Apakah Muhammadiyah Gerakan Islam Berkemunduran? - IBTimes.ID
Moderasi

Apakah Muhammadiyah Gerakan Islam Berkemunduran?

2 Mins read

Prof Amin Abdullah: “Muhammadiyah rasa Salafi itu fenomena berkemunduran.” Sesuatu yang amat jauh dari mimpi Kiai Dahlan satu abad lampau.

***

Tahukah antum kenapa Muhammadiyah disebut organisasi modern kala itu? Sebab banyak pikiran dan gagasan Kiai Dahlan melawan jumud, melawan kebodohan, melawan kekolotan. Sebab itu banyak gagasan Kiai Dahlan melawan tabu, melawan tradisi, dan melawan kelaziman.

Kiai Dahlan menterjemahkan Al-Quran  meski sebagian ulama tradisional takut maknanya berubah. Membangun sekolah dengan sistem klasikal, menggunakan kapur dan papan tulis, meski kemudian disebut tasyabbuh, karena mirip sekolah paroki. Carl Whyterington menyebut bahwa Kiai Dahlan bukan ulama biasa, tapi sekaligus juga seorang ’pragmatikus’ agama yang gigih dan ulet.

Kiai Dahlan melakukan pembaharuan pemahaman Islam. Ir Soekarno menulis artikel yang sangat bagus berjudul “memudakan pemahaman Islam.” Sebab umat Islam saat itu telah lunglai, lusuh, dan kalah, karena pemahaman yang kolot, jumud, dan tradisional. Bahkan beberapa malah terpapar paham Jabbari— sikap nrimo ing pandum. Dan menjadikan agama tak lebih sebagai media ritual kematian. Fachri Ali menyebut “Islam yang masuk ke Indoenesia adalah Islam yang sudah terkalahkan.”

***

Di mana-mana umat Islam mengalami kekalahan, karena jauh dari Al-Quran, jauh dari As-Sunah. Al-Quran hanya dihafal tapi tak paham maksud. Kiai Dahlan memulai dengan surat Al-Maun,  tidak hanya dibaca atau dihafal, tapi dipahami kemudian diamalkan. Ini gerakan pembaharuan pertama— cara baru, sistem baru, dan strategi baru di luar mapan. Para ulama terkesima, banyak yang kaget dan beberapa melawan. Teologi Al-Maun adalah teologi pembebasan. Pembebasan dari jumud, eksklusif, kolot, fanatisme, dan kebodohan massal.

Kiai Dahlan terinspirasi gagasan Syaikh Abduh dan muridnya Syaikh Rasyid Ridha: “al-Islam mahjubun bil muslim.” Ini kata pendek, tapi cukup menjadi pengingat bahwa gerakan Muhammadiyah adalah pemodernan. Kembali kepada Al-Quran dan As-Sunah. Bukan kembali ke masa lampau dalam pengertian yang letterljick.

Al-Islam ya’lu wa la yu’la alaih dipahami positif, sebagai kemuliaan dan keanggunan ajaran Islam yang mulia. Islam itu melebihi dari peradaban apapun di dunia. Thaha Husein memberi catatan menarik bahawa kekalahan umat Islam lebih dikarenakan tiadanya pemahaman umat Islam atas kesadaran kemuliaan Islam. Sebab, Islam sering dimaknai bukan sebagai ajaran hidup.

Baca Juga  Benarkah Muhammadiyah Direndahkan?
***

Tapi bagaimana jika fenomena ortodoksi pemikiran Islam di kalangan ulama dan aktivis Persyarikatan adalah seperti pendulum. Atau mungkin saja dua arus besar pemikiran sedang bersaing berebut dominan. Setelah hampir satu abad modern, kini balik kembali ke awal. Resign ke titik nol— saat di mana umat Islam belum mengenal Muhammadiyah? Bukankah kegelisahan ini makin tampak terlihat, dalam relasi-relasi keberagamaan, baik internal atau eksternal yang ditampakan? Adanya semacam gejala pengerasan dan kejumudan.

Di atas semua itu, saya sangat yakin bahwa Muhammadiyah punya daya imun yang sangat kuat. Menetralisir pikiran-pikiran yang singgah sementara dan mengubahnya menjadi sebuah kekuatan baru. Sebab, Muhammadiyah bukan Persyarikatan biasa.

Editor: Arif

Related posts
Moderasi

Kata Siapa Percaya Takhayul itu Selalu Buruk?

3 Mins read
Bahasa itu Netral Pada dasarnya, bahasa itu bersifat netral. Positif atau negatifnya suatu bahasa ditentukan oleh manusia. Sebab, manusia memegang kendali penuh…
Moderasi

Cara Membendung Paham Radikal di Perguruan Tinggi

3 Mins read
Rangkaian Aksi Teror Dua minggu yang lalu, kita kembali dikejutkan dengan aksi teror di Gereja Katedral, Makassar. Hanya berselang tiga hari dari…
Moderasi

Cara Menjadi Moderat di Bulan Suci Ramadhan

3 Mins read
Moderasi Beragama Wacana moderasi beragama semakin hari menjadi ikonik di tengah-tengah umat Islam. Moderasi menjadi pilihan mutakhir untuk menangkal berbagai macam isu…

Tinggalkan Balasan

Mari Kolaborasi
Mari Berkolaborasi bersama kami "IBTimes.ID - Cerdas Berislam" dan para kontributor lainnya untuk memproduksi narasi Islam yang mencerahkan.
Donasi dapat melalui Bank Mandiri 137-00-5556665-3 a.n Litera Cahaya Bangsa