back to top
Jumat, April 10, 2026
- Advertisement -spot_img

SHOWING RESULTS FOR:

Mana yang Bahaya: Liberal atau Salafi?

Oleh: Nubani Yusuf*   "Tradisi berpikir liberal dan puritan ada dalam diri Kyai Dahlan" Dalam buku Muhammadiyah di Penghujung Abad 20, kumpulan makalah menjelang Muktamar Solo, ketika...

Mengapa Takut Dengan Salafi?

Oleh: Ahmad Z. El-Hamdi* Ketika membaca tulisan saya yang mempertanyakan kemana saja NU dan Muhammadiyah saat Salafi merajalela, seorang kolega bertanya “mengapa takut Salafi?”. Jika...

Kontribusi BPPLN untuk Visi Indonesia

Oleh: Ridho Al-Hamdi Artikel ini berangkat dari keinginan pribadi penulis sebagai alumni penerima Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPPLN) untuk menguraikan tentang perjalanan dan kontribusi...

Mengapa Aksi Mahasiswa-Pelajar Begitu Masif?

Oleh: Habib Iman Nurdin Sholeh   Hingga tulisan ini dibuat pada 26 September 2019, luapan masa pada aksi demonstrasi yang diinisiasi oleh mahasiswa dari berbagai perguruan...

Muhammadiyah Bermanhaj Salaf, Tapi Bukan Salafi!

Oleh: Nurbani Yusuf Muhammadiyah sudah pasti bermanhaj Salaf, tapi Salafi belum tentu Muhammadiyah. Tahu-tahu masjidnya berpindah tangan, pengurusnya berubah haluan, dan para takmirnya migrasi menjadi Salafi....

Mengapa Pelajar SMK sampai Aksi Turun ke Jalan?

Oleh : Nashir Efendi   Menganggap anak SMK/STM tidak punya kapasitas pemahaman tentang politik sama saja merendahkan kualitas sistem pendidikan Indonesia. Banyak yang mempermasalahkan anak STM...

Latest news

- Advertisement -spot_img