IB.Times.ID – Menjelang peringatan Milad ke-109, Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat dakwah kemanusiaan yang inklusif dan berorientasi pada perdamaian global. Komitmen tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Yogyakarta, Senin (18/5), sehari sebelum pelaksanaan Milad ‘Aisyiyah ke-109.
Mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”, organisasi perempuan Muhammadiyah itu menilai bahwa situasi dunia saat ini membutuhkan gerakan sosial yang mampu menghadirkan nilai kemanusiaan, keadilan, dan perlindungan bagi kelompok rentan.
Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, menyampaikan bahwa tema milad tahun ini lahir dari refleksi panjang perjalanan ‘Aisyiyah selama lebih dari satu abad dalam memperjuangkan dakwah Islam berkemajuan.
Menurutnya, meningkatnya konflik global, kekerasan sosial, hingga bertambahnya jumlah pengungsi perempuan dan anak menjadi persoalan serius yang harus mendapat perhatian bersama, termasuk dari organisasi perempuan Islam.
“Dalam situasi global yang diwarnai meningkatnya konflik dan kekerasan, perempuan menjadi kelompok yang paling rentan sekaligus juga menjadi penggerak penting dalam membangun perdamaian. Maka dari itu, kami sangat konsen terhadap data global yang menunjukkan meningkatnya kekerasan berbasis konflik termasuk kekerasan seksual, dan meningkatnya jumlah pegungsi perempuan dan anak,” ujar Salmah.
Ia menambahkan, kondisi tersebut semakin menegaskan pentingnya kehadiran organisasi masyarakat sipil dalam menghadirkan solusi berbasis kemanusiaan dan keadilan sosial.
Perkuat Dakwah Inklusif dan Jejaring Perdamaian
Sebagai bagian dari gerakan dakwah kemanusiaan, ‘Aisyiyah terus mengembangkan berbagai layanan sosial yang berfokus pada perlindungan perempuan, anak, dan keluarga. Beberapa program yang diperkuat di antaranya Pos Bantuan Hukum (Posbakum) ‘Aisyiyah, Biro Konsultasi Keluarga Sakinah (BIKSA), serta Gerakan ‘Aisyiyah Cinta Anak (GACA).
Program-program tersebut dinilai menjadi bentuk nyata komitmen ‘Aisyiyah dalam membangun budaya damai dan memperkuat ketahanan keluarga di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.
Sementara itu, Sekretaris Umum PP ‘Aisyiyah, Tri Hastuti Nur Rochimah, menegaskan bahwa gerakan perempuan Muhammadiyah harus terus bergerak secara inklusif dan melintasi batas identitas sosial maupun budaya.
“Kita selalu berjuang secara inklusif dalam rangka mewujudkan perdamaian lintas batas, etnis, agama, dan suku yang mana ini adalah prinsip Aisyiyah dalam mewujudkan rahmatan lil alamin,” jelasnya.
Selain bergerak di tingkat nasional, ‘Aisyiyah juga aktif membangun jejaring internasional melalui berbagai forum kemanusiaan global, salah satunya Faith to Action (F2A), sebagai bentuk kontribusi perempuan Indonesia dalam agenda perdamaian dunia.
Melalui momentum Milad ke-109 ini, ‘Aisyiyah berharap dapat semakin memperkuat posisi perempuan sebagai pelopor dakwah kemanusiaan yang inklusif, berkeadilan, dan menghadirkan nilai-nilai perdamaian bagi masyarakat global. (NS)


