PUBLISHER

PT Litera Cahaya Bangsa Jalan Nanas 47B, Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta

Kanal Moderasi Islam. Hubungi Kami.

Menurut KBBI V manuskrip yaitu naskah tulisan tangan yang menjadi kajian filologi, naskah baik tulisan tangan (dengan pena, pensil) maupun ketikan (bukan cetakan). Manuskrip sangat berpengaruh pada peradaban, karena melalui manuskrip kita dapat mengetahui banyak hal. Melalui manuskrip kita bisa mengetahui sejarah dan tradisi masyarakat di masa lalu. Mengapa demikian? Karena manuskrip merupakan tulisan orang di masa lalu yang berisi tradisi, ataupun peristiwa pada masa di mana orang itu hidup.

Salah satu manuskrip yang saya temukan berisi khotbah sebelum akad nikah dari koleksi milik Ustaz Khalid yang berdomisili di Serang, Banten. Pada naskah ini disebutkan beberapa ayat yang dibaca dalam khotbah sebagai wasiat kepada calon pengantin sebelum mereka melangsungkan akad nikah. Pada naskah ini juga dicantumkan lafaz ijab kabul antara wali dan mempelai pria.

Sunah Sebelum Akad Nikah

Menikah merupakan salah satu sunah Rasulullah. Kita tentu mengetahui hadis Rasulullah yang menyatakan bahwa  “Barang siapa yang tidak mengikutiku (mengikuti sunahku) maka ia bukan termasuk umatku” (HR. Bukhari dan Muslim). Salah satu tujuan menikah sesuai dengan hadis di atas adalah untuk melaksanakan sunah Rasul.

Sebelum melangsungkan pernikahan, kita harus terlebih dahulu mengetahui rukun, syarat beserta sunah dalam pernikahan. Salah satu sunah Rasulullah ketika melangsungkan pernikahan adalah melakukan khotbah sebelum akad nikah. Berkenaan dengan hal ini, tentu naskah koleksi Ustaz Khalid ini bisa dijadikan pegangan bagi siapa pun yang hendak menikah.

Isi Khotbah

Isi khotbah diawali dengan pujian kepada Allah Swt, kemudian syahadat dan membaca ayat-ayat Al-Qur’an sebagai wasiat dan diakhiri dengan lafaz ijab kabul. Isi khotbah dalam naskah:

Alhamdulillahi nahmaduhu wanasta’iinuhu wanastaghfiruhu wana’udzubiillahi minsyurruri ‘anfusinaa waminsayyi’ati ‘amaalinnaa manyahdihillah fala mudhillalah wa man yudhlil falaa haadiyalah, wa asyhadu allaa ilaaha illallaah wahdahu laa syariikalah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh shallallahu ‘alaihi wa sallama wa ‘ala ahlihi wa ashabihi.

Ya ayyuhal-ladzina amanuttaqullaha haqqa tuqatihi wa la tamuutunna illa wa antum muslimun. [Ali ‘Imran : 102]

Ya ayyuhan-nasuttaqụ rabbakumullazi khalaqakum min nafsin wahidatin wakhalaqa min-ha zaujaha wa bassa min-huma rijalan kasiran wa Nias’a, wattaqullahallazi tasa aluna bihi wal-arham, innallaha kana ‘alaikum raqiiba. [An-Nisa : 1]

Ya ayyuhallazina amanuttaqullaha wa qulu qaulan sadiida. [Al-Ahzab : 70]

Yuslih lakum a’malakum wa yagfir lakum zunubakum, wa man yuṭi’illaha wa rasulahu  faqad faaza fauzan ‘azima. [Al-Ahzab : 71]

Amma ba’du

Fainnal umura kullaha biyadillaah, yaqdi fiiha man yasyaa, wa yahkumu maa yuriid, laa muakhira lima qaddama, wala muqaddimu limaa akhara, wa laa yajtami’u itsnaani wa laa yaftariqaani illa bi qadain wa qadarin wa kitabin minallah qad sabaqa, aquulu qauli mana, wa astagfirullah al-‘azim lii wa lakum, wa liwalidayya wa limasyaaikhina wa lisairil muslimin, faastagfiruhu innahu awal gafururrahim.

