Fauzan Anwar Sandiah

Penggiat Rumah Baca Komunitas (RBK), Yogyakarta. Mahasiswa Program Doktor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Mengenang Para Guru Muhammadiyah

Bagi yang pernah membaca novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata atau menonton versi layar lebarnya, barangkali masih ingat dengan Ibu Muslimah dan Pak Harfan. Mereka merupakan guru di SD Muhammadiyah di Desa Gantong, Belitung. Latar kisah ini adalah bagian kecil pengalaman hidup sang novelis bersama dengan guru Muhammadiyah. Muslimah Hafsari adalah figur nyata dari karakter […]Read More

Sejarah Awal Muhammadiyah di Madiun

Sejarah Islamisasi di Madiun tampaknya tidak banyak tersedia. Alasannya sederhana, bahwa kota mungil di Jawa Timur ini bukan entitas geopolitik yang mandiri. Kota ini sangat bergantung pada perkembangan daerah pemukiman penduduk lain di seputaran Gunung Lawu dan Ponorogo. Uniknya, Madiun justru dianggap sebagai “pusat pemerintahan alternatif” dan gerakan-gerakan pemberontakan komunis. Artikel pendek ini mengungkap proses […]Read More

Salah Kaprah Radikalisme Keagamaan

Barangkali isu politik paling menonjol akhir-akhir ini adalah kampanye melawan “radikalisme keagamaan”. Bukan korupsi, kerusakan lingkungan, atau pergolakan kisruh pertanahan. Mengapa dan bagaimana isu radikalisme keagamaan ini menjadi penting melampaui isu mahapenting lainnya? Kebanyakan jawaban tertuju pada sejumlah kejadian pemboman yang terjadi sejak awal tahun 2000. Alasan lainnya adalah meningkatnya gelombang politik ekstremisme-nasionalis yang terlihat […]Read More

NIKAH MUDA: Pandangan Islam dan Dampak Kekerasan Budaya

Oleh: Fauzan Anwar Sandiah Sudah lebih dari satu minggu Susi menangis karena tidak siap ditinggal pergi Ajus Suaminya. Mereka berdua menikah saat Susi berusia enam belas tahun dan Ajus berusia delapan belas tahun. Pernikahan mereka terpaksa dilakukan setelah Susi diketahui hamil. Orang tua Susi merupakan pekerja serabutan, enam bulan sekali keduanya pergi ke Jakarta jadi […]Read More

Benarkah “Kitab Kuning” Bisa Menangkal “Radikalisme”?

Oleh: Fauzan A. Sandiah Apa yang kita sebut sebagai “radikalisme” berhubungan dengan implementasi kaku ideologi salafisme dan islamisme. Terlepas dari betapa kontroversialnya konsep “radikalisme” yang sekarang digunakan dalam program-program pemberantasan ekstrimisme keagamaan, istilah ini terlanjur diterima begitu saja. Dalam tulisan ini, saya akan menggunakan konsep radikalisme yang dimaknai sebagai ekspresi politik antithesis sekularisme, pluralisme dan […]Read More

Belajar Lapang Dada dari Muhammadiyah

Barangkali hanya Muhammadiyah yang selalu tenang menghadapi detik-detik pengumuman kabinet. Dan kalau tidak banyak “orang Muhammadiyah” masuk ke pemerintahan sebagai menteri, terlihat tenang saja. Semua bisa belajar lapang dada dari Muhammadiyah. Memang ada warga Muhammadiyah yang kecewa atau bertanya-tanya, apa yang belum Muhammadiyah curahkan untuk bangsa dan negara ini sehingga proses politik elektoral tanpa tahu […]Read More