Fitnah Dajjal: Pagi Hari Beriman, Sore Hari Kafir - IBTimes.ID
Akidah

Fitnah Dajjal: Pagi Hari Beriman, Sore Hari Kafir

4 Mins read

Zaman Dajjal adalah zaman fitnah yang besar, bahkan sedikit orang yang beriman di pagi hari, lalu mereka menjadi kafir di sore hari. Hal ini menunjukkan betapa hebatnya fitnah Dajjal yang melanda umat Islam. Pada saat itu memegang agama bagaikan memegang batu api yang sangat panas, bila dilepaskan dirinya akan menjadi mangsa Dajjal. Tetapi bila terus dipegang godaannya dan fitnah yang dihadapinya sangatlah besar dan berat.

Karena, itu orang yang tampaknya rajin beribadah dan kemana-mana memakai pakaian identitas muslim, tetapi cara mencari harta dilakukan secara riba dan haram. Dengan tetangga mereka saling bermusuhan. Terhadap teman saling iri dan dengki. Lalu main tikam dari belakang. Sungguh carut marut keadaan manusia di jaman itu.

Tidak sedikit diantara mereka ini yang tergiur dengan iming-iming agama lain, lalu mereka meninggalkan Islam dan murtad. Orang–orang murtad ini lebih suka memeluk agama lain, karena mendapatkan kebebasan dalam bermaksiat. Sedangkan menurut pendapatnya, agama Islam dianggap membatasi kebebasan dalam hidupnya. Islam menurutnya penuh dengan aturan yang ketat, karena tidak boleh berzinah, meminum alkohol, tidak boleh membungakan uang dan sebagainya.

Keadaan masyarakat suatu negeri meskipun belum disinggahi Dajjal agaknya telah bejat moral mereka. Karena budaya kebebasan telah menjadi kesenangan mereka. Antara pria dan wanita tidak ada ikatan pernikahan yang sah. Mereka bebas melakukan apa saja dan bebas berganti-ganti pasangan. Orang–orang mendambakan kenikmatan sesaat. Hamil di luar nikah sudah bukan menjadi hal yang tabu. Tidak sedikit anak yang lahir tidak kenal dengan ayahnya. Aborsi dilindungi hukum negara. Peredaran minuman keras dan narkoba tidak dilarang lagi.

Dampak dari Fitnah Dajjal

Semakin lama, orang Islam semakin berkurang, karena sedikit demi sedikit berpindah agama lain. Atau tetap Islam namun hanya sebatas pengakuan dan identitas saja. Orang–orang mukmin yang ‘benar’ mereka telah membaca hadist Rasulullah bahwa jika menemui keadaan seperti itu, segera saja mereka berbuat kebaikan. Mereka tidak menunda-nunda dalam beramal beribadah dan istiqamah berlindung kepada Allah. Orang–orang yang demikian inilah yang selamat.

Baca Juga  Mengapa 'Iman' Menyatu dengan 'Amal Shaleh'?

Mengapa demikian? Sebab, disaat Dajjal berkeliaran, orang–orang yang pagi harinya beriman, lalu sore harinya menjadi kafir. Orang yang sore beriman, lalu pagi harinya menjadi kafir.

Dajjal mendatangi suatu tempat yang penghuninya sebagian besar telah ingkar kepada Al–Qur’an dan Al–Hadist. Mereka yang tetap teguh dalam keimanannya hanyalah sedikit saja. Dajjal juga menunjukan kehebatannya dengan memamerkan sungai api dan sungai berapi jernih. Juga menunjukan Neraka di tangan kiri dan Surga di tangan kanannya.     

Kepada penduduk negeri itu Dajjal berkata “Wahai penduduk negeri ini. Janganlah kalian semua terkejut dan takut. Kedatanganku kemari untuk menyelamatkan kalian. Lihatlah orang-orang yang menjadi pengikutku, mereka juga kuselamatkan!”

“Siapakah engkau wahai manusia raksasa?” tanya seseorang.

“Aku bukanlah manusia. Tetapi aku adalah Tuhan yang turun ke bumi. Kalian harus menyembahku dan beriman kepadaku jika kalian ingin selamat!” ujarnya, sambal menunjukan Surga dan Neraka yang dibawahnya.

Dajjal mengancam orang–orang yang tidak mau menyembahnya sebagai Tuhan. “Aku memberi waktu dalam semalam. Jika besok pagi kalian tidak beriman kepadaku. Maka kalian akan kumasukan ke dalam nerakaku!”.

“Sampai kapanpun kami tetap menyembah Allah dan tetap mengakui Muhammad sebagai Nabi terakhir”. Ujar salah seorang dari sekelompok orang yang beriman.

***

Ketika mereka bangun pagi hari, betapa terkejutnya melihat keadaan tersebut. Sebagian merasa cemas karena tiba-tiba ia menjadi miskin. Dia mengadu kepada seorang pengikut Dajjal.

“Bagaimana ini, dalam semalam hartaku habis. Aku sekarang menjadi miskin”, keluhnya. 

