Avatar

Fauzan Anwar Sandiah

Penggiat Rumah Baca Komunitas (RBK), Yogyakarta. Mahasiswa Program Doktor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Belajar adalah Prakerja: Tren Ambyar Layanan Pendidikan di Indonesia

Ada tren bagus tapi penuh resiko yang sedang berlangsung dalam respon-respon berbagai negara berkaitan dengan penyelenggaran layanan pendidikan. Berkah bagi negara-negara yang berhasil memanfaatkan kesempatan ini untuk mendorong aksesibilitas pengetahuan dan informasi. Bencana bagi negara-negara yang justru menstimulasi terjadinya neo-privatisasi layanan pendidikan. Tren kebijakan pelayanan pendidikan global sebetulnya berpotensi bergerak ke arah yang lebih baik. […]Read More

“Berdamai dengan Covid-19” atau Bunuh Diri Massal?

Seruan “berdamai” dan “berdampingan” dengan Covid-19 sepintas masuk akal dan realistis. Presiden Joko Widodo mengatakan masyarakat mau tidak mau harus menyesuaikan diri berdampingan dengan kondisi baru pasca-pandemi. Dia menegaskan “kita ingin masyarakat tetap produktif dan aman dari Covid” (16/5). Presiden juga khawatir banyak orang akan berhadapan dengan pemutusan kerja. Ancaman terhadap stabilitas ekonomi riil dan […]Read More

Netizen “Galak”: Tiga Tipe Pembaca Situs Islam

Banjir informasi dan pengetahuan begitu menguras emosi. Ternyata, teknologi digitalisasi informasi belum terbukti bagus bagi geliat wacana Islam kritis. Melainkan menjadikan kita cepat marah dan terkesan “galak” dengan keragaman pemikiran. Itulah kondisi saat ini. Disrupsi wacana keislaman berjalan setengah hati, akibat respon sebagian netizen terlampau homogen dan anti-perbedaan pemikiran. Kebencian pada “liberalisasi” pemikiran, kecurigaan pada […]Read More

Ibnu Taymiyah: Potret Ulama “Non-negara”

Ibnu Taymiyah merupakan ulama yang paling sering dirujuk jika kita berhubungan dengan ide-ide pemurnian Islam. Jargon al-ruju’ ila al-Kitab wa al-Sunnah yang ia populerkan pada abad XIII masih bergema hingga hari ini. Ia dilahirkan pada tahun 1263 dengan nama Taqiuddin Ahmad Ibnu Taymiyah. Ulama kelahiran Harran, Syria ini banyak dianggap sebagai tokoh atau figur utama […]Read More

Fikih Kebencanaan Muhammadiyah

Fikih Kebencanaan mungkin lebih tepat dimaknai sebagai salah satu produk pemikiran Islam kontemporer daripada perkembangan diskursus bidang Fikih secara terpisah. Selama ini Fikih dianggap telah selesai dengan mengatur persoalan muamalah, siyasah, dan ibadah. Fikih Kebencanaan tampak berada di luar jangkauan kajian fikih an sich karena dianggap dapat diselesaikan dengan hukum-hukum klasik yang mengatur tata cara […]Read More

Bencana Alam: Peringatan Agar Manusia Menghargai Sains

Sejak peristiwa gempa bumi berkekuatan 9,3 SR di Pantai Barat Sumatera pada tahun 2004, istilah Tsunami telah mengisi perbendaharaan kata keseharian orang Indonesia. Karena mengakibatkan Tsunami Aceh dengan korban meninggal mencapai 280.000 jiwa, ingatan terhadap kejadian itu sangat melekat dalam memori kolektif masyarakat. Sri Lanka, India, dan Thailand juga menerima dampak gempa megathrust tersebut. Tsunami […]Read More

Lost your password? Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.