Setiap Doa Pasti Dikabulkan - IBTimes.ID
Doa

Setiap Doa Pasti Dikabulkan

3 Mins read

Terlambatnya masa pemberian Allah, padahal engkau telah bersungguh sungguh dalam berdoa, janganlah sampai menyebabkan kamu putus asa (dalam berdoa). Ketahuilah, Allah itu menjamin akan mengabulkan semua doamu terhadap apa yang Allah telah pilihkan untukmu, tidak pada apa yang engkau pilihkan untuk dirimu sendiri, dan pada waktu yang Dia kehendaki, bukan pada waktu yang engkau kehendaki.

Semua perbuatan yang dilakukan dengan mengharap rida Allah adalah ibadah, termasuk doa yang kita panjatkan kepada-Nya. Orang yang tidak pernah berdoa bisa juga termasuk orang yang sombong. Sebab menganggap dirinya tidak butuh bantuan dari Allah padahal semua yang terjadi dalam kehidupannya merupakan kehendak dari-Nya.

Doa kita hanya sedang menunggu waktu yang tepat. Maka tidak ada alasan bagi kita untuk berhenti berdoa sebab segala kehendak Allah akan baik bagi kita. Allah berfirman:

“Dan jika hamba hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka katakanlah bahwasannya Aku dekat, Aku mengabulkan permintaan orang yang berdoa jika ia berdoa kepadaKu. Maka hendaklah permintaan mereka itu memenuhi (segala perintahKu dan hendaklah mereka beriman kepadaKu, agar mereka senantiasa berada dalam kebenaran)”. (QS. Al-Baqarah: 186).

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal (sebenarnya) ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyenangi sesuatu, padahal sebenaranya ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tiada mengetahui” (QS. Al Baqarah: 216).

Apabila doa kita belum terkabul, maka janganlah itu menjadikan diri kita ragu. Sebab keragu-raguan akan membuat hati kita kotor dan cahaya keimanan akan redup.

Pada hakikatnya, doa adalah adab/kesopanan yang harus dilakukan oleh seoang hamba kepada pencipta-Nya. Hal ini disebabkan karena dalam keadaan bagaimanapun, kita akan selalu membutuhkan Allah

Baca Juga  Doa Penutup Majelis Taklim: Doa Kafaratul Majelis atau Surah al-Asr?

Supaya Doa Kita Terkabul

Untuk memungkinkan doa kita terkabul, ada adab adab yang harus kita jalani. Di antaranya,

Pertama, Membuka doa dengan bacaan hamdalah, pujian kepada Allah dan salawat atas nabi. Sebagaimana hadis dari Fadhalah bin Ubaid, tatkala Rasululullah SAW duduk, tiba tiba masuk seorang lelaki lalu berdoa Allahumaghfirli War Hamni (Ya Allah ampunilah dosaku dan rahmatilah diriku). “Maka Rasulullah SAW bersabda, ”Kamu tergesa gesa wahai orang yang berdoa, jika kamu berdoa, maka duduklah, lalu ucapkan pujian kepada Allah dengan sesuatu yang layak bagi-Nya dan bersalawatlah kepadaku kemudian berdoalah.” Kemudian ada laki laki lain berdoa setelah itu, ia mengucapkan pujian kepada Allah dan bersalawat kepada Nabi, maka Nabi bersabda kepadanya, “Wahai orag yang berdoa, berdoalah engkau, niscaya doamu dikabulkan.”(HR Tirmidzi, dissahihkan oleh Al Albani).

Kedua, Mengakui Dosa. Mengakui dosa menunjukkan kesempurnaan ubudiyah kepada Allah, sebagaimana doa Nabi Yunus, “Dan Ingatlah kisah Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap.” Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, Sesungguhnya aku termasuk orang orang yang dzalim,” (QS. Al-Anbiya: 87).

Nabi Yunus AS mengalami tiga kegelapan sekaligus dalam persitiwa itu, yaitu kegelapan di dalam perut ikan, kegelapan di dasar laut, dan kegelapan di malam hari. Doa itulah yang kemudian mengantarkan Nabi Yunus AS keluar dari kegelapan-kegelapan tersebut tanpa kurang sedikitpun.

Ketiga, bersungguh sungguh dalam berdoa. Berdoa dengan bersungguh-sungguh disertai kemantapan hati dalam meminta sebagaimana sabda Rasulullah SAW. “Jika salah seorang dari kalian berdoa, maka hendaknya memantapkan hati dalam meminta, dan janganlah mengatakan, Ya Allah jika engkau mau berilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang bisa memaksa Allah.” (HR. Bukhari Muslim).

Baca Juga  Kiat Sukses dengan Selalu Melibatkan Allah SWT

Keempat, dalam berdoa dianjurkan dalam keadaan suci atau berwudhu, menghadap kiblat,  dan mengangkat tangan ketika berdoa. Abu Abdillah bin Zaed mengatakan, “Nabi keluar ke tempat shalat untuk meminta hujan, lalu beliau berdoa dan meminta hujan, kemudian menghadap kiblat dan membalikkan selempangnya.”

Dalam hadis Abu Musa Al-Asy’ari, tatkala Rasulullah SAW selesai dari perang Hunain- Abu Musa mengatakan, “Beliau meminta air lalu berwudhu, kemudian mengangkat kedua tanganya seraya berdoa, “Ya Allah ampunilah Ubaid bin Amir. “Dan aku melihat warna putih ketiaknya.” (HR Bukhari Muslim).

Kelima, berdoalah dengan merendahkan suara. Allah berfiman, “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al A’raf: 55).

Rasulullah SAW bersabda,” Wahai manusia, sayangilah diri kalian, sesungguhnya kalian tidak bedoa kepada yang tuli dan tidak pula yang jauh, kalian berdoa kepada Yang Maha Mendengar dan dekat, dan Dia selalu menyertaimu.” (HR Bukhari)

Keenam, memilih waktu waktu yang dianjurkan dan saat saat yang baik. Seperti setelah shalat, antara azan, dan iqomah, sepertiga malam, hari jumat, padang arafah, saat turun hujan, saat sujud, dan saat berangkat menyerbu musuh dalam jihad fii sabilillah.

Kedelapan, tidak mendoakan jelek kepada diri sendiri, keluarga, dan harta benda. Nabi Bersabda, “Janganlah kalian mendoakan jelek terhadap diri kalian, jangan pula terhadap anak-anak dan harta kalian, jangan sampai kalian mendapati satu saat Allah diminta satu permintaan lalu Dia mengabulkannya untuk kalian.” (HR. Muslim).

Semoga Allah selalu membuka hati kita untuk menerima cahaya, menjadikannya pelita dalam setiap perjalan hidup kita.

Editor: Yahya FR
Related posts
Doa

Doa Penutup Majelis Taklim: Doa Kafaratul Majelis atau Surah al-Asr?

2 Mins read
Kita terbiasa menutup majelis taklim dengan doa kafaratul majlis atau Surah al-Asr, kemudian dilanjutkan dengan salam. Di antara keduanya, manakah yang lebih…
Doa

Berdzikir Pagi dan Petang Hari

2 Mins read
Sebelum membahas berdzikir pagi dan petang hari, hadits berikut tentang dzikir dapat menjadi bahan perenungan; “Perumpamaan orang yang berdzikir (mengingat) Rabbnya dan…
Doa

Doa Sebelum Berhubungan Badan

1 Mins read
Doa Sebelum Berhubungan Badan Doa Sebelum Berhubungan Badan—Umat muslim memiliki tata cara dan adab berhubungan badan (berhubungan intim antara suami dan istri) sesuai…

Tinggalkan Balasan