“Itulah kekuasaan tuhanku Dajjal. Tapi jika kau beriman kepadanya, maka kau akan mendapatkan segala-galanya. Kau akan bergelimang kenikmatan dan kebahagiaan”, ujar pengikut Dajjal. Lalu orang itupun menyatakan beriman kepada Dajjal.

Baca Juga  Mengenal Makhluk Gaib Ciptaan Allah

Maka benarlah Rasulullah Saw, bahwa kelak di akhir zaman, orang yang pagi harinya beriman, sore hari mereka menjadi kafir. Jika sore hari beriman, pagi hari menjadi kafir.

بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِى كَافِرًا أَوْ يُمْسِى مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah saw. bersabda : “Sesungguhnya kamu berbuat kebaikan sebelum terjadi berbagai fitnah bagaikan malam yang gelap, yang pada saat itu seseorang yang beriman di pagi hari bisa menjadi kafir di sore harinya, dan orang yang beriman di sore hari bisa menjadi kafir pada pagi harinya, serta dia menjual agamanya dengan harta benda.” (HR. Muslim)

Dajjal Menetap 40 hari di Muka Bumi

Dajjal terus malang melintang di muka bumi. Berpetualang dari suatu negeri ke negeri lain. Penduduk negeri yang disinggahi Dajjal pastilah berubah keadannya. Mereka yang munafik, kafir, Yahudi, dan Nasrani menjadi kaya raya dan merasa makmur karena beriman kepada Dajjal.

Oleh karena itu, bagi keluarga mukmin, mereka lebih suka berada di dalam rumahnya bersama keluarganya. Mereka menutup rapat-rapat pintu rumahnya. Mereka melarang keluarganya agar tidak terpengaruh oleh Dajjal. Wanita-wanita mukmin dijaga betul-betul agar tidak melangkah dari pintu rumahnya. Bahkan kepala keluarga yang mengikat keluargnya agar tidak keluar rumah.

Dajjal tak henti-hentinya mencari pengikut sebanyak–banyaknya. Ia berkeliaran dimuka bumi selama 40 Hari. Namun, 40 hari yang dimaksud pada akhir zaman tidaklah sama dengan tempo waktu yang sekarang ini. Ada yang menafsirkan 40 tahun. Namun, dalam sabda Rasulullah disebutkan 40 hari sama dengan 14 bulan 14 hari. Satu hari rentang waktunya sama dengan satu bulan. Sedangkan hadist dari An Nuwwas bin Sam’an ra. menerangkan bahwa para sahabat bertanya kepada Rasulullah saw.

Baca Juga  Istiqomah: Konsisten dalam Kebaikan

Kami bertanya,”Ya Rasul, berapa lamakah Dajjal menetap dibumi? “Rasullah saw. menjawab, “40 hari, sehari bagai setahun, sehari bagai sebulan, sehari bagai sepekan sedangkan hari–hari selebihnya seperti hari–hari kalian sekarang ini.”

Kami bertanya, “Ya Rasulullah, pada saat satu hari seperti setahun itu, cukupkah kami shalat seperti shalat kami sekarang ini?“ Rasulullah saw. menjawab, “tidak, tetapi perhitungkanlah sepantasnya”. 

Segala kemampuan Dajjal itu bersifat istidraj, bukan mukjizat ataupun bukan karomah. Sebab sudah jelas sekali kalua Dajjal itu adalah kafir yang menyesatkan dan membawa fitnah, bukan Nabi dan bukan orang yang sholeh. Semua yang dilakukannya itu tipu muslihat semata untuk menarik simpati orang agar mengikuti jejaknya. Semoga Allah Swt melindungi kita dari fitnah Dajjal.

Editor: Dhima Wahyu Sejati

Avatar
1 posts

About author
Mahasiswa ITB Ahmad Dahlan Jakarta
Articles
Related posts
Akidah

Mengapa 'Iman' Menyatu dengan 'Amal Shaleh'?

1 Mins read
Di 57 tempat dalam al-Qur’an, iman digandengkan hal lain dan 45 di antaranya dengan amal shaleh. Penggandengan ini menunjukkan bahwa iman dan…
Akidah

Model Beragama Islam: Tujuh Hukum Keimanan Fungsional

2 Mins read
IBTimes.ID – Iman dan amal saleh merupakan model beragama Islam. Iman tidak boleh berdiri sendiri. Ia harus diikuti oleh amal saleh. Dalam…
AkidahPerspektif

Turki Hari Ini: Ateisme Bangkit, Agama Dipolitisasi

3 Mins read
Jika ditanya tentang Turki, pasti sebagian besar orang di Indonesia akan mengenal sosok penting di negeri tersebut, yaitu Receb Tayyip Erdogan atau…

Tinggalkan Balasan

Mari Kolaborasi
Mari Berkolaborasi bersama kami "IBTimes.ID - Cerdas Berislam" dan para kontributor lainnya untuk memproduksi narasi Islam yang mencerahkan.
Donasi dapat melalui Bank Mandiri 137-00-5556665-3 a.n Litera Cahaya Bangsa