back to top
Jumat, Juli 31, 2026

Perkuat Budaya Baca, Kemendikdasmen Salurkan 5,5 Juta Buku ke 24.609 Sekolah

Lihat Lainnya

IBTimes.ID – Pemerintah memperkuat intervensi untuk mengatasi kesenjangan literasi di berbagai daerah melalui distribusi bahan bacaan berkualitas. Sebanyak 5,5 Juta atau lebih tepatnya 5.538.300 eksemplar buku bacaan bermutu ke 24.609 disalurkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kepada 24.609 sekolah yang masuk kategori darurat literasi berdasarkan hasil Asesmen Nasional (AN) 2025.

Pengiriman 5,5 juta buku tersebut dimulai dari Kudus, Jawa Tengah, Jumat (31/7/2026). Berbeda dari distribusi buku secara umum, program ini diarahkan kepada sekolah yang berada pada kategori 1, yakni satuan pendidikan dengan kemampuan literasi jauh di bawah kompetensi minimum.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa ketersediaan bahan bacaan berkualitas merupakan bagian dari hak dasar anak. Menurutnya, intervensi tersebut diperlukan untuk mempercepat peningkatan kemampuan literasi sekaligus membangun kebiasaan membaca sejak usia dini.

“Pencetakan dan pengiriman buku bermutu untuk para murid ini dilakukan untuk mempercepat peningkatan literasi anak, membangun budaya baca sejak dini, dan mendekatkan akses bahan bacaan berkualitas ke satuan pendidikan yang perlu diprioritaskan,” tegas Abdul Mu’ti dalam sambutannya saat Peluncuran Pengiriman Buku Bermutu Gerakan Literasi Nasional 2026, di Kudus, Jawa tengah, Jumat, 31 Juli 2026.

Distribusi Buku Berbasis Data Asesmen Nasional

Sebanyak 5,5 juta buku terdiri dari buku nonteks dengan beragam format dan jenis bacaan, mulai dari buku bergambar, komik, hingga novelet berukuran A4, A5, dan B5. Buku tersebut akan dikirimkan kepada 18.444 SD dan 6.165 SMP.

Baca Juga:  Di AICIS+ 2025, Menag Bicara Pelestarian Lingkungan dan Pemberdayaan Ekonomi Umat

Setiap SD mendapatkan 200 eksemplar, sedangkan setiap SMP memperoleh 300 eksemplar. Distribusi dilakukan berdasarkan pemetaan kebutuhan sehingga sekolah dengan kondisi literasi paling rendah menjadi prioritas.

Pengiriman 5,5 juta buku juga memiliki dasar evaluasi ilmiah. Kajian Pusat Standar Kebijakan Pendidikan (PSKP) pada 2025 menunjukkan sekolah penerima hibah buku serupa pada 2022 mengalami peningkatan skor capaian literasi 1,1 poin lebih tinggi dibandingkan sekolah yang tidak menerima bantuan. Peningkatan tersebut disebut setara dengan kemampuan belajar sekitar dua bulan.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, mengatakan distribusi dilakukan melalui kolaborasi dengan pihak swasta agar buku dapat lebih cepat diterima sekolah sasaran.

“Buku ini memang masih terbatas dan belum bisa menjawab kebutuhan para murid di semua sekolah. Oleh karena itu, pengiriman buku ini masih diprioritaskan pada sekolah dengan kategori 1 pada nilai AN literasi sekolah mereka,” ujar Hafidz dalam laporannya.

Lima provinsi dengan penerima terbanyak tahun ini mencakup Sumatera Utara, Jawa Barat, Aceh, dan Nusa Tenggara Timur. Pengiriman 5,5 juta buku ditargetkan tiba di seluruh sekolah sasaran paling lambat 4 September 2026.

Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada penambahan koleksi perpustakaan. 5,5 juta buku diarahkan untuk membangun ekosistem membaca yang mendorong siswa memahami bacaan secara kritis, menulis, serta mengembangkan kembali gagasan yang mereka peroleh dari buku. (NS)

Baca Juga:  Prabowo: Sekolah Rakyat Hadir untuk Memutus Rantai Kemiskinan

Peristiwa

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru