back to top
Selasa, Juni 30, 2026

Muhammadiyah Gandeng Singapura Siapkan 5.000 Generasi Penguasa AI

Lihat Lainnya

IBTimes.IDKurikulum AI Sekolah Muhammadiyah memasuki babak baru. Sebanyak 5.000 pelajar Muhammadiyah di Jawa Tengah segera merasakan pembelajaran berbasis kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) melalui kerja sama strategis antara Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal (PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah dengan Marshall Cavendish Education (MCE) Singapura.

Langkah ini menjadi bagian dari transformasi pendidikan Muhammadiyah untuk menyiapkan generasi yang menguasai teknologi masa depan tanpa kehilangan karakter dan nilai-nilai Islam.

Kesepakatan tersebut ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman di Semarang, Rabu (18/6/2026). Program ini akan diterapkan pada sekitar 5.000 peserta didik, terutama di Sekolah Unggul Muhammadiyah dan International Class Program (ICP).

Melalui implementasi Kurikulum AI Sekolah Muhammadiyah, para guru juga akan mengikuti pelatihan intensif yang dipandu langsung oleh pakar Marshall Cavendish Education Singapura. Mereka akan mempelajari metodologi pembelajaran modern sekaligus integrasi teknologi AI dan coding dalam proses belajar mengajar.

Namun, bagi Muhammadiyah, transformasi digital tidak sekadar berbicara tentang kecanggihan teknologi. Sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Tengah, Rohmat Suprapto, menegaskan bahwa AI harus menjadi alat untuk memperkuat kualitas manusia, bukan menggantikan nilai-nilai yang menjadi fondasi pendidikan.

“Tentu saja, pemanfaatan AI tidak hanya berorientasi pada penguasaan teknologi dan berbagai platform digital. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi tersebut mampu memperkuat pembentukan karakter peserta didik, membangun visi kehidupan Islami, serta menanamkan nilai-nilai Al-Islam dan kemanusiaan,” ujarnya.

Baca Juga:  Matahari Cerah di Manokwari, Wamen Fajar Bangkitkan Semangat Pendidikan Muhammadiyah di Pelosok Negeri

Menurutnya, Kurikulum AI Sekolah Muhammadiyah dirancang agar peserta didik tidak hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki kebijaksanaan dalam memanfaatkannya.

AI, Coding, dan Karakter Islami dalam Satu Ekosistem

Bagi PWM Jawa Tengah, kemajuan teknologi merupakan kenyataan yang tidak bisa dihindari. Karena itu, dunia pendidikan harus menyiapkan seluruh ekosistemnya agar mampu beradaptasi dengan perubahan global.

Wakil Ketua PWM Jawa Tengah, Dr. H. Ahmad Hasan Asy’ari Ulama’i, M.Ag., menilai bahwa penerapan Kurikulum AI Sekolah Muhammadiyah juga menjadi bagian dari agenda internasionalisasi sekolah-sekolah Muhammadiyah.

“Semangat internasionalisasi tersebut bukan sekadar menjadikan pembelajaran berbasis bahasa Inggris, tetapi bagaimana sekolah-sekolah Muhammadiyah mampu memenuhi standar internasional, menjawab kebutuhan global, dan menghasilkan lulusan yang kompetitif di tingkat dunia,” ujarnya.

Selain penguatan AI, kerja sama ini juga mencakup pengembangan kemampuan coding sebagai bekal penting bagi peserta didik menghadapi dunia kerja dan industri masa depan.

Business Development Director Southeast Asia Marshall Cavendish Education, Tri Turturi, menjelaskan bahwa pihaknya akan mendampingi proses integrasi teknologi tersebut secara menyeluruh.

“Hari ini juga dilaksanakan penandatanganan kerja sama antara Marshall Cavendish Education dan Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Tengah terkait integrasi teknologi Artificial Intelligence (AI) dan coding ke dalam kurikulum pendidikan,” ujarnya.

Melalui Kurikulum AI Sekolah Muhammadiyah, Persyarikatan ingin membuktikan bahwa kemajuan teknologi dan pendidikan Islam tidak berjalan pada dua jalur yang berbeda. Justru keduanya dapat saling menguatkan untuk melahirkan generasi yang cerdas secara digital, unggul dalam kompetensi global, sekaligus kokoh dalam iman, akhlak, dan nilai-nilai kemanusiaan. (NS)

Baca Juga:  Validasi dan Verifikasi Rekening Jadi Kunci Kelancaran Pencairan Tunjangan Guru

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru