Bagaimana Islam Memandang Bulliying? - IBTimes.ID
Akhlak

Bagaimana Islam Memandang Bulliying?

4 Mins read

Dalam hidup, bagi sebagian orang bercanda atau senda gurau adalah sesuatu yang biasa dan wajar-wajar saja. Ada juga yang mengatakan bercanda itu mengurangi rasa stress dalam hidup sekaligus menjaga kedekatan sesama manusia.

Namun, terkadang dia lupa, bahwa candaan yang dilontarkan kerapkali menyingung bahkan menyakiti perasaan orang lain. Inilah yang kemudian berujung pada perilaku bernama “Bullying

Lalu, apa itu perilaku Bullying? Apakah Islam mengajarkan kepada manusia untuk berperilaku Bullying? Bagaimana Islam menanggapi dan memberikan solusi atas kasus Bullying?

Inilah yang akan coba dibahas pada tulisan kali ini, sebuah upaya memahami agar kita tidak terjebak atau terjerumus dalam perilaku Bullying. Mari coba kita bahas!

Pengertian Perilaku Bullying

Bullying merupakan sifat atau perilaku seseorang yang agresif, baik secara kekerasan verbal maupun kekerasan fisik. Misalnya yang bersifat verbal; membentak, memaki, mengucilkan, menghina, menuduh, sedangkan yang bersifat kekerasan fisik; memukul, menendang, menampar dan masih banyak lagi. Perilaku ini dilakukan berulang-ulang kali di depan umum.

Dan Olweus, seorang Psikolog asal Norwegia mengatakan bahwa Bullying adalah perilaku negatif yang mengakibatkan seseorang dalam keadaan tidak nyaman/terluka yang terjadi berulang-ulang yang ditandai dengan adanya ketidaksimbangan kekuasaan antar perilaku dan korban. (Olweus: 1997)

Jadi jelas, bahwa sikap Bullying adalah perilaku yang suka tidak baik (jelek) terhadap sesama manusia.

Islam Melarang Perilaku Bullying

Islam adalah agama yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, ajarannya tidak pernah membedakan-bedakan antara yang satu dengan yang lainnya. Misalnya; miskin dan kaya, ganteng dan cantik dan masih banyak lagi, terkhusus dalam hal kehidupan duniawi.

Hal ini tercermin dalam Al-Qur’an Surah Al-Hujurat ayat 13:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

Artinya: “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti”.

Baca Juga  Tabayun dan Keadaban Publik

Ayat di atas cukup jelas, bagaiamana standar kemuliaan seorang manusia di hadapan Allah SWT. Bukanlah harta yang banyak, rupa yang tampan/ganteng, tetapi melainkan derajat ketakwaanya kepada-Nya.

Lalu, bagaimana dengan perilaku Bullying? Yang menggunakan kekuasaan, kekayaan ataupun materi untuk menyakiti atau menindas orang lain dalam bentuk perkataan, mental maupun fisik. Sehingga dia merasa bahwa dirinya lebih kuat dibandingkan dengan korban Bullyingnya.

Hal ini tentu saja bukanlah ajaran Islam, di dalamnya tidak mengandung nilai-nilai yang itu bersifat menindas antar sesama manusia. Sebaliknya, nilai-nilai di dalam Islam itu bersifat memerdekakan manusia, menghormati hak dan menghargai (toleransi) bahkan tolong-menolong antar sesama.

***

Islam tidak mengajarkan manusia untuk berperilaku Bullying, sebaliknya Islam melarang perilaku Bullying dalam bentuk apapun.

Hal ini sebagaimana yang tercermin dalam Al-Qur’an surah Al-Hujurat ayat 11:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاۤءٌ مِّنْ نِّسَاۤءٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّۚ وَلَا تَلْمِزُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوْا بِالْاَلْقَابِۗ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ الْاِيْمَانِۚ وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”.

Firman Allah diatas cukup tegas melarang memberikan larangan, agar bagaimana kemudian manusia tidak saling jelek-menjelekkan, jatuh-menjatuhkan, olok-mengolokkan dengan manusia yang lainnya. Karena yang di Bully lebih baik dibandingkan dari si pem-bully.

Di dalam ayat tersebut, Allah juga menekankan pelarangan perilaku ini ditekankan pada kaum hawa (perempuan) karena perilaku Bullying sangat dekat dengan mereka. Sebut saja; gosip-mengosip, hina-menghina dan lain sebagainya.

