Ibnu al-Haitham; Ilmuwan Muslim pencetus Kamera Obscura
Ulama

Ibnu al-Haitham; Ilmuan Muslim Pencetus Kamera Obscura dan Ilmu Optik

2 Mins read

Zaman sekarang, ragam jenis kamera yang kian canggih semakin dikembangkan. Kamera bukan hanya dibutuhkan untuk mengabadikan momen seperti foto, namun juga dipakai dalam pembuatan film, bahkan untuk satelit. Kamera pada zaman dahulu sangat berbeda dan memiliki nenek moyangnya yang dinamakan kamera obscura.

Dan ternyata penemu cikal bakal kamera tersebut adalah Ibnu al-Haitham. Ia adalah seorang ilmuwan muslim yang sangat dihormati dunia. Beliau hidup disaat Dinasti Abbasiyah berkuasa. Beliau beruntung lahir dimasa tersebut, karna memang pada masa itu pihak kerajaan sangat memperhatikan pendidikan.

Mengenal Sosok Ibn al-Haitham

Nama lengkap beliau adalah Abu Ali Muhammad bin al-Hasan bin al-Haitham. Ilmuwan muslim termasyhur ini lahir dibasrah pada tahun 965 M. Saking populernya beliau, orang-orang Eropa memanggilnya dengan sebutan Alhazen, ada juga yang sebagian memanggilnya Avenetan dan Avennathan.

Beliau hidup dalam keluarga yang bisa dikatakan sangat sederhana, namun kondisi tersebut bukanlah suatu penghalang bagi dirinya untuk belajar. Bahkan prestasinya dalam pendidikan pun sangat memuaskan. Beliau hanya mengkahawatirkan ketika ia hanya menjadi orang yang miskin ilmu bukan miskin harta.

Prestasi belajar Ibnu haitham sangatlah memuaskan dan membanggakan, sehingga beliau memang senanatiasa mendapat kepercayaan dari dinasti Abbasiyah. Bahkan bisa dibuktikan Ibnu haitam pernah lulus sebagai pegawai kerajaan dan pada usia beliau yang masih muda, ia melaksanakan berbagai tugas kenegaraan.

Karna memang beliau lebih terobesi dengan ilmu pengetahuan ketimbang dengan material, beliau masih belum puas dengan ilmu yang ia miliki saat ini. Sejak saat itu Ibnu Haitham memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya yang mapan tersebut.

Kemudian singkat cerita beliau pergi ke berbagai kota untuk menimba ilmu, hingga beliau sampai dinegri mesir. Namun disana beliau menemukan kegagalannya, yaitu tidak berhasilnya mengatasi banjir sungai nil yang pernah diperintahkan oleh kerajaan Fatimiyah. Sehingga atas kegagalan tersebut, beliau dijebloskan kedalam penjara hingga dikurung kedalam sebuah kamar yang gelap. Statusnya sebagai tahanan rumah.

Baca Juga  Ali Syariati Dibenci Siapapun Tapi Dicintai Rakyat

Cikal Bakal Penemuan Teknologi Kamera

Siapa yang mengira bahwa atas kejadian tersebut Ibnu Haitham menciptakan penemuan yang luar biasa. Lucunya temuan tersebut terjadi karna kejadian kamar tahanan beliau yang sangat gelap. Ketika itu beliau melihat suatu cahaya yang tajam masuk kedalam kamar tersebut melalui suatu lubang yang kecil.

Disanalah Ibnu Haitham beranggapan bahwa cahaya itu awal dari sebuah ilmu yang baru. Selanjutnya, beliau berulang kali menguji cahaya yang menembak lurus kedalam ruangan gelap tersebut. Nah, ketika cahaya lurus itu masuk kedalam mata, disanalah terjadi penglihatan. Dari awal penemuan tersebut, Ibnu haitham sangat ingin mengembangkannya lebih dalam, sehingga dinasti Fatimiyah pada saat itu sangat tertarik dengan penemuan tersebut kemudian membebaskannya dari hukuman kurungan dengan tujuan Ibnu Haitham dapat melanjutkan penelitiannya.

