaitu bapak Ki Hajar Dewantara dengan semboyan ciptaannya adalah “Tut Wuri Handayani”.

Namun di antara tokoh seperti Ki Hajar Dewantara, nama KH. Ahmad Dahlan lebih dulu menonjol karena kegigihannya dalam mendirikan sekolah untuk para muridnya disekitar Kauman. Meski menemui banyak rintangan dari para pemuka agama.

Dari sinilah lahir Dahlan-Dahlan lain diseluruh penjuru Indonesia yang mewarisi semangat beliau dalam berbuat untuk umat. Karena semangat juang KH. Ahmad Dahlan yang tiada tara dalam mencerahkan umat dari keterbelakangan ilmu pengetahuan, maka para sineas tanah air mengabadikan perjuangan beliau lewat sebuah film dengan judul sang pencerah.

Rasyid: Sang Pencerah Baru

Sang pencerah adalah film drama tahun 2010 disutradarai oleh Hanung Bramantyo yang mengisahkan tentang kehidupan K.H. Ahmad Dahlan dan perjuangannya dalam mewujudkan Islam berkemajuan. Terlepas dari film Sang Pencerah dengan tokohnya K.H. Ahmad Dahlan, lahir pula seorang tokoh pembaharu di bumi Timur Indonesia. Beliau adalah Abah Rasyid sosok pahlawan bagi umat di bumi Timur Indonesia yang tidak banyak diketahui publik.

Nama beliau mungkin sangat asing terdengar di telinga rakyat Indonesia, bahkan hampir tidak terdengar. Akan tetapi, sepak terjang beliau dalam mencerahkan umat patut diajungi jempol. Abah Rasyid adalah seorang tokoh inspiratif yang memberikan pencerahan  khususnya dalam dunia pendidikan di Nian Tanah Sikka.

Kegelisahan beliau ketika melihat kondisi umat pada waktu itu mendorongnya untuk berjuang dengan mempelopori berdirinya lembaga pendidikan di Kabupaten Sikka dengan alasan mendasar adalah kemiskinan moral yang menghambat perkembangan masyarakat setempat.

Rasyid: Kiprah Selama Hidup

Abah Rasyid lahir pada tahun 1937, anak pertama dari enam bersaudara dari pasangan H. Ali Wahab dan Hj. Aisyah. beliau hidup dari kalangan keluarga Muhammadiyah ditengah minoritas umat Islam dengan mayoritas lingkungan adalah umat Khatolik. Mengenyam pendidikan dasar pada sekolah rakyat yang kemudian dilanjutkan pada sekolah berbasis Khatolik tidak menyurutkan langkah beliau untuk tetap menyelesaikan pendidikannya walaupun dengan keterbatasan ekonomi.

Abah Rasyid menjadi satu-satunya tokoh pembaharu Islam di Nian Tanah Sikka yang berani bermimpi dalam mencerdaskan umat. Lewat pemikiran dan dedikasi beliau sehingga lembaga pendidikan dengan trademark Muhammadiyah mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai Perguruan Tinggi (PT) hadir di bumi Sikka. Hingga saat ini siswa-siswi bahkan mahasiswa 89% hingga dosen 50% bergama Khatolik.

Indonesia memiliki banyak sekali mutiara lokal yang berdedikasi tinggi yang konsisten memperjuangkan pendidikan dalam mencerahkan umat. Salah satunya adalah Abdul Rasyid Wahab atau yang biasa akrab disapa Abah Rasyid pejuang bangsa di daerah yang dikenal sebagai pioner dalam bidang pendidikan berbasis Muhammadiyah di Nian Tanah Sikka.

Perhatian beliau bukan hanya pada bidang pendidikan semata, akan tetapi mencakup berbagai bidang seperti kemanusiaan dan kesehatan. Pengabdian yang luar biasa ini dan dedikasi yang tinggi terhadap umat menghantarkan beliau sebagai penerima Maarif Award kategori tokoh inspiratif pada tahun 2018.  Beliau adalah satu-satunya orang yang dianggap layak oleh dewan juri untuk menerima penghargaan tersebut.

***

Dalam sesi wawancara dengan media televisi beliau mengatakan bahwa” sebenarnya award ini menjadi tantangan saya kedepan dan memacu untuk kita menyempurnakan apa yang belum kita selesaikan, kita wujudkan mimpi yang belum menjadi kenyataan”. Hal ini merupakan semangat dan motivasi untuk generasi Indonesia kedepannya.

