Tags : Kiai Dahlan

Pendidikan Karakter Indonesia Belum Berkarakter

Masyarakat Indonesia umumnya memahami bahwa pendidikan karakter hanya bisa dilakukan dalam ruang lingkup kelas saja. Sejak awal masyarakat Indonesia dituturkan, “bahwa kamu harus bisa baik ya dengan bapak ini, kamu jangan lupa ya salim dengan bapak-ibu guru disekolah ini”. Ya, wajar saja jika para guru memberikan pemahaman seperti itu kepada murid-muridnya. “At the bottom, character […]Read More

Pesan Kiai Dahlan: Menyampaikan Agama Tidak Boleh dengan Hawa Nafsu

Pada bulan Maulud 1335 H, di hadapan para penghulu, para khatib, dan para ulama yang hadir di serambi Masjid Gedhe Kauman, KH Ahmad Dahlan menerangkan tentang kerusakan umat Islam dan sifat-sifat ulama yang rusak, serta kebiasaan-kebiasaan mereka yang gemar menuduh ulama lain sebagai yang rusak. “Marilah kita sekarang mengajak para ulama mengakui bahwa ulama rusak […]Read More

Di Mata Kiai Dahlan, Al-Quran Adalah Nafas dan Laku Hidup

Benarkah agama Islam itu yang benar? Andaikan Islam itu agama yang benar, dapat membawa kemakmuran, keamanan, perdamaian, peradaban, dan kemuliaan, mengapa umat Islam di seluruh dunia tidak mampu memimpin dunia atau menjadi khalifatullah, dan sebaliknya, justru mereka semua lemah dan kalah? Pertanyaan-pertanyaan di atas benar-benar muncul di masa KH Ahmad Dahlan, dan sekarang juga sebenarnya […]Read More

Pikiran Kiai Dahlan: Antara Abduh, Ridha, dan Renan

Saat berkunjung ke Prancis, Syaikh Abduh berkata: “Saya tidak melihat Muslim di sini, tapi merasakan (nilai-nilai) Islam. Sebaliknya, di Mesir saya melihat begitu banyak Muslim…. tapi hampir tak melihat Islam.” *** Kiai Dahlan begitu terpesona dengan pikiran-pikiran Syaikh Abduh dan Syaikh Ridha. Jurnal al-Urwatul Wustqa kerap beliau baca dan banyak mengilhami pergerakan Muhammadiyah di kemudian […]Read More

Apakah Muhammadiyah Gerakan Islam Berkemunduran?

Prof Amin Abdullah: “Muhammadiyah rasa Salafi itu fenomena berkemunduran.” Sesuatu yang amat jauh dari mimpi Kiai Dahlan satu abad lampau. *** Tahukah antum kenapa Muhammadiyah disebut organisasi modern kala itu? Sebab banyak pikiran dan gagasan Kiai Dahlan melawan jumud, melawan kebodohan, melawan kekolotan. Sebab itu banyak gagasan Kiai Dahlan melawan tabu, melawan tradisi, dan melawan […]Read More

Muktamar Muhammadiyah, Sesekali Perlu Dibuka Oleh Sultan Yogyakarta

Masjid Kauman Yogyakarta megah berdiri. Kokoh di antara luasnya alun-alun, deretan pohon beringin tumbuh angker, setia menjaga marwah kasultanan. Sebuah monumen yang mengisahkan pertautan jiwa dan pikiran antara Sri Sultan Hamengkubuwana VIII dengan Kiai Haji Ahmad Dahlan saat itu. Ulama dan Umara Betapapun Kiai Dahlan berusaha mewarisi para pendahulunya untuk tetap beriringan bersama Sri Sultan […]Read More

Lost your password? Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.