Didalam bukunya yang berjudul al-Manazhir, ibn al-Haitham mengungkapkan bahwa Allah Swt menciptakan mata dengan sangat sempurna. Tentulah ada rahasia besar pada penglihatan mata. Seperti halnya ukuran mata yang sangat kecil ketimbang gunung, namun kenapa gunung tersebut bisa terlihat dengan utuh dimata yang kecil tersebut.

Cara Optik tersebut yang ditiru menjadi teknologi kamera sehingga kamera dapat melihat gunung yang lebih besar. Dari metode kamar gelap inilah ilmu optik berkembang luas dan kemudian melahirkan nenek moyangnya kamera yang dinamakan kamera obscura, beliau juga mengembangkan lensa sekaligus dia pula yang memberi nama pada bagian-bagian mata.

Akhir Hayat Ibnu Al-Haitham

Sepanjang hidupnya beliau habiskan dengan menggali ilmu pengetahuan, al-Haitham berpegang pada kebenaran dan ilmu pengetahuan, karna menurut beliau kedua hal tersebut menjadikan manusia dicintah oleh Allah Swt.

Kemudian beliau meninggal dunia pada tahun 1039. diKairo. Sepeninggalannya, ilmu optik Ibnu al-Haitham terus berkembang, sehingga kita bisa merasakan berbagai jenis kamera yang amat canggih. Dunia bisa dikatakan beruntung karna jasa-jasa beliau ini.

Baca Juga  Pak AR Fachruddin: Dakwah Kultural di Muhammadiyah

Bahkan untuk mengenang jasa beliau tersebut, sebuah kawah dibulan diberi nama Alhazen disalah satu benda langit dinamakan asteroid 59239 Alhazen. Para ilmuwan diberbagai duniapun merayakan 1.000 tahun Ibnu al-Haitham, tidak tanggung-tanggung UNESCO mengadakan acara meriah di paris pada 19 januari 2015 silam dengan tema 1001 Invetions and the world of Ibn al-Haytham.

Dari sini kita dapat melihat berbagai bidang ilmu dan teknologi yang kita rasakan merupakan buah pemikiran tokoh-tokoh Ilmuwan Muslim yang diambil alih sekarang oleh peradaban barat. Semoga ini meyakinkan kita bahwa dunia Islam bisa menjadi kiblat dunia suatu saat nanti dalam bidang teknologi dan lain sebagainya.

Editor: Yusuf

Avatar
4 posts

About author
Mahasiswa UIN Jakarta
Articles
Related posts
Ulama

Anak Muda Harus Menimba Ilmu dan Hikmah dari Buya Syafii

4 Mins read
Anda dan saya masih terhitung muda. Kita bagian dari generasi muda bangsa Indonesia. Meski tiap hari belajar dan bekerja, tak berarti Anda…
Ulama

Buletin Jumat: Teladan Kearifan Imam Al-Ghazali

3 Mins read
Hentikan lidahmu (menuduh kafir atau sesat) kepada ahli kiblat (umat Islam) selama mereka masih mengucapkan lâ ilâha illallâh muhammadur rasûlullâh (Imam Ghazali)….
Ulama

Pemikiran Jalaludin Rakhmat (2): Eksitasi Teologi Menyelamatkan Kemanusiaan

6 Mins read
Pembahasan pada bagian sebelumnya telah menyinggung beberapa pemikiran Jalaludin Rakhmat. Selain itu, diulas pula pendapat Jalaludin Rakhmat tentang peran agama di era…

Tinggalkan Balasan

Mari Kolaborasi
Mari Berkolaborasi bersama kami "IBTimes.ID - Cerdas Berislam" dan para kontributor lainnya untuk memproduksi narasi Islam yang mencerahkan.
Donasi dapat melalui Bank Mandiri 137-00-5556665-3 a.n Litera Cahaya Bangsa