back to top
Selasa, September 8, 2026

Tiga Observatorium Muhammadiyah dan Ikhtiar Membaca Semesta melalui Sains

Lihat Lainnya

IBTimes.ID – Perkembangan Observatorium Muhammadiyah menunjukkan semakin kuatnya perhatian Persyarikatan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya astronomi dan ilmu falak.

Melalui perguruan tinggi Muhammadiyah di berbagai daerah, Observatorium Muhammadiyah tidak hanya menjadi ruang penelitian, tetapi juga sarana edukasi publik, pengamatan langit, hingga pelayanan keagamaan.

Sedikitnya terdapat tiga pusat astronomi yang memiliki karakteristik berbeda, yakni Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (OIF UMSU), Observatorium Universitas Ahmad Dahlan (UAD), dan Observatorium Unismuh Makassar.

Kehadiran Observatorium Muhammadiyah tersebut memperlihatkan bagaimana dunia pendidikan Muhammadiyah turut mengambil peran dalam pengembangan sains.

Muhammadiyah Bangun Pusat Astronomi

Observatorium Ilmu Falak atau OIF UMSU menjadi salah satu pionir dalam pengembangan astronomi di lingkungan perguruan tinggi persyarikatan. OIF UMSU pertama kali diresmikan oleh Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah pada 30 Maret 2015.

Setahun kemudian, keberadaan observatorium tersebut kembali mendapat perhatian nasional. OIF UMSU diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada 23 Mei 2016, yang ditandai dengan penandatanganan prasasti resmi.

OIF UMSU memiliki sejumlah fasilitas, seperti planetarium flat, perpustakaan falakiah, Pinhole Camera, dan Camera Obscura. Observatorium Muhammadiyah ini juga aktif menjalankan Safari Astronomi serta memberikan layanan akurasi arah kiblat secara gratis.

Sementara itu, Universitas Ahmad Dahlan menghadirkan observatorium yang diresmikan oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Syamsul Anwar, M.A., pada 11 Agustus 2023. Peresmian tersebut bertepatan dengan peringatan satu abad Observatorium Bosscha.

Baca Juga:  Mendarat di Jeddah, Jamaah Haji Pakai Ihram di Embarkasi

Observatorium UAD berada di bawah pengelolaan Pusat Studi Astronomi atau PASTRON. Konsepnya dikembangkan sebagai ruang edutourism yang terintegrasi dengan Museum Muhammadiyah, dilengkapi Taman Angkasa dan Ruang Galeri.

Di Indonesia Timur, juga hadir melalui Unismuh Makassar. Observatorium Unismuh diresmikan langsung oleh Rektor Unismuh Makassar, Prof. Ambo Asse, pada 22 Maret 2023, bersamaan dengan pemantauan hilal awal Ramadan 1444 H.

Berlokasi di Lantai 18 Menara Iqra, observatorium ini menjadi salah satu pusat pengamatan langit strategis di Indonesia Timur. Dua kubah berukuran tiga meter serta teleskop iOptron CEM 70 dan Celestron memperkuat fasilitas penelitian dan pemantauan astronomi.

Kehadiran ketiga Observatorium Persyarikatan tersebut menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah menghubungkan ilmu pengetahuan, pendidikan, teknologi, dan pelayanan kepada masyarakat.

Dari Medan, Yogyakarta, hingga Makassar, langit kini menjadi ruang belajar yang semakin terbuka bagi generasi Indonesia. (NS)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru