Ayah, Kenapa Allah Tidak Menjadikan Semua Orang di Bumi ini Beragama Islam? - IBTimes.ID
Parenting

Ayah, Kenapa Allah Tidak Menjadikan Semua Orang di Bumi ini Beragama Islam?

3 Mins read

Ayah Islam – Pada suatu siang di hari Jumat, Rozaq bergegas menuju masjid untuk menunaikan shalat Jumat bersama dengan ayahnya. Ketika sampai di masjid, sang khatib sudah memulai khutbahnya. Rozaq dan ayahnya segera menunaikan shalat tahiyyatul masjid sebelum duduk mendengarkan khutbah dari sang khatib.  

Setelah selesai menunaikan shalat tahiyyatul masjid, Rozaq dan ayahnya mendengarkan khutbah dengan seksama. Dalam khutbahnya, sang khatib menyinggung salah satu ayat dari Al-Qur’an, yaitu QS. Ali Imran ayat 19:

اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِسْلَامُ

“…. Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam….”

“Para hadirin shalat Jumat yang berbahagia, orang yang beragama selain Islam itu tidaklah diterima di sisi Allah. Mereka akan mendapat siksa di neraka karena tidak memilih agama Islam” terang sang khatib setelah mengutip ayat.

Khutbah pertama dan kedua pun selesai. Para hadirin shalat Jumat selanjutnya melaksanakan shalat jumat yang di-imam-i oleh sang khatib tadi. Setelah shalat jumat, Rozaq dan ayahnya pulang ke rumah dengan berjalan kaki.

Rozaq masih teringat apa yang diucapkan sang khatib shalat Jumat tadi. Ada pertanyaan yang mengganjal di kepalanya. Sambil berjalan menuju rumah, Rozaq akhirnya memberanikan dirinya untuk bertanya kepada ayahnya apa yang menjadi pertanyaan di benaknya.

Ayah, Kenapa Allah Tidak Menjadikan Semua Orang di Bumi ini Beragama Islam?

“Ayah, kenapa Allah tidak menjadikan semua orang di bumi ini beragama Islam? Tanya Rozaq polos.

Lhoh, kenapa bertanya seperti itu, Nak?” jawab ayahnya heran.

Anu ayah, Rozaq masih teringat yang diucapkan khatib tadi. Beliau kan tadi bilang kalau orang yang tak beragama Islam, di akhirat akan disiksa kan?” ucap Rozaq.

Baca Juga  Ayah, Kapan Aku Boleh Jihad Perang?

“Iya, betul, Nak. Tadi khatibnya bilang seperti itu” tukas ayahnya.

“Allah kan maha segalanya ya, Ayah, innallaha ‘ala kulli syai’in qadiir? Kalau Allah maha segalanya, seharusnya Allah mudah saja menjadikan semua manusia di muka bumi ini beragama Islam dan semua akan masuk ke surga-Nya di akhirat nanti. Lantas, kenapa Allah tidak melakukan hal tersebut?”, tanya Rozaq dengan sedikit terangkat intonasinya.     

Ayah Rozaq menghela nafas sebentar, lalu mencoba menjawab pertanyaan dari sang anak.

“Nak, Allah itu sebenarnya sangat mampu untuk menjadikan semua manusia beragama Islam di bumi ini. Allah berfirman dalam QS. Yunus: 99: وَلَوۡ شَآءَ رَبُّكَ لَأٓمَنَ مَن فِي ٱلۡأَرۡضِ كُلُّهُمۡ جَمِيعًاۚ (Jika Tuhanmu menghendaki, tentulah semua orang di bumi beriman seluruhnya)” jawab sang ayah.

“Lalu, kenapa kira-kira Allah tidak menjadikan mereka semua beragama Islam? Karena Allah memberikan kehendak bebas kepada manusia untuk menentukan keimanannya. Tak seperti malaikat yang sudah didesain secara otomatis untuk selalu patuh kepada segala perintah Allah” lanjut sang ayah.

“Wah, berarti Allah tak sayang umat manusia dong, Yah. Membiarkan mereka terombang-ambing atas pilihannya sendiri?” tanya Rozaq mencoba berargumen.