Tentunya hal ini sejalan dengan apa yang diungkapkan oleh aktivis persyarikatan Muhammadiyah Kabupaten Sikka Darman Eldin, SH.i, MH pelopor kiosmu 0% beliau mengatakan bahwa “sosok Abah Rasyid sebagai teladan dan contoh buat kader Muhammadiyah, Abah Rasyid adalah sejarah hidup perkembangan persyarikatan Muhammadiyah di tanah Sikka dengan pemikiran beliau sehingga lembaga pendidikan muhammadiyah dapat dirakasakan oleh anak-anak kita baik dari kalangan muslim maupun non muslim, sosok Abah Rasyid adalah orang yang pemikirannya terbuka sehingga beliau sangat dekat dengan masyarakat dan anak muda”.

Abah Rasyid merupakan sosok pahlawan tanpa tanda jasa yang tak kenal lelah mengabdikan dirinya dalam dunia pendidikan di usia beliau yang menginjak 82 tahun. Lewat pendidikan beliau menilai bahwa pendidikan merupakan jawaban dalam menuntaskan kemiskinan. Bukan hanya persolan pendidikan yang menjadi sorotan beliau akan tetapi masalah  kemanusiaanpun tidak luput dari  perhatian beliau.

Pengabdian beliau dalam bidang kemanusiaan didedikasikan beliau dengan membuat Panti Asuhan Muhammadiyah untuk menampung anak-anak pengungsi gempa tahun 1992 dan anak-anak yang putus sekolah. Berkat kerja keras beliau dalam mendidik anak-anak asuhnya, hingga kini sebagian besar sudah ada yang berhasil menempuh pendidikan hingga tingkat sarjana.

Abah Rasyid adalah teladan bagi generasi saat ini meski diusia tidak muda lagi, tapi masih mau berbuat untuk kemaslahatan umat. “Melakukan sesuatu jika tidak ikhlas maka hasilnya tidak akan maksimal, bekerja itu harus dari hati” uangkap Abah Rasyid. : “Dalam melakukan sesuatu jangan tanggung-tanggung harus ada ghirah di dalamnya, mimpilah setinggi-tingginya, apabila belum sukses teruslah belajar karena dengan belajar maka kita akan tau kekurangan kita” sambung Abah Rasyid. Tentunya ungkapan di atas memiliki makna yang cukup mendalam.

***

Artinya jika generasi saat ini ingin melakukan sesuatu harus punya pondasi yang pasti agar tujuannya dapat tercapai. Bayangkan genarasi saat ini dengan berbagai aktivitas yang sia-sia. Boleh dibilang generasi sekarang adalah generasi milenial karena mereka tumbuh dengan teknologi sehingga mereka lebih melek teknologi artinya apapun yang mereka lakukan pasti sangat mudah. Hal ini berbanding terbalik dengan apa yang pernah dilakukan oleh Abah Rasyid ketika hanya mengandalkan surat untuk menyampaikan aspirasinya kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan maksud akan menghadirkan lembaga pendidikan di bumi timur Indonesia khususnya di Tanah Nian Sikka.

Pelajaran yang sangat berharga apabila kita sebagai generasi penerus bangsa dapat melaksanakan harapan-harapan para tokoh-tokoh terdahulu bahkan tokoh-tokoh saat ini terutama tokoh-tokoh dari daerah yang mau berbuat sesuatu untuk kemajuan umat. Semangat dan kegigihan mereka dalam mencerahkan umat perlu kita apresiasi karena para tokoh tersebut rela berkorban apa saja untuk kepentingan kita generasi saat ini. Salah satu contohnya adalah Abah Rasyid, saat ini beliau tidak dikenal orang karena beliau bekerja bukan untuk dilihat atau di puji tetapi beliau bekerja hanya semata-mata mengharapkan ridha dari Allah SWT. Karena ada pepatah mengatakan usaha tidak akan pernah menghianati hasil.

RedaksiIB

https://ibtimes.id

IBTimes.id Kanal Islam Berkemajuan. Menyajikan wacana keislaman, keindonesiaan dan kemanusiaan untuk menenebarkan perdamaian dan mengokohkan kebhinnekaan.

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *