IBTimes.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, mengajak generasi muda untuk mengenal, memahami, dan meneladani nilai-nilai positif yang diwariskan Presiden Kedua Republik Indonesia, HM Jenderal Soeharto. Ajakan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan pada kegiatan Lomba Melukis Sketsa HM Jenderal Soeharto yang diselenggarakan di Universitas Trilogi, Jakarta, Rabu (24/6).
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa dirinya merupakan salah satu penerima manfaat Beasiswa Supersemar. Supersemar adalah program pendidikan yang digagas oleh Presiden Soeharto untuk mendukung siswa dan mahasiswa berprestasi dari berbagai daerah di Indonesia.
“Saya adalah salah satu penerima Beasiswa Supersemar. Karena itu, saya memahami secara langsung bagaimana program ini telah membantu banyak anak bangsa memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih baik,” ujar Abdul Mu’ti.
Menurut Mendikdasmen, Beasiswa Supersemar merupakan salah satu bentuk perhatian Presiden Soeharto terhadap pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Melalui program tersebut, banyak generasi muda berprestasi mendapatkan kesempatan untuk berkembang dan kelak menjadi pemimpin di berbagai bidang.
“Gagasan Pak Harto memberikan Beasiswa Supersemar adalah agar mereka yang berprestasi dapat tumbuh dan berkembang menjadi generasi unggulan serta pemimpin-pemimpin bangsa di masa depan,” katanya.
Abdul Mu’ti menambahkan bahwa hingga saat ini masih banyak keluarga besar alumni penerima Beasiswa Supersemar yang terus berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa di berbagai sektor kehidupan.
Selain melalui program beasiswa, menurutnya Presiden Soeharto juga memiliki kontribusi besar dalam perluasan akses pendidikan dasar bagi masyarakat Indonesia melalui pembangunan Sekolah Dasar Instruksi Presiden (SD Inpres).
“Dalam konteks pendidikan, Pak Harto memiliki peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Salah satunya melalui pembangunan SD Inpres di berbagai daerah sebagai upaya memenuhi hak masyarakat atas pendidikan dasar,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan SD Inpres menjadi salah satu program strategis. Program tersebut membuka akses pendidikan hingga ke wilayah-wilayah terpencil yang sebelumnya sulit dijangkau layanan pendidikan formal.
“SD Inpres tidak hanya dibangun di kota-kota besar, tetapi juga tersebar hingga daerah-daerah terpencil. Program ini telah memberikan kesempatan belajar kepada jutaan anak Indonesia,” lanjutnya.
Mendikdasmen bahkan menyinggung sejumlah penelitian internasional yang mengkaji dampak pembangunan SD Inpres terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Ada peneliti yang mengkaji dampak SD Inpres dan mendapatkan pengakuan internasional atas penelitiannya. Ini menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan yang dirancang dengan baik dapat memberikan dampak yang sangat besar bagi kemajuan bangsa,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menilai penyelenggaraan lomba melukis tersebut bukan sekadar kegiatan seni. Melainkan juga sarana edukasi untuk memperkenalkan tokoh-tokoh bangsa kepada generasi muda.
“Lomba ini menjadi salah satu cara agar anak-anak lebih mengenal dan mengenang para tokoh yang telah memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara,” katanya.
Ia mengajak para peserta untuk tidak hanya menggambar sosok Soeharto secara visual. Tetapi juga memahami nilai-nilai kepemimpinan, optimisme, dan semangat pengabdian yang melekat pada dirinya.
“Kalian perlu menginternalisasi nilai-nilai baik yang diajarkan Pak Harto. Beliau sering disebut sebagai Smiling President. Senyumnya mencerminkan optimisme terhadap masa depan bangsa dan keyakinan bahwa Indonesia dapat terus maju,” tutur Abdul Mu’ti.
Lebih lanjut, Mendikdasmen menekankan bahwa kegiatan melukis juga memiliki nilai pendidikan yang penting. Karena hal tersebut mampu mengembangkan kreativitas, kepekaan, dan karakter peserta didik.
“Lomba ini merupakan bagian dari upaya pengembangan minat dan bakat peserta didik. Melukis bukan hanya aktivitas seni, tetapi juga bagian dari olah pikir, olah hati, dan pengembangan kepribadian yang dituangkan dalam bentuk karya visual,” ujarnya.
Abdul Mu’ti berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas. Sekaligus dapat memperkuat pemahaman mereka terhadap sejarah bangsa dan nilai-nilai kepemimpinan yang dapat menjadi inspirasi bagi masa depan Indonesia.