“Ouh, tidak. Justru sebaliknya. Allah itu menspesialkan manusia dengan memberikan kemerdekaan untuk menentukan pilihannya sendiri. Allah sudah memberikan petunjuk kepada seluruh umat manusia akan kebenaran-Nya dan juga kesahihan agamanya. Melalui perantara Al-Qur’an, Nabi, dan bahkan banyak ulama dan ilmuwan yang menyatakan dengan yakin bahwa Islam adalah agama yang benar. Tapi karena manusia punya kehendak sendiri untuk menentukan keimanannya, maka ia bebas apakah ia akan beriman kepada Allah atau pun tidak” jawab ayahnya mantab.

***

“Ouh jadi itu ya, Yah, alasan kenapa masih ada umat manusia yang masih tak beragama Islam padahal sudah ada bukti yang sangat nyata?” tegas Rozaq.

Baca Juga  Ayah, Kenapa Allah Menciptakan Neraka?

“Iya, Nak. Betul sekali. Ada beberapa ayat Al-Qur’an yang menunjukkan bahwasannya manusia itu punya kehendak bebas untuk menentukan keimanannya. Di antara yakni QS. Al-Baqarah: 256: لَآ اِكْرَاهَ فِى الدِّيْنِۗ  (Tidak ada paksaan dalam memeluk agama [Islam]) dan QS. Al-Kahf: 29 فَمَنْ شَاۤءَ فَلْيُؤْمِنْ وَّمَنْ شَاۤءَ فَلْيَكْفُرْۚ (barangsiapa menghendaki (beriman) hendaklah dia beriman, dan barangsiapa menghendaki (kafir) biarlah dia kafir)” imbuh ayahnya.

“Maka, kehendak bebas yang dimiliki manusia itu menjadi ujian bagi mereka. Apakah digunakan memilih jalan kebenaran dan kebaikan atau malah digunakan untuk jalan-jalan kemungkaran, liyabluwakum ayyukum ahsanu ‘amala, untuk bahan ujian bagimu agar nampak darimu mana yang lebih baik amalannya” lanjut sang ayah.

“Baik, Ayah, aku paham sekarang kenapa semua manusia tak beragam Islam. Terima kasih, Ayah” ucap Rozaq.

“Eits, tapi jangan lupa. Meskipun ada orang yang belum beriman kepada Allah, kita tetap tak boleh memaksanya masuk ke agama kita, sebagaimana yang sudah ayah jelaskan tadi. Kita juga nggak boleh lho untuk mengolok-olok kepercayaan mereka, karena Allah juga berfirman dalam QS. Al-An’an ayat 108: وَلَا تَسُبُّوا۟ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ فَيَسُبُّوا۟ ٱللَّهَ عَدْوًۢا بِغَيْرِ عِلْمٍ  (Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan)” terang ayahnya.

“Baik ayah, Rozak tak akan mengejek mereka yang belum beriman kepada Allah, Rozaq janji” tukas Rozaq tersenyum puas.

Konten ini adalah hasil kerja sama dengan Biro Humas, Data, dan Informasi Kementerian Agama Republik Indonesia

Editor: Yusuf RY

Print Friendly, PDF & Email
Yahya Fathur Rozy
23 posts

About author
Sarjana Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Articles
Related posts
Parenting

Toleransi Nabi Muhammad Saw kepada Umat Kristen

3 Mins read
Prof William Montogomery Watt dalam karyanya, Muslim-Christian Encounters, William Montogomery Watt menyebutkan Kristen pada masa Nabi Muhammad Saw, adalah Kristen dari golongan…
Parenting

Ayah, Kenapa Allah Menciptakan Neraka?

2 Mins read
Allah Menciptakan Neraka – Di sore hari tepatnya jam 17.00 WIB, Andi yang habis pulang dari TPA, menyusuri jalan pulang sambil memikirkan…
Parenting

Ayah, Kapan Aku Boleh Jihad Perang?

2 Mins read
Sekarang juga kamu bisa berjihad. Tetapi ketahuilah wahai Anakku, makna jihad itu tidak selalu Perang. Jihad itu dari kata j-h-d, yang artinya…

Tinggalkan Balasan