back to top
Minggu, April 5, 2026
- Advertisement -spot_img

SHOWING RESULTS FOR:

Benarkah “Kitab Kuning” Bisa Menangkal “Radikalisme”?

Oleh: Fauzan A. Sandiah Apa yang kita sebut sebagai “radikalisme” berhubungan dengan implementasi kaku ideologi salafisme dan islamisme. Terlepas dari betapa kontroversialnya konsep “radikalisme” yang...

Bulletin Jumat: Bakti Santri untuk Negeri

Oleh: Laras Sekar Seruni Tiga hari yang lalu, 22 Oktober 2019, bangsa Indonesia semarak memperingati Hari Santri Nasional. Tidak hanya oleh kalangan pesantren, Hari Santri...

Kiprah Santri dan Semangat Keindonesiaan

Oleh: Iffatus Sholehah*   Pada tanggal 22 Oktober 2015, Presiden Joko Widodo menetapkan Hari Santri Nasional. Penetapan hari tersebut merupakan bentuk pengakuan dan penghormatan atas kiprah...

Ketika Hari Santri Dipersoalkan

Oleh: Muhammad Saleh*   Sejak tahun 2015 tepatnya pada tanggal 22 Oktober, pemerintah menetapkan peringatan Hari Santri Nasional. Peringatan ini dalam rangka membangkitkan kembali ingatan bangsa...

Malik Ahmad: Kader Muhammadiyah di Masa PDRI

Ketika menyebut nama Malik Ahmad, warga Muhammadiyah yang telah berumur 50 tahun ke atas, akan teringat pada sosok pemberi kuliah tauhid, penolak asas tunggal...

Muhammadiyah bukan Wahhabi: Empat Fakta Sejarah!

Memasuki awal abad 20, tepatnya sekitar 4 tahun pasca berdiri organisasi Boedi Oetomo(20 Mei 1908), K.H. Ahmad Dahlan mendirikan persyarikatan Muhammadiyah di Yogyakarta. Beberapa...

Latest news

- Advertisement -spot_img

This will close in 0 seconds