Kampung Muhammadiyah di Waduk Riam Kanan

0
279
Ilustrasi. Sumber: IBTimes.ID

Oleh: Al Bawi

Muhammadiyah yang memasuki abad ke-2 ini sudah menyebarkan pancaran sinarnya keseluruh pelosok Negeri, bahkan memasuki perkampungan yang jarak tempuhnya yang tidak mudah.

Di Kalimantan Selatan tepatnya di Kabupaten Banjar ada sebuah kampung bernama Belangian yang termasuk dalam kawasan Waduk Riam kanan. Waduk Riam Kanan dimulai realisasi progamnya pada tahun 1958-1959 yang dimana secara hidrologis Kalimantan Selatan mempunyai debit air yang banyak dan membentangnya jalur air dari ribuan sungai yang ada.

Wilayah Aranio menjadi tempat yang sebagai site proyek pembangunan bendungan tersebut karena bagian hulu sungai Riam Kanan adalah daerah tangkapan air yang begitu banyak berupa hutan hujan tropis lebat di jajaran pegunungan Meratus, dan juga bentang alam (topografi) tempat waduk berupa lembah yang cukup luas serta dikelilingi perbukitan yang cukup tinggi.

Waduk yang diresmikan oleh Presiden Suharto pada tahun 1973 ini menghabiskan waktu selama 10 tahun yang membendung 8 sungai serta kurang lebih 9 desa yang ditenggelamkan di luas 9.730 hektar. Dari beberapa desa tersebut yang di tenggelamkan dan mereka memindahkan tempat di pinggiran peggungan, ada sebuah desa yang kurang lebih 100 Kepala Keluarga yaitu desa Belangian, kampung yang diselimuti pegunungan dan lembah tropis ini sering menjadi tempat bagi para pendaki gunung untuk melalukan ekspedisi ke lembah Kahung yang menjadi surga tersembunyi yang di miliki Kalimantan Selatan.

Desa ini mempunyai jarak yang cukup jauh apabila kita memulai dari pusat kota Martapura sampai dengan pelabuhan kapal sekitar 40 menit dan dari pelabuhan menuju desa Belangian sekitar 2 jam perjalanan kapal yang dimana akses menuju kampung Belangian tersebut tidak ada akses darat tetapi hanya akses kapal dan tepat berada di ujung waduk Riam Kanan tersebut.

Baca Juga  Abdul Wahhab al-Massiri: Filosof Arab Pengkritik Epistemologi Barat

Desa ini bisa di bilang 90% adalah warga Muhammadiyah, yang sisanya adalah pendatang dari luar dan mau tidak mau menjadi Muhammadiyah disana, Masjid Al-Jihad menjadi satu-satunya masjid sebagai sarana berkumpul  beribadah dan juga kampung Muhammadiyah ini menjadi langganan favorit bagi seluruh warga Muhammadiyah di Kabupaten Banjar untuk melakukan progam PDM yaitu safari dakwah untuk menambah spirit islam dan semanat bermuhammadiyah disana.

Dimana sangat jauh dari hiruk pikuk dunia perkotaan, listik saja di Desa Belangian tersebut hanya beroprerasi mulai dari jam 6 sore sampai dengan jam 6 pagi, bahkan sinyal telpon saja hanya bisa dinikmati di titik tertentu yang sangat susah berkomunikasi secara gawai.

Desa ini menjadi rujukan utama hampir semua ortom yang ada di Kabupaten Banjar untuk mengadakan perkaderan, mulai dari perkemahan Hizbul Wathan sampai dengan perkaderan formal IPM dan IMM.

Kampung Muhammadiyah desa Belangian ini mempunyai Amal Usaha yaitu sebuah sekolah Madrasah Awaliah Muhammadiyah untuk anak-anak mereka bisa mengenyam pendidikan agama, disamping infrastruktur yang masih kurang tetapi semangat bermuhammadiyah tidak pernah surut dan bahkan setiap acara Muhammadiyah yang diadakan diperkotaan, warga Muhammadiyah Belangian tidak pernah absen untuk menghadiri acara yang berhubungan dengan Muhammadiyah. Spirit K.H Ahmad Dahlan melalui Muhammadiyah telah membawa bersinar hingga pelosok negeri bahkan di pinggiran Waduk sekalipun dan mereka bangga menjadi warga Muhammadiyah.

*Pimpinan Pusat IPM


IBTimes.ID - Kanal Islam Berkemajuan, dihidupi oleh jaringan penulis yang memerlukan dukungan untuk bisa menerbitkan tulisan secara berkala. Agar kami bisa terus memproduksi artikel-artikel keislaman yang mencerahkan masyarakat, silakan sisihkan sedikit donasi untuk keberlangsungan kami.

Transfer Donasi Kamu ke Rekening

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here