back to top
Selasa, April 21, 2026

‘Aisyiyah Dorong Perempuan Berdaya di Era Digital, Pendidikan Jadi Kunci Utama

Lihat Lainnya

IBTimes.ID – Peringatan Hari Kartini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi momentum reflektif untuk memperkuat peran perempuan dalam menghadapi tantangan zaman. Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah menegaskan pentingnya penguatan kapasitas perempuan, terutama dalam bidang pendidikan dan penguasaan ruang digital sebagai kunci menghadapi perubahan global.

Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, menyampaikan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam pembangunan bangsa. Oleh karena itu, akses pendidikan yang merata dan berkualitas menjadi fondasi utama agar perempuan mampu berkontribusi secara optimal, baik di ruang publik maupun dalam kehidupan keluarga.

Menurutnya, peningkatan partisipasi perempuan dalam dunia pendidikan saat ini menunjukkan perkembangan positif. Kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan bagi perempuan semakin meningkat, didukung oleh berbagai kebijakan seperti perluasan akses belajar dan program beasiswa.

Salmah menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya meningkatkan kapasitas individu perempuan, tetapi juga berdampak luas pada kualitas kehidupan sosial dan keluarga. Dengan bekal pendidikan yang memadai, perempuan dapat berperan aktif sesuai kompetensi dan keahliannya.

Tantangan Digital dan Pentingnya Literasi Perempuan

Dalam konteks kekinian, perempuan dihadapkan pada tantangan baru yang semakin kompleks, terutama di era digital. Kesenjangan akses teknologi, beban ganda, hingga kekerasan berbasis gender di ruang digital menjadi isu yang perlu direspons secara serius.

‘Aisyiyah memandang bahwa penguatan literasi digital menjadi kebutuhan mendesak agar perempuan tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi secara produktif dan berdaya saing.

Baca Juga:  Siti Walidah, Pejuang Emansipasi dari Muhammadiyah

Selain itu, Salmah juga menekankan pentingnya menghapus paradigma lama yang membatasi perempuan hanya pada ranah domestik. Sejarah telah menunjukkan bahwa perempuan memiliki ruang luas untuk berkiprah dalam berbagai bidang, baik dalam konteks perjuangan bangsa maupun dalam tradisi Islam.

“Fakta ini menunjukkan bahwa perempuan memiliki ruang yang luas untuk berkarya, berdaya, dan berkontribusi dalam berbagai sektor pembangunan,” ujarnya pada Selasa (21/4).

Dalam sejarah ‘Aisyiyah sendiri, kontribusi perempuan telah dimulai sejak awal abad ke-20 melalui pengembangan pendidikan. Salah satunya ditandai dengan pendirian Taman Kanak-Kanak yang menjadi embrio TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal. Gerakan ini terus berkembang hingga kini, mencakup berbagai jenjang pendidikan.

Sebagai penutup, Salmah mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk menghidupkan semangat Kartini. Ajakan tersebut diwujudkan dalam bentuk aksi nyata yang memberikan dampak bagi masyarakat dan peradaban.

“Semangat Kartini harus kita hidupkan, bukan hanya sebagai peringatan, tetapi sebagai gerakan untuk menghadirkan perempuan yang berdaya, berkemajuan, dan berkontribusi bagi peradaban bangsa,” pungkasnya. (NS)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru