Istiqomah: Konsisten dalam Kebaikan - IBTimes.ID
Akidah

Istiqomah: Konsisten dalam Kebaikan

2 Mins read

Kata istiqomah sering didengar pada sebuah kegiatan keagamaan atau organisasi-organisasi pemuda. Dalam agama Islam, istiqomah memiliki arti tegak, lurus, atau dalam bahasa yang lebih enaknya adalah konsisten. Para ulama banyak memberikan definisi tentang arti istiqomah.

Definisi Istiqomah Menurut Para Ulama

Istiqomah adalah tidak menyekutukan Allah dengan segala sesuatu. Kutipan dari Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a., istiqomah hendaknya untuk bertahan dalam satu perintah atau tujuan, juga larangan dan tidak berpaling dari yang lain layaknya seekor musang.

Kutipan dari Umar bin Khattab r.a., istiqamah adalah ikhlas mengerjakan dalam banyak hal.

Kutipan dari Utsman bin Affan r.a., istiqomah adalah melaksanakan suatu kewajiban yang sudah ditetapkan.

Kutipan dari Ali bin Abi Thalib r.a., istiqamah memiliki 3 arti, yaitu istiqamah dengan lisan (bertahan dalam 2 kalimat syahadat), istiqamah dengan jiwa (melaksanakan ibadah dan ketaatan kepada Allah secara terus-menerus tanpa terputus), dan istiqamah dari hati (melakukan segala sesuatu dengan niat yang ikhlas dan jujur).

Kutipan dari Ibnu Abbas r.a., istiqamah adalah tetap di atas jalan yang lurus.

Kutipan dari Ar-Raghib, istiqamah mengandung arti bahwa tetap dalam ketaatan dan di atas jalan yang lurus dalam beribadah kepada Allah.

Kutipan dari An-Nawawi, istiqomah adalah komitmen terhadap 2 kalimat syahadat dan tauhid sampai bertemu kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

Kutipan dari para mujahid, istiqomah adalah mencintai dan beribadah kepada Allah tanpa menoleh ke kanan atau ke kiri. Kutipan dari Ibnu Tamiyah. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami adalah Allah kemudian mereka istiqamah pada pendirian mereka, maka malaikat turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih dan bergembiralah kamu (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (QS. Fusshilat: 30)

Baca Juga  Fitnah Dajjal: Pagi Hari Beriman, Sore Hari Kafir

Ayat ini diperkuat dengan sebuah hadis. Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah saw.: “Ya Rasulullah, tolong ajarkan sesuatu kepadaku hal yang paling penting dalam Islam dan saya tidak akan lagi bertanya kepada engkau”. Kemudian beliau menjawab: “Katakanlah aku beriman kepada Allah, kemudian beristiqamahlah (konsisten dalam menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.”

Intisari Arti dari Istiqomah

Orang yang istiqomah selalu kokoh dalam menjaga akidahnya, dan tidak akan goyang keimanannya dalam menjalani tantangan hidup. Walaupun kantong kering ataupun tebal, dihadapi oleh bermacam-macam hal yang haram, dicaci maki dan dipuji, sekali sudah konsisten maka tidak akan ada yang mampu merobohkan keistiqamahannya.

Jadi, yang bisa kita dapatkan dari itu semua adalah istiqomah memiliki arti konsisten dalam melakukan kebaikan. Teguh dalam satu pendirian dan tidak akan tergoyahkan oleh berbagai macam rintangan dalam mendapatkan rida Allah Ta’ala.

Jangan sampai salah mengartikan kata istiqamah ke dalam suatu yang buruk, suatu hal yang buruk janganlah didukung dan diberi semangat. Cukuplah dukungan dan semangat agar ia konsisten itu untuk orang-orang yang berusaha melakukan kebaikan.

Editor: Lely N

Fitria Sukmawati
2 posts

About author
Mahasiswi UIN Jakarta jurusan Pendidikan dan Sastra Indonesia.
Articles
Related posts
Akidah

Mengapa 'Iman' Menyatu dengan 'Amal Shaleh'?

1 Mins read
Di 57 tempat dalam al-Qur’an, iman digandengkan hal lain dan 45 di antaranya dengan amal shaleh. Penggandengan ini menunjukkan bahwa iman dan…
Akidah

Model Beragama Islam: Tujuh Hukum Keimanan Fungsional

2 Mins read
IBTimes.ID – Iman dan amal saleh merupakan model beragama Islam. Iman tidak boleh berdiri sendiri. Ia harus diikuti oleh amal saleh. Dalam…
AkidahPerspektif

Turki Hari Ini: Ateisme Bangkit, Agama Dipolitisasi

3 Mins read
Jika ditanya tentang Turki, pasti sebagian besar orang di Indonesia akan mengenal sosok penting di negeri tersebut, yaitu Receb Tayyip Erdogan atau…

Tinggalkan Balasan

Mari Kolaborasi
Mari Berkolaborasi bersama kami "IBTimes.ID - Cerdas Berislam" dan para kontributor lainnya untuk memproduksi narasi Islam yang mencerahkan.
Donasi dapat melalui Bank Mandiri 137-00-5556665-3 a.n Litera Cahaya Bangsa