Nuli ngucap wali, Bismillah wa Alhamdulillah wa salatu wa salam ‘ala Rasulillah ushikum wa nafsii bitaqwallahi al-‘azim, ya amaru, ankahtuka fatimatu bi al-mahr al-mazkur.

Nuli ngucap Umar, qabiltu niahaha bi al-mahr al-mazkur.

Teks Khotbah dalam Bahasa Indonesia

Segala puji bagi Allah yang hanya kepada-Nya kami memuji, memohon pertolongan, dan mohon ampunan. Kami berlindung kepada-Nya dari kekejian diri dan kejahatan amalan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkan, dan barang siapa yang tersesat dari jalan-Nya maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Dan aku bersaksi bahwa tiada sembahan yang berhak disembah melainkan Allah saja, yang tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya.

Baca Juga  Penaklukan Makkah: Hari Kasih Sayang yang Sesungguhnya

Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim atau beriman. [QS Ali-Imran : 102]

Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan Allah menciptakan pasangannya (Hawa) dari dirinya (Adam); dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan peliharalah hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu. [QS. AN-Nisa : 1]

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar. [QS. Al-Ahzab : 70]

Niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia menang dengan kemenangan yang agung. [QS. Al-Ahzab : 71]

Baik setelahnya

Maka sesungguhnya segala urusan ditangan Allah, Ia menetapkan segala sesuatu didalamnya, dan mengatur apa yang Ia inginkan, tidak diakhiri dan diawali, tidak ada awal dan tidak ada akhir, dan tidaklah menyatu dua manusia dan tidak pula terpisah keduanya kecuali atas ketetapan dan ketentuan yang telah di tulis sebelumnya, saya mengatakan siapa saya, dan saya memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung bagiku dan bagi kalian, dan bagi kedua orang tua juga bagi guru-guru serta orang-orang muslim. Kemudian aku memohon ampun pada-Nya, Ia Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

Kemudian wali berkata, “Dengan menyebut nama Allah dan segala puji bagi Allah, salawat dan salam tercurah untuk Rasulullah Saw, aku berwasiat kepadamu dan jagalah dirimu dengan bertakwa kepada Allah yang Maha Agung, ya Umar, saya nikahkan engkau kepada Fatimah dengan maskawin tersebut.”

Kemudian pengantin laki-laki mengucap, “Saya terima nikahnya Fatimah dengan maskawin tersebut.”

Baca Juga  Manuskrip Mujarobat: Doa Kesembuhan dan Keselamatan

Hikmah Mengkaji Manuskrip

Banyak orang yang tidak menyadari betapa pentingnya kita mempelajari manuskrip. Selain dapat mengenal sejarah, tradisi dan peristiwa di masa lalu, kita juga dapat mengetahui hal-hal yang dapat dijadikan acuan untuk melakukan sesuatu, dan dapat menemukann hal-hal baru seperti manuskrip yang berisi doa-doa, khotbah, peristiwa yang dapat diambil ibrahnya, dan lain-lain.

Editor: Dhima Wahyu Sejati

Share Artikel

contributor

Mahasiswi jurusan Bahasa dan Sastra Arab, fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Menulis membuat pikiranku terbang jauh ke angkasa, membuat imajinasiku tembus sampai surga.

1 Comment

  • Francoise Corbell, 07/07/2020 @ 18:41

    I simply want to mention I’m very new to blogs and honestly liked you’re blog. Likely I’m going to bookmark your website . You actually have fantastic articles and reviews. Appreciate it for sharing your web-site.

Tinggalkan Balasan