Tags : muhammadiyah

KH Ibrahim: Pengayom Kaum Muda

Oleh: Djarnawi Hadikusuma Sebelum KH Ahmad Dahlan wafat dan masih dalam keadaan sakit, dia berpesan agar supaya pemimpin Muhammadiyah nantinya dipimpin oleh Kiai Haji Ibrahim. Seorang ulama besar yang selama itu tetap membantunya. Mula-mula Kiai Ibrahim merasa enggan karena tidak sanggup memikul tugas yang berat itu. Apalagi merasa tidak mempunyai pengetahuan tentang organisasi. Namun, atas […]Read More

Muhammadiyah dan Filsafat Berkemajuan

Para intelektual di lingkungan Muhammadiyah sedang mencoba mencari makna “Islam Berkemajuan” secara filosofis. Menemukan makna terdalam lewat proses berfikir radikal dan sistematis untuk menemukan apa itu filsafat berkemajuan. Masalahnya adalah, tidak ada “pakem” atau definisi yang “pasti” mengenai apa itu “Islam Berkemajuan.”     Kemajuan Memang, kata “berkemajuan” itu sendiri selalu mengikuti “kemajuan.” Seperti para penumpang […]Read More

Sekretaris Kiai Dahlan ini Pendiri Gerakan Ahmadiyah

Pada suatu masa, Muhammadiyah pernah menjadi ‘payung besar’ yang menaungi beragam sumber daya manusia tanpa melihat latar belakang kelompok atau golongan. Laksana payung besar, Muhammadiyah mengakomodir ragam kultur keagamaan dan ideologi-ideologi pergerakan. Termasuk aliran Ahmadiyah sempat bersanding harmonis dengan Muhammadiyah. Bahkan, terdapat pengurus teras Muhammadiyah menyeberang ke Ahmadiyah, seperti sosok Djojosoegito dan Moh. Hoesni.          […]Read More

Ketegaran Khatib Amin Ketika Sakit Keras

Oleh: Djarnawi Hadikusuma Kiai Dahlan adalah anak dari orang yang berada. Dia sendiri pun sebagai Khatib Amin Masjid Besar Kauman, Yogyakarta, mempunyai penghasilan yang cukup, apalagi di samping itu berdagang batik pula. Jika ingin hidup senang dan tenang, dia sudah memperolehnya. Tetapi rupanya dia berkeinginan lain. Dia inginkan yang jauh melebihi itu, yaitu kesenangan dan […]Read More

Muhammadiyah: Harakah Islam Berbasis Ranting

Dalam sebuah pidato yang sangat berkesan, KH Abdurrazaq Fakhruddin—biasa disebut Pak AR—menuturkan bahwa “Ranting adalah The Real Muhammadiyah.” Masih kata Pak AR, “Di Muhammadiyah tidak ada ‘toplevel,’ maka setinggi apapun kedudukan harus tetap aktif di ranting. Bergerak bersama. Sebab, Muhammadiyah itu tumbuh dari bawah ke atas, bukan dari atas mengalir ke bawah.” Dari Ranting Pak […]Read More

Yang Mendirikan Muhammadiyah Adalah Kaum Muda

Oleh: Mu’tasimbillah Al-Ghozi Pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H, bertepatan dengan 18 November 1912, kaum muda di Kauman dan sekitarnya mendirikan sebuah perhimpunan. Di bawah pimpinan Khatib Amin Masjid Agung Yogyakarta, hari itu kaum muda mendirikan Muhammadiyah sebagai perhimpunan yang legal. Ahmad Dahlan Ahmad Dahlan adalah seorang santri, seorang khatib, dan seorang guru yang berpandangan […]Read More

Lost your password? Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.