Baca Juga  Muhasabah Sifat Keadilan di Tengah Ketidakailan

Namun, meskipun ayat diatas berbicara lebih spesifik kepada sosok perempuan. Tetapi tidak menutup kemungkinan perilaku Bullying ini juga ada pada laki-laki, yang walaupun tidak terjadi secara berulang-ulang kali.

Islam telah mengatur bagaimana cara dan etika dalam bergaul sekaligus bermuamalah di dunia. Tinggal bagaimana kita (umat muslim) mau membaca dan menerapkannya.

Solusi Islam atas Perilaku Bullying

Maraknya kasus-kasus Bullying akhir-akhir ini, berawal dari sebuah candaan atau senda gurau dan berakhir dengan sebuah kekerasan fisik antara pelaku dan korban. Kasus ini mengundang besar perhatian public sekaligus perlu menjadi perhatian khusus para masyarakat.

Islam sebagai agama yang tidak berkutat di ranah ritual saja, dia terus memberikan solusi atas segala permasalahan yang ada, di mana dan kapan saja. Sehingga nilai-nilainya tetap “Likulli Zaman wal Makan”. Termasuk dalam mengatasi kasus perilaku Bullying ini.

Islam telah mengatur bagaimana akhlak kepada sesama manusia, hal ini sebagai salah satu bentuk upaya mengendalikan sifat kehewanan yang ada dalam diri setiap individu.

Aturannya pun tertuang dalam bentuk perintah dan larangan; perintah akan bermuara pada kebaikan yang berujung pada syurga, sedangkan larangan bermuara pada keburukan dan berujung pada neraka.

Solusi Mencegah Bullying

Kemudian apa solusi yang ditawarkan Islam, khususnya pada perilaku Bullying ini?. Mari coba kita bahas satu-persatu.

Pertama, Perlu Kesadaran akan Persamaan Manusia di Hadapan Allah

Menurut saya hal ini sangat penting, agar bagaimana kemudian tidak ada yang merasa tinggi dan rendah dalam ukuran duniawi.

Ketika si kaya merasa punya kekuatan yang besar dan si miskin merasa tidak punya kekuatan apa-apa. Maka dari sinilah penindasan terhadap seseorang akan terjadi, yang akan terus terjadi secara berulang-ulang kali.

Baca Juga  Ternyata Hasan Al Banna dan Al Afghani Berdakwah di Kedai Kopi!

Firman Allah Subhanahu Wata’ala: “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa”. (Al-Hujurat: 13)

Kedua, Manusia Adalah Makhluk Sosial

Di dalam hidupnya, sekalipun orang kaya ataupun miskin, dia akan senantiasa membutuhkan dan memerlukan orang lain. inilah yang kemudian saya namakan sebagai makhluk sosial.

Sehingga sudah seharusnya mereka senantiasa saling menjaga, memelihara dan merawat rasa kekeluargaan diantaranya.

Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Surah An-Nisa ayat 1:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

Artinya: “Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)-nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu”.

Ketiga, Islam Melarang Perilaku Bullying

Kesadaran manusia akan pahala dan dosa akan membuat mereka secara perlahan-perlahan akan berhenti melakukan sebuah perbuatan yang salah dan dilarang, termasuk dalam perilaku Bullying.

Islam melarang manusia untuk berperilaku keras, kasar baik dalam bentuk perkataan maupun perbuatan kepada sesama. Apalagi dalam konteks Bullying.

Rasulullah Saw bersabda: “Mencela seorang muslim adalah kefasikan (dosa besar).” (HR. Bukhari)

Stop Bullying, Mari Rawat Kebersamaan!

Editor: Yahya FR

Avatar
26 posts

About author
Muhammad Saleh Kader PK IMM Hajjah Nuriyah Shabran Cabang Sukoharjo Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta PD IPM SUMBAWA
Articles
Related posts
Akhlak

Kewajiban Menjaga Lisan dalam Islam

4 Mins read
Kewajiban Menjaga Lisan Menjaga lisan menjadi sebuah kewajiban bagi setiap umat Islam, sebab lisan bisa menjadi api yang membakar dan juga bisa…
Akhlak

Apa yang Harus dan Tidak Harus Diteladani dari Rasulullah Saw?

4 Mins read
Para pakar dan ahli sementara ini melihat kebutuhan manusia pada akhlak luhur merupakan keniscayaan dari kedudukan manusia sebagai makhluk sosial. Eksistensi nilai…
Akhlak

Ciri dari Ummatan Wasathan Itu Tidak KEPO!

4 Mins read
Makna KEPO KEPO adalah bahasa gaul anak muda, singkatan dari Knowing Every Particular Object. Biasanya, kata ini ditujukan pada seseorang yang serba ingin…

Tinggalkan